
๐น๐น๐น๐น๐น
Raisa terhuyung hingga terjerembab di atas kasur sebuah ayunan tangan yang begitu cepat mendarat secara kasar di pipinya.
๐๐ฌ๐ฉ, ๐ด๐ช๐ข๐ญ๐ข๐ฏ!
๐๐ช๐ต๐ณ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ-๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ณ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ง๐ข๐ข๐ต๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฌ๐ฆ๐ข๐ฅ๐ข๐ข๐ฏ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ญ๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ช๐ฏ๐ช.
Raisa segera meraba sebelah pipinya yang panas, bahkan terlihat cetakan jari yang membekas merah.
"Kau sudah lemah dan kalah! Jangan berlagak sok di depanku!" teriak Citra, seraya menuding Raisa dengan telunjuknya.
"Akui saja, jika memang kau payah! Kau bahkan takkan bisa mengalahkan ku dengan talenta. Sejak kecil kau hanya gadis bodoh yang pandai mengadu." Raisa mengejek Citra puas. Meski tersirat takut dalam hatinya kini. Ia tau jika Citra pasti masih menyimpan copy-an dari vidio tersebut.
"Jangan sembarangan bicara!"
BYUURR!
Raisa cukup kaget tatkala kepala dan wajahnya di siram air dingin oleh Citra. Ia terkesiap karena tak sempat menghindar.
"Rasakan. Setiap penghinaan dari mulutmu akan dapat ku balas sekarang!' Citra memekik di depan wajah Raisa.
" Buktikan padaku. Kalahkan aku diarena balap mobil, jika kau memang memiliki kemampuan!" tantang Raisa. Dengan senyum liciknya. Karena menurut yang ia tau, Citra selalu kalah balapan dengannya kala dulu.
"Siapa takut!" Citra menerima tantangan dari Raisa dengan percaya diri. Karena selama ini ia telah mempelajari teknik untuk mengemudikan kendaraan tersebut.
__ADS_1
Raisa pun meminta tenggat waktu pada Citra selama beberapa hari, hingga keadaan pada tubuhnya membaik.
"Tidak lebih dari 24 jam. Kau juga akan terus berada dalam pengawasanku." Citra pun keluar dengan membanting pintu.
"Kau benar-benar melampiaskan dendam mu pada waktu yang salah Citra. Aku akan membuatmu menyesal karena telah bermain-main denganku." Raisa menyimpan segala rencana liciknya dalam hati. Ia berusaha turun untuk membersihkan diri, meski harus berjalan tertatih hingga kamar mandi.
_______
Tibalah waktu yang dinantikan dengan aura ketegangan yang menguar dari keduanya.
Raisa dan Citra telah bahkan telah sangat siap dengan kendaraannya masing-masing.
๐๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐๐ญ๐ฆ๐น ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ช๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฐ๐ฃ๐ช๐ญ ๐ฎ๐ฆ๐ธ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ถ๐ฎ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐จ๐ช๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข .
Keduanya pun membunyikan starter yang mengepulkan banyak asap di udara. Suara bising dari mesin kendaraan masing-masing cukup memekakkan telinga.
Tibalah saatnya mereka melajukan kendaraan di atas aspal sirkuit ilegal.
๐๐ฌ๐ถ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐๐ข๐ช๐ด๐ข!
๐๐ข๐ญ๐ถ, ๐ฌ๐ข๐ณ๐ช๐ณ ๐ด๐ฆ๐ณ๐ต๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ข ๐ฅ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฎ๐ถ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฎ๐ข๐ต ๐ด๐ข๐ข๐ต ๐ช๐ต๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข.
๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ณ๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข ๐ฉ๐ข๐ฃ๐ช๐ด๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ถ! ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฅ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ข๐ต๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐จ๐ช๐ฎ๐ถ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐จ๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐ฉ๐ข๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ญ๐ข๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ต๐ช๐ข๐ฅ๐ข ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ช๐ฏ๐ช
Batin Raisa dengan seringai penuh dendam, namun ia tetap fokus dalam mengendarai kendaraan itu secepat mungkin.
__ADS_1
๐๐ช๐ต๐ณ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ช๐ณ ๐๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ฆ๐ญ๐ข๐ซ๐ข๐ณ๐ช๐ฏ๐บ๐ข? ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ. ๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐๐ช๐ต๐ณ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ฑ๐ญ๐ฐ๐ข๐ฅ ๐ท๐ช๐ฅ๐ช๐ฐ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ต. ๐๐ต๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ณ๐ช๐ณ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฏ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ช๐ฌ๐ถ๐ต๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฎ๐ข๐ต.
Tiba pada tikungan terakhir. Raisa nampak membawa kendaraan roda empatnya itu menukik tajam. Begitu pun dengan Citra, ia menyusul Raisa. Agar berada di lajur paling depan.
Melihat selah, Citra ingin menyerempet kendaraan Raisa agar sepupunya itu kalah. Namun, yang terjadi justru di luar dugaan keduanya. Entah kesalahan siapa, hingga kendaraan keduanya mengalami pecah ban. Mobil keduanya bertabrakan dengan kencang lalu berakhir dengan terguling beberapa kali.
Mobil keduanya mengeluarkan asap pada bagian depannya. Sementara para kru bayaran segera mendekati kendaraan tersebut demi menolong para pengemudinya.
Raisa dan Citra berhasil dikeluarkan dalam keadaan yang tak sadarkan diri. Para kru dengan cepat menyelamatkan keduanya sebelum mobil-mobil mewah tersebut.
_________
"Raisa kecelakaan, Frank. Ia balapan liar dengan salah satu teman wanitanya." Oma Elli menghampiri sang cucu di dalam kamarnya.
"Astaga! Bayiku!" Franklin segera berlari keluar kamar sebelum Elli menyelesaikan kabar atas berita tersebut.
"Tungguโtunggu? Bayi siapa? Kening Elli berkerut tiga lapis, karena heran.
"Ouh, Oma! Di rumah sakit mana Raisa sekarang?" tanya Franklin yang menampakkan wajahnya kembali di kamar.
"Makanya jangan terburu-buru. Raisa berada di rumah sakit unit daerah xxx. Lalu, apa maksudmu dengan bayi?" Elli pun menanyakan kebingungannya agar terjawab segera.
"Iโitu ... ,"
Bersambung>>>
__ADS_1