
🌹🌹🌹🌹🌹
" Raisa mengancam akan membuat Oma tiada dengan cara meracuninya hingga tersiksa. Bahkan, di rumah sakit pun Raisa sengaja membayar agen untuk mencelakai Oma. Aku sangat bingung dan dilema, karena kalian berdua berharga bagiku. Ku pikir, aku dapat mengecoh nya kala itu. Dengan berpura-pura mengiyakan rencananya yang hendak mengusir mu. Sebab itu aku mengirim orang untuk mengikuti mu, Vyn. Sayangnya, para anak buah ku itu telah di hentikan oleh orang suruhan Raisa. Aku bersyukur Vyn, karena Raisa tidak membuatmu tiada," tutur Franklin penuh perasaan. Hati dan jiwanya bergejolak, ingin rasanya ia merengkuh tubuh Vyn dan membawa ke dalam pelukannya.
"Anak buahmu banyak Franklin. Aku hanya keluar kota bukan keluar negeri. Bahkan kau memiliki ahli IT," bantah Vynnitta menolak alasan dari Franklin.
"Kau benar, Vynnitta. Aku memilki banyak anak buah. Akan tetapi lagi-lagi Raisa dapat membaca rencanaku. Tim yang telah ku bentuk untuk melacak keberadaan mu, terpaksa ku alihkan untuk mencari keberadaan Oma Elli yang di culik dari rumah sakit. Bahkan kala itu Oma baru tersadar dari koma-nya," jelas Franklin dengan napas yang menderu. Sebab secara tidak langsung ia telah membangkitkan kembali ingatannya pada saat itu, sehingga menjadikan amarahnya pada Raisa muncul lagi kepermukaan.
"Raisa begitu jahat. Bahkan Oma Elli ku yang baik hati. Juga di siksanya seperti itu!" pekik Vynnitta seraya membekap mulutnya dengan kedua mata yang berkaca-kaca. Ia menyesal karena tidak mengetahui kejadian seperti ini sejak awal.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak mengatakannya padaku Franklin? Kenapa kau membuatku menghabiskan hari-hari dengan kekecewaan. Jujur, aku tidak pernah membenci mu. Semua yang terjadi padaku adalah sebab ulahku sendiri. Aku yang memaksamu melakukannya. Aku bertambah kecewa karena kau telah menutupi itu semua dariku," ucap Vynnitta dengan suara parau, ia telah menahan tangisnya agar tetap tertahan di tenggorokan. Sehingga mengakibatkan dadanya menjadi sesak, seakan ada benda berat yang menghimpitnya.
"Jadi, kau tidak membenciku!" Franklin hendak bangun dan menghampiri Vyn saking senangnya. Akan tetapi tangan Vynnitta naik keatas memberi kode agar Franklin tetap pada tempatnya.
"Terimakasih Vynnitta, aku merasa lega. Aku tau, jika kau telah banyak menderita karena pengorbanan mu padaku. Asal kau tau, bahwa aku telah menghabiskan empat tahun ini untuk terus mencari mu. Sayangnya semua nihil, karena ternyata kau telah mengganti semua identitas mu," ucap Franklin dengan napas yang tidak terlalu sesak seperti tadi.
"Tidak Vyn, aku tidak bisa kembali. Sebelum semua jelas bagiku. Kau tau, setelah pertemuan tidak sengaja Antara Alessia dan juga Oma di mall kala itu. Pertama kali aku melihatnya, sudut hatiku bergetar hebat. Alessia lah yang telah membawaku hingga dapat bertemu dan berbicara dengan mu saat ini. Jujur, aku menyayangi Alessia dari hati terdalam ku. Aku--" Franklin tak dapat meneruskan ucapannya karena Vyn yang tiba-tiba berdiri dari duduknya yang gelisah sejak Franklin membahas Alessia.
"Alessia tidak ada sangkut pautnya dengan urusan kita. Sebaiknya, masalah antara kita selesai sampai disini saja.," kilah Vynnitta. Secara tak langsung hendak mengusir Franklin dari hadapannya dan hidupnya. Vyn terlalu takut. mendengar kata-kata Franklin selanjutnya.
__ADS_1
"Aku hanya ingin bertanya satu hal sebelum aku pergi jauh dari hidupmu Vynnitta." Franklin menatap dalam kedua mata Vynnitta yang berusaha tidak bersitatap dengannya.
"Vyn, tatap mataku. Katakan dengan jujur." Franklin meraih dagu Vynnitta agar wanita itu menatap lurus padanya.
"Ketika kau pergi dari mansion, apakah dalam keadaan hamil?"
Deg.
Bersambung>>>
__ADS_1