Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Alessia Hilang


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


Alessia ternyata melupakan janjinya pada sang Mommy. Ia teramat tertarik kala mengira tengah melihat sosok dalam lukisannya hidup dan melewatinya.


"Oma," gumamnya kecil, hingga tanpa sadar ia telah berjalan menjauh dari restaurant.


"Di–dimana gadis kecil itu?" panik sang pramusaji yang sengaja di beri amanah oleh Vynnitta.


"Ah, kau ini! Bagaimana sih! Kenapa juga lengah, cepat cari dia!" ujar salah satu kawannya yang bertugas sebagai kasir.


Pramusaji itu pun berlari hingga keluar restoran, tapi ia juga bingung akan berbelok ke arah mana. Sementara ia tak melihat waktu hilangnya Alessia.


"Mira, ku rasa dasi ini akan cocok dengan warna kemejanya." Elli telah memegang beberapa dasi beraneka warna. Ada sekitar satu lusin dasi yang kini ia masukkan ke dalam keranjang. Dasi bermerek itu, ternyata mampu menembus angka di atas tiga puluh juta. Belum lagi beberapa kemeja yang Elli padankan dengan dasi-dasi tersebut.


"Total semua, seratus delapan belas juta!" ujar sang kasir. Kemudian kawan di sebelahnya cekatan dalam membungkus dengan rapi.


Kemudian Elli menyerahkan kartu ajaib berwarna hitam tersebut. Kartu no limit yang hanya di miliki oleh pengusaha kelas atas


Ketika hendak keluar dari toko, Elli dan Mira sang perawat. Di kejutkan oleh seorang gadis kecil yang tengah menunggu mereka dengan senyum merekah.

__ADS_1


"Oma!" panggilnya. Membuat Elli dan Mira saling berpandangan. Elli pun menundukkan dirinya agar dapat melihat wajah Alessia lebih dekat.


"Halo sayang, kau siapa? Kenapa bisa mengenal Oma?" tanya Elli heran. Sambil terus memperhatikan rupa gadis kecil bak boneka di hadapannya ini.


"Aku Alessia, Oma. Anak dari Mommy Erriana," jawab Alessia memperkenalkan dirinya dengan gaya bak princess.


"Aduh, cantik dan manisnya ...," puji Mira, ia tak mampu menahan gemasnya melihat attitude dari gadis kecil di hadapannya.


"Cantik sekali namanya, sama seperti orangnya," puji Oma sambil memainkan kunciran Alessia yang menambah kesan lucu dari gadis itu.


"Mana ibumu, sayang?" tanya Elli sambil menengok ke kanan dan ke kiri.


"Kenapa, sayang? Di mana Mommy Alessia?" tanya Elli panik, melihat ekspresi gadis kecil dihadapannya yang tengah menahan tangis itu.


Alessia hanya menggeleng, kemudian ia pun tak dapat lagi membendung tangisnya. Hingga akhirnya Alessia terisak dan sesenggukan.


"Miraa ... bagaimana ini? Dia malah menangis!" panik Elli mengguncang lengan perawat pribadinya itu.


"Kita ajak beli eskrim dulu mungkin. Siapa tau nanti kalau suasana hatinya tenang, dia mudah di ajak bicara," saran Mira.

__ADS_1


"Jangan menangis ya sayang. Ikut Oma saja beli eskrim ya," tawar Elli berusaha membujuk gadis kecil itu.


"No ...!"


"Ale mau Mommy!" pekik Alessia semakin histeris. Membuat para pengunjung dari toko tersebut sontak memperhatikan mereka.


"Sayang, jangan menangis. Oma jadi bingung." Elli yang baru kali ini menghadapi lagi tingkah anak kecil, cukup dibuat kalang kabut oleh kelakuan Alessia.


"Mommy! Ale mau Mommy!" teriak Alessia di tengah tangisannya. Wajah cantik gadis kecil itu telah bersimbah dengan air mata. Poninya berantakan dan basah dengan keringatnya. Aebenarnya Alessia tengah panik dan merasa bersalah, karena tanpa sengaja ia telah melanggar janji pada Mommy Eriana alias Vynnitta.


_______


"Bagaimana sih kalian ini!" amuk Vyn pada pramusaji restoran yang ia amanah kan menjaga Alessia.


"Uangku kau telan, tapi anakku kau abaikan!" hardik Vynnitta geram. Kalau menuruti emosi, ingin rasanya ia mencakar wajah pramusaji yang hanya bisa menunduk pasrah itu.


Akhirnya, Vynnitta berlalu dari restoran dan meminta pertolongan pada security pada pusat perbelanjaan tersebut.


Bersambung>>>>

__ADS_1


__ADS_2