Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
ketakutan Vynnitta.


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


๐˜‹๐˜ถ๐˜ฉ, ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ฉ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ค๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข-๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


"Sayang, Mommy kan hanya manusia biasa. Jadi wajar jika suatu hari melakukan kesalahan dan lupa," kilah Vynnitta mengelak. Ia berharap putrinya itu tidak bertanya lagi.


" Jadi begitu," sahut Alessia, seperti ada kekecewaan yang nampak dari raut wajah polosnya itu.


"Kenapa sayang? Ale suka ya di sini?" tanya Vyn berusaha mengorek isi hati putrinya. Karena bocah perempuan itu tiba-tiba murung.


"Hu'um, Ale senang karena bertemu dengan nenek yang ada di dalam lukisan Ale. Juga, Ale bertemu Daddy," jelas Ale yang mana kalimatnya barusan sontak membuat Vynnitta hampir terjengkang.


๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข!


๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ?


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ, ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ณ.


๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ฆ ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ, ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ.

__ADS_1


Vyn seketika panik, terlihat dari air mukanya yang tiba-tiba pias.


"Aโ€“Ale sayang. Apa yang barusan Ale katakan? Mommy tidak mengerti, Nak. Siapa yang Ale sebut Daddy?" ucap Vyn terbata, bagai manapun ia harus mengulik sejauh mana Alessia tahu. Jika Franklin adalah daddy-nya.


"Ale bertemu dengan Uncle tampan yang sangat baik. Ale mau punya Daddy seperti uncle itu, Mommy ...," rengek Alessia. Membuat Vynnitta seketika merasa lega.


๐˜๐˜ข๐˜ช๐˜ฉ๐˜ฉ, ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ต๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ฆ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข.


๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช, ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ.


"Sayang, princess-nya Mommy yang cantik dan pengertian. Ale kan baru pertama kali bertemu mereka. Ale harus ingat, bagaimanapun mereka adalah orang asing. Sehingga, Ale tetap harus mempertahankan diri. Tidak boleh gampang terkena rayuan serta tidak boleh terlalu mudah dalam mempercayai. Paham sayang?" jelas Vynnitta, yang mana akhirnya membuat Alessia bungkam dan mengangguk tanda mengerti.


Vynnitta pun tertawa geli melihat tingkah lucu putri semata wayangnya itu.


Tiba-tiba, kristal bening menggenang di sudut mata indah Vynnitta. Tak terbayangkan jika suatu saat nanti, Alessia di ambil dari sisinya. Ia tidak akan sanggup, bahkan membayangkannya saja sudah membuat dadanya seketika sesak.


Akan tetapi, hal itu pasti akan terjadi suatu hari nanti. Bahkan, semesta pun berpihak pada putrinya. Ia menemukan sosok pria yang selalu diimpikannya selama ini.


"Mommy, tas ransel Ale sudah beres semua. Lihatlah, rapi kan!" Alessia menunjukkan tas miliknya yang telah berisikan barang-barang pribadinya. Sontak Vyn segera mengusap cairan bening yang sempat meluncur di pipinya.


"Sangat rapi. Putri Mommy memang pintar dan mandiri," puji Vynnitta seraya mengecup kedua pipi Alessia. Itu biasa Vyn lakukan acap kali Ale melakukan hal yang benar.

__ADS_1


"Permisi, ada paket untuk nona Ale!" Sebuah suara yang berasal dari luar pintu hotel, menandakan bahwa barang-barang pesanan Ale telah tiba. Sungguh tepat waktu. Kini giliran Vynnitta memikirkan cara untuk membawanya.


"Terimakasih!" ucap Vyn, seraya memberikan beberapa lembar uang sebagai tip.


"Wah, putri Mommy sudah seperti seniman sungguhan. Lihatlah, semua peralatan ini bukanlah untuk seniman amatir!" tunjuk Vynnitta seraya menenteng kanvas yang masih terbungkus rapi itu.


"Terimakasih, Mommy. Karena telah mendukung hal yang Ale sukai. Muah!" Alessia menarik Vynnitta hingga sang mommy menunduk. Lalu gadis kecil itu melabuhkan ciuman di pipi Vyn sebagai ucapan terimakasihnya.


_____


"Ayo kita ke bawah, sekalian makan malam. Lalu Mommy akan langsung memesan tiket travel untuk kita pulang," ajak Vynnitta pada putrinya yang kini telah rapih.


"Wanginya, princess Mommy. Anak siapa sih ini?" goda Vynnitta sambil menciumi gemas kedua pipi Alessia. Bahkan putrinya itu bisa mandi dan berpakaian sendiri. Sudah sejak enam bulan lalu, Vynnitta tak lagi memandikan Alessia. Terkadang ia rindu masa dimana Alessia yang masih di urus olehnya. Tapi, Vynnitta juga tak mau menolak kenyataan jika putri kecilnya itu memang mandiri dan dewasa lebih cepat dari anak seusianya.


"Kenapa Mommy selalu tiba-tiba lupa ingatan sih? Kan Ale ini putri cantiknya Mommy Erriana yang juga sangat cantik," ucap Ale menyindir Vynnitta. Membuat sang Mommy terkekeh di buatnya.


_____


"Ternyata nona Erriana adalah narasumber di acara ini Tuan." Gill menunjukkan laptopnya yang mana berisikan informasi mengenai sepak terjang Erriana di dunia pengobatan herbal.


Bersambung>>>

__ADS_1


__ADS_2