Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Kecelakaan Di Arena Balap


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Raisa terhuyung hingga terjerembab di atas kasur sebuah ayunan tangan yang begitu cepat mendarat secara kasar di pipinya.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ฉ, ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ!


๐˜Š๐˜ช๐˜ต๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ง๐˜ข๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช.


Raisa segera meraba sebelah pipinya yang panas, bahkan terlihat cetakan jari yang membekas merah.


"Kau sudah lemah dan kalah! Jangan berlagak sok di depanku!" teriak Citra, seraya menuding Raisa dengan telunjuknya.


"Akui saja, jika memang kau payah! Kau bahkan takkan bisa mengalahkan ku dengan talenta. Sejak kecil kau hanya gadis bodoh yang pandai mengadu." Raisa mengejek Citra puas. Meski tersirat takut dalam hatinya kini. Ia tau jika Citra pasti masih menyimpan copy-an dari vidio tersebut.


"Jangan sembarangan bicara!"


BYUURR!


Raisa cukup kaget tatkala kepala dan wajahnya di siram air dingin oleh Citra. Ia terkesiap karena tak sempat menghindar.


"Rasakan. Setiap penghinaan dari mulutmu akan dapat ku balas sekarang!' Citra memekik di depan wajah Raisa.


" Buktikan padaku. Kalahkan aku diarena balap mobil, jika kau memang memiliki kemampuan!" tantang Raisa. Dengan senyum liciknya. Karena menurut yang ia tau, Citra selalu kalah balapan dengannya kala dulu.


"Siapa takut!" Citra menerima tantangan dari Raisa dengan percaya diri. Karena selama ini ia telah mempelajari teknik untuk mengemudikan kendaraan tersebut.

__ADS_1


Raisa pun meminta tenggat waktu pada Citra selama beberapa hari, hingga keadaan pada tubuhnya membaik.


"Tidak lebih dari 24 jam. Kau juga akan terus berada dalam pengawasanku." Citra pun keluar dengan membanting pintu.


"Kau benar-benar melampiaskan dendam mu pada waktu yang salah Citra. Aku akan membuatmu menyesal karena telah bermain-main denganku." Raisa menyimpan segala rencana liciknya dalam hati. Ia berusaha turun untuk membersihkan diri, meski harus berjalan tertatih hingga kamar mandi.


_______


Tibalah waktu yang dinantikan dengan aura ketegangan yang menguar dari keduanya.


Raisa dan Citra telah bahkan telah sangat siap dengan kendaraannya masing-masing.


๐˜œ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜น ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข .


Keduanya pun membunyikan starter yang mengepulkan banyak asap di udara. Suara bising dari mesin kendaraan masing-masing cukup memekakkan telinga.


Tibalah saatnya mereka melajukan kendaraan di atas aspal sirkuit ilegal.


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜™๐˜ข๐˜ช๐˜ด๐˜ข!


๐˜“๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข.


๐˜’๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ซ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ! ๐˜›๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ถ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ถ. ๐˜’๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช


Batin Raisa dengan seringai penuh dendam, namun ia tetap fokus dalam mengendarai kendaraan itu secepat mungkin.

__ADS_1


๐˜Š๐˜ช๐˜ต๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข? ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ. ๐˜’๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜Š๐˜ช๐˜ต๐˜ณ๐˜ข ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฃ๐˜ฐ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ข๐˜ฅ ๐˜ท๐˜ช๐˜ฅ๐˜ช๐˜ฐ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ต. ๐˜ˆ๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต.


Tiba pada tikungan terakhir. Raisa nampak membawa kendaraan roda empatnya itu menukik tajam. Begitu pun dengan Citra, ia menyusul Raisa. Agar berada di lajur paling depan.


Melihat selah, Citra ingin menyerempet kendaraan Raisa agar sepupunya itu kalah. Namun, yang terjadi justru di luar dugaan keduanya. Entah kesalahan siapa, hingga kendaraan keduanya mengalami pecah ban. Mobil keduanya bertabrakan dengan kencang lalu berakhir dengan terguling beberapa kali.


Mobil keduanya mengeluarkan asap pada bagian depannya. Sementara para kru bayaran segera mendekati kendaraan tersebut demi menolong para pengemudinya.


Raisa dan Citra berhasil dikeluarkan dalam keadaan yang tak sadarkan diri. Para kru dengan cepat menyelamatkan keduanya sebelum mobil-mobil mewah tersebut.


_________


"Raisa kecelakaan, Frank. Ia balapan liar dengan salah satu teman wanitanya." Oma Elli menghampiri sang cucu di dalam kamarnya.


"Astaga! Bayiku!" Franklin segera berlari keluar kamar sebelum Elli menyelesaikan kabar atas berita tersebut.


"Tungguโ€“tunggu? Bayi siapa? Kening Elli berkerut tiga lapis, karena heran.


"Ouh, Oma! Di rumah sakit mana Raisa sekarang?" tanya Franklin yang menampakkan wajahnya kembali di kamar.


"Makanya jangan terburu-buru. Raisa berada di rumah sakit unit daerah xxx. Lalu, apa maksudmu dengan bayi?" Elli pun menanyakan kebingungannya agar terjawab segera.


"Iโ€“itu ... ,"


Bersambung>>>

__ADS_1


__ADS_2