Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Tim Yang Kompak.


__ADS_3

Gill menjalankan mobil dengan senyum lebar tercetak pada wajahnya. Ternyata tebakannya selama ini benar. Ia mulai menghitung sejak tadi, bahkan mengutak-atik ponselnya sambil menunggu Brandy selesai bersiap.


"Ceria sekali. Apa kau baru saja di telepon oleh istrimu?" tanya Brandy yang heran dengan sikap Gill barusan. Bagaimana tidak, jika sejak tadi Gill senyum-senyum sendiri dan kadang berteriak yes sambil menatap benda pipih dalam genggamannya itu.


"Ck, orang pintar ya gini lah. Otaknya akan terus berjalan bukan hanya diam meratapi nasib," tukas Gill, entah menyindir kepada siapa. Ia senang bukan kepalang karena telah menemukan sekelumit rahasia yang membuat majikannya itu kelimpungan bukan kepalang. Memangnya dia tidak tau, jika setiap malam majikanya itu susah tidur. Bahkan, ia pernah memergoki Franklin menangis dalam diam. Tentu saja hal itu membuatnya semakin bersemangat memutar otak demi mendatang kan kebahagiaan hakiki untuk pria baik yang terkadang juga jahat padanya itu. Ah, ya. Franklin seperti mempunyai dua sisi kemanusiaan yang bertolak belakang. Atau mungkin itu hanya kepada-nya saja.


"Ya itu kan memang tugasmu. Sebagai asisten kepercayaan. Kaki tangan yang diandalkan. Masa iya majikan juga yang harus berpikir. Lalu dia membayar mu mahal itu untuk apa!" kesal Brandy menanggapi ocehan Gill.

__ADS_1


"Setidaknya semangat lah sedikit. Berupaya mencari jalan untuk tau. Jangan hanya meratapi nasib dan menyalahi diri sendiri. Beri kesempatan pada hari dan jiwa untuk merubah dan mengganti semua waktu yang hilang. Waktu yang terbuang. Memberi kesempatan kedua pada diri sendiri itu perlu, demi memperbaiki apa yang telah rusak," tutur Gill bijak. Brandy tak dapat memungkiri jika semua yang diucapkan Gill ada benarnya juga.


Sebab ia juga tau dan pernah melihat jika Franklin sering tergugu dalam kesendiriannya. Brandy dan Gill adalah saksi kegilaan Franklin dalam mencari jejak Vynnitta selama bertahun-tahun. Mereka berdua adakah saksi dari seberapa besar penyesalan akibat kebodohan dan kelemahan Franklin. Juga, seberapa besar cinta dan kerinduan pria itu terhadap Vynnitta.


"Yaudah lah cuzz, kita berangkat. Aku semakin bersemangat jika semua bukti itu satu persatu telah terkuak. Aku akan kembali memastikan bahwa informasi yang kau dapatkan itu benar akurat, Gill." Brandy tersenyum penuh arti seraya menaik-turunkan alisnya.


"Sudah telat satu pekan tapi tak apa. Bagaimana kalau kita pura-pura mau memberikan acara surprise untuk Franklin. Kita ajak gadis yang cantik bak boneka itu bekerja sama membuat kejutan. Bocah perempuan itu pasti akan sangat antusias sekali. Apalagi, dia cukup dekat dengan Franklin," ucap Brandy memberi saran dengan ide briliannya.

__ADS_1


"Aku setuju, Pak Dokter. Ide anda jenius dan fantastis. Kita juga dapat melihat bagaimana tanggapan Vynnitta nanti. Jika hari kelahiran putrinya ternyata sama dengan tuan. Nanti, kita bisa pura-pura kaget ya." Keduanya pun lantas tertawa memikirkan rencana mereka.


"Ck. Ternyata kita kompak juga. Lumayanlah!" celetuk Brandy yang mana membuat Gill memutar bola matanya malas. Kenapa sih pria bisa berwajah secantik ini. Apa para wanita tidak akan minder? Karena setiap Brandy tersenyum manis, siapapun pasti akan mengira jika dirinya ini penyuka sesama jenis. Gill bergidik dengan isi dari pikirannya. Apalagi ketika kejadian salah paham itu kembali dalam ingatannya. Bagaimana dulu ia salah paham pada hubungan dekat antara Franklin dan sahabat sekaligus dokter pribadinya ini.


"Apa di desa ini tidak ada toko boneka?" celetuk Gill yang membuat Brandy melongo kan wajahnya.


PUKK!

__ADS_1



__ADS_2