
๐น๐น๐น๐น๐น
Ehm, suami ya. Sepertinya sedang bekerja di kota Dok. Karena itu, kami para warga yang membawa Kak Vynnitta. Saat dirinya pingsan dirumah," jelas Maria sedikit kikuk. Dikarenakan dirinya harus mengarang cerita seketika.
"Baiklah kalau begitu. Saya akan sampaikan ini pada anda saja. Jadi, nona Vynnitta tengah mengandung empat minggu. Kandungannya kuat akan tetapi pisik sang ibu yang agak lemah. Seperti kurang energi dan asupan vitamin. Maka setelah infusan nya habis dia sudah boleh di bawa pulang. Lalu, katakan pada suaminya nanti, agar baik-baik menjaga emosinya. Karena hormon kehamilan. Seorang wanita biasanya lebih sensitif. Juga jangan kaget jika nanti akan ada sesi mual dan juga muntah. Itu adalah hal yang alami," jelas sang dokter panjang lebar.
Sementara Maria hanya dapat terdiam sambil melongo mendengar penuturan dari dokter tersebut. Setelah sadar dari keterpakuannya, Maria pun mengangguk cepat.
"Baik, Dok. Saya akan sampaikan kepada Kak Vynnitta dโdan juga suโsuaminya," jawab Maria terbata karena syok.
๐๐ฅ๐ถ๐ฉ, ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฉ๐ถ๐ฏ๐ช ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ฐ๐ฏ๐ต๐ณ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฅ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ช๐ญ. ๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ช๐ฃ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐ธ๐ข๐ณ๐จ๐ข ๐ต๐ข๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฉ, ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฑ๐ถ๐ด๐ช๐ฏ๐จ!
______
__ADS_1
"Maaf Kak. Kata ibu untuk sementara aku akan menginap menemani Kakak. Takut kenapa-kenapa," jelas Maria. Gadis itu menyerahkan segelas air hangat agar Vynnitta dapat meminum obatnya.
"Terimakasih, Maria. Kau dan ibumu sangat baik padaku. Tolong sampaikan juga ucapan terimakasih-ku untuk para warga di sini. Entah bagaimana nasibku jika tidak ada kalian," ucap Vynnitta sendu.Ingin rasanya ia menangis dan berteriak sekencang-kencangnya. Sungguh hal ini diluar dugaannya.
๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ถ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข ๐ฉ๐ข๐ญ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ช๐ญ ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ ๐๐ณ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ญ๐ช๐ฏ. ๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช? ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ต๐ข๐ฉ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข? ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ. ๐๐ณ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ญ๐ช๐ฏ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ต๐ข๐ถ. ๐๐ฏ๐ช ๐ข๐ฏ๐ข๐ฌ๐ฌ๐ถ, ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ฌ๐ถ. ๐๐ข ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ณ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข ๐ฌ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ถ๐ด๐ฏ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ด๐ข๐ฎ ๐ฌ๐ฆ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ๐ฑ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ช๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฆ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ ๐ด๐ข๐ฅ๐ข๐ณ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ญ๐ถ ๐ฃ๐ฐ๐ฅ๐ฐ๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐จ, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ณ๐ข๐ฑ ๐ฃ๐ข๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฆ๐ฎ๐ฐ๐จ๐ข ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข ๐๐ณ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ญ๐ช๐ฏ. ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฌ๐ข๐ฎ๐ช ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ฉ๐ข๐จ๐ช๐ข ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข๐ฎ๐ถ.
"Maria. Bisakah tinggalkan aku sendiri saja? Aku tidak apa. Ibumu sepertinya lebih membutuhkan kehadiranmu. Semua sudah kau siapkan. Itu sudah sangat membantuku," jelas Vynnitta dengan seulas senyum.
๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ข๐ฌ ๐๐บ๐ฏ๐ฏ๐ช๐ต๐ต๐ข ๐ฃ๐ถ๐ต๐ถ๐ฉ ๐ธ๐ข๐ฌ๐ต๐ถ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช. ๐๐ถ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ข๐ต๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ช ๐ด๐ต๐ข๐ต๐ถ๐ด ๐ฌ๐ฆ๐ข๐ฅ๐ข๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ช๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ช๐ฃ๐ถ.
Benar saja, setelah kepergian Maria. Vyn segera mengunci rapat pintu dan juga jendela. Kemudian ia meluruhkan tubuhnya di belakang pintu kamarnya. Vynnitta memeluk tubuhnya sendiri. Ia merangkul perutnya seakan janin dalam rahimnya telah benar-benar menjadi sosok bayi.
"Frankliiiinn!!" teriak Vynnitta.
__ADS_1
"Kenapa aku harus menanggung ini semua! Kenapa kau meninggalkan jejak ketika aku bertekad melupakan semua tentangmu!" Vynnitta terisak hingga dadanya terasa sesak. Entah berapa lama ia menangisi takdirnya, di atas lantai yang dingin itu. Bahkan perutnya yang lapar pun tidak ia hiraukan. Vyn ingin menghabisi waktunya untuk menangis sepuasnya malam ini.
"Aku tidak peduli jika hidupku yang hancur. Aku tidak memikirkan bagaimana masa depanku. Karena hatiku telah mati seiring kau yang memalingkan wajahmu dariku." Vyn membiarkan wajahnya bersimbah air mata. Baginya, mengeluarkan emosi itu harus. Namun, setelahnya ia harus kembali bangkit dan kuat demi calon bayinya.
________
"Hattchhiii ...!"
"Kenapa tiba-tiba tubuhku panas dingin seperti ini?" Franklin menggosok hidungnya, lalu memegangi kepalanya yang tiba-tiba berat.
"Vynnitta ... aku merindukanmu. Oma Elli, besok akan kembali ke rumah. Bagaimana aku akan menjawab jika ia menanyakan mu ...?" Franklin memijat pangkal hidungnya sambil bersandar di kepala sofa.
๐พHaihh, Frank. Seandainya kau tau nasib Vynnitta ...๐
__ADS_1
Bersambung>>>