Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Alessia Adalah Putriku


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


Vynnitta lantas menarik tangannya cepat. Ia telah tersadar atas apa yang telah dilakukannya.Vyn merutuki dirinya kenapa harus semudah itu terbawa suasana. Padahal ia telah berjanji pada dirinya sendiri, agar mampu mengendalikan perasaannya untuk tidak kembali menjadi Vynnitta yang bodoh.


"Anda baik-baik saja. Seharusnya urusan kita sudah selesai. Tidak ada yang perlu saya pertanggung jawabkan." Vynnitta berkata dengan lugas. Tanpa menatap kearah Franklin. Karena ia tengah sibuk membersihkan tangannya dengan desinfektan.


"Apa tubuh ku ini penuh kuman sampai kau membersihkan tangan mu seperti itu?" tanya Franklin, yang terus menatap Vynnitta dengan segenap kerinduannya.


" Karena ini adalah protokol kesehatan, setelan berinteraksi dengan pasien. Lagipula, setelah ini kan kita mau makan siang," ucap Vyn mencoba tenang dan tak menampilkan sikap berlebihan. Padahal jauh di lubuk hatinya. Ia tengah menjerit menahan malu dan grogi hingga ujung kakinya gemetar.


"Tapi, aku ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk berbicara denganmu," ucap Franklin kemudian beranjak dan melangkah perlahan hendak mendekati Vynnitta.

__ADS_1


Vyn sontak menghentikan gerakan cuci tangannya. Ekor matanya waspada akan gerakan selanjutnya dari Franklin. Ia berusaha menguatkan dirinya untuk tidak menghambur dan memeluk pria yang telah membuatnya kecewa itu.


"Vynnitta, aku mengejarmu kesini karena ingin meminta--" ucapan Franklin terpotong karena pekikan nyaring dari gadis kecil berpakaian lucu. Jangan lupakan kepang duanya yang di buntal menyerupai kerucut di kanan dan kiri kepalanya.


"Alessia ...!" panggil Franklin seraya membuka lebar kedua tangannya. Gadis kecil itu pun dengan suka rela melompat ke dalam gendongan Franklin.


"Ale, turun!" perintah Vyn yang mana membuat kedua mata putrinya itu mendung. Franklin pun sontak menengok dan menatap heran kepada Vynnitta.


"Kenapa Mommy?" tanya Ale dengan air mata yang hampir meluncur turun akibat nada tinggi dari Vynnitta.


"Tidak apa Nona Saga. Saya tidak keberatan jika Ale seperti ini. Saya sangat senang, tolonglah. Jangan membuatnya bersedih," pinta Franklin, dadanya mendadak sesak melihat Alessia yang hampir menangis.

__ADS_1


"Ale, menurut lah pada Mommy. Alessia tidak biasanya seperti ini. Apa Ale ingin membuat Mommy malu di hadapan tamu!" tanpa sadar Vynnitta memekik sehingga membuat Alessia turun dengan cepat dari gendongan Franklin. Gadis kecil itu berlari kencang keluar setelah menatap dengan mata bercucuran air mata ke arah Vynnitta.


"Huwaaa ...!!"


"Kau membuatnya menangis, tega sekali." Franklin menatap tak percaya pada Vynnitta, karena wanita itu tega membentak putri kecilnya sendiri lantaran hanya bermanja pada dirinya.


"Tidak perlu mendikte ku! Tau apa kau akan caraku dalam mendidik putriku sendiri. Sebaiknya kau urus dirimu dan juga keluarga mu. Jangan memasang topeng di hadapan putriku!" hardik Vynnitta dengan nada sarkas kepada Franklin. Napasnya menderu dengan dada naik turun. Ia beberapa kali menekankan kata putriku pada kalimat nya.


"Bukan begitu maksudku, tolong jangan marah dan salah faham. Aku sama sekali tidak keberatan jika Alessia bersikap seperti itu padaku. Aku telah menganggapnya sebagai putriku sendiri," ucap Franklin perlahan. Tanpa ia sadari justru pernyataannya barusan membuat tanduk Vynnitta semakin mencuat keluar.


"Apa kau bilang? Menganggap selayaknya putrimu sendiri! Apa kau sedang membuat lelucon? Mana bisa kau menganggap putriku, sebagai putrimu sendiri! Alessia adalah putriku dan selamanya hanya putriku!" bentak Vynnitta tanpa sadar ia telah membuka sesuatu yang semakin memperbesar kecurigaan Franklin.

__ADS_1


"Aku tidak berniat mengambilnya darimu, kenapa kau setakut itu?" pancing Franklin yang mana membuat wajah Vynnitta seketika pucat pasi.


Bersambung>>>


__ADS_2