Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Kehamilan Vynnitta.


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Ehm, suami ya. Sepertinya sedang bekerja di kota Dok. Karena itu, kami para warga yang membawa Kak Vynnitta. Saat dirinya pingsan dirumah," jelas Maria sedikit kikuk. Dikarenakan dirinya harus mengarang cerita seketika.


"Baiklah kalau begitu. Saya akan sampaikan ini pada anda saja. Jadi, nona Vynnitta tengah mengandung empat minggu. Kandungannya kuat akan tetapi pisik sang ibu yang agak lemah. Seperti kurang energi dan asupan vitamin. Maka setelah infusan nya habis dia sudah boleh di bawa pulang. Lalu, katakan pada suaminya nanti, agar baik-baik menjaga emosinya. Karena hormon kehamilan. Seorang wanita biasanya lebih sensitif. Juga jangan kaget jika nanti akan ada sesi mual dan juga muntah. Itu adalah hal yang alami," jelas sang dokter panjang lebar.


Sementara Maria hanya dapat terdiam sambil melongo mendengar penuturan dari dokter tersebut. Setelah sadar dari keterpakuannya, Maria pun mengangguk cepat.


"Baik, Dok. Saya akan sampaikan kepada Kak Vynnitta dโ€“dan juga suโ€“suaminya," jawab Maria terbata karena syok.


๐˜ˆ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฉ, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ. ๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. ๐˜ˆ๐˜ฉ, ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ!


______

__ADS_1


"Maaf Kak. Kata ibu untuk sementara aku akan menginap menemani Kakak. Takut kenapa-kenapa," jelas Maria. Gadis itu menyerahkan segelas air hangat agar Vynnitta dapat meminum obatnya.


"Terimakasih, Maria. Kau dan ibumu sangat baik padaku. Tolong sampaikan juga ucapan terimakasih-ku untuk para warga di sini. Entah bagaimana nasibku jika tidak ada kalian," ucap Vynnitta sendu.Ingin rasanya ia menangis dan berteriak sekencang-kencangnya. Sungguh hal ini diluar dugaannya.


๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ. ๐˜‰๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช? ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข? ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ. ๐˜๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ. ๐˜๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ด๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜’๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข ๐˜๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ. ๐˜’๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ.


"Maria. Bisakah tinggalkan aku sendiri saja? Aku tidak apa. Ibumu sepertinya lebih membutuhkan kehadiranmu. Semua sudah kau siapkan. Itu sudah sangat membantuku," jelas Vynnitta dengan seulas senyum.


๐˜š๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜’๐˜ข๐˜ฌ ๐˜๐˜บ๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ต๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช. ๐˜”๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ช ๐˜ด๐˜ต๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜‰๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ฃ๐˜ถ.


Benar saja, setelah kepergian Maria. Vyn segera mengunci rapat pintu dan juga jendela. Kemudian ia meluruhkan tubuhnya di belakang pintu kamarnya. Vynnitta memeluk tubuhnya sendiri. Ia merangkul perutnya seakan janin dalam rahimnya telah benar-benar menjadi sosok bayi.


"Frankliiiinn!!" teriak Vynnitta.

__ADS_1


"Kenapa aku harus menanggung ini semua! Kenapa kau meninggalkan jejak ketika aku bertekad melupakan semua tentangmu!" Vynnitta terisak hingga dadanya terasa sesak. Entah berapa lama ia menangisi takdirnya, di atas lantai yang dingin itu. Bahkan perutnya yang lapar pun tidak ia hiraukan. Vyn ingin menghabisi waktunya untuk menangis sepuasnya malam ini.


"Aku tidak peduli jika hidupku yang hancur. Aku tidak memikirkan bagaimana masa depanku. Karena hatiku telah mati seiring kau yang memalingkan wajahmu dariku." Vyn membiarkan wajahnya bersimbah air mata. Baginya, mengeluarkan emosi itu harus. Namun, setelahnya ia harus kembali bangkit dan kuat demi calon bayinya.


________


"Hattchhiii ...!"


"Kenapa tiba-tiba tubuhku panas dingin seperti ini?" Franklin menggosok hidungnya, lalu memegangi kepalanya yang tiba-tiba berat.


"Vynnitta ... aku merindukanmu. Oma Elli, besok akan kembali ke rumah. Bagaimana aku akan menjawab jika ia menanyakan mu ...?" Franklin memijat pangkal hidungnya sambil bersandar di kepala sofa.


๐ŸพHaihh, Frank. Seandainya kau tau nasib Vynnitta ...๐Ÿ˜’

__ADS_1


Bersambung>>>


__ADS_2