Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Ungkapan Hati Ke Hati


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


Vynnitta pun memandang Franklin sama lekatnya. Ia pun menuruti kata hatinya, tersenyum tulus lalu mengangguk. Hatinya lega, ia telah tau dengan pasti siapa dirinya bagi Franklin. Vynnitta telah paham posisinya dalam keluarga Bou. Ia tak lagi merasa sebagai parasit atau bahkan bakteri perusak inti sel. Atau, apapun itu, yang menurut nya jelek dalam pandangan orang lain.


"Jujur, aku juga sangat merindukan mu. Setiap waktu yang berjalan begitu menyiksa. Hanya, kehadiran Alessia yang membuat hidupku kembali menemukan makna dan juga warna. Dulu, penyatuan kita hanya demi menyelamatkan nyawamu itu saja. Aku, hanya ingin melihat kau hidup, melihat Oma bahagia. Sekarang, kita melakukan ini bukan hanya demi Alessia. Akan tetapi, demi kebahagiaan kita. Jadi, lakukanlah," tutur Vynnitta memberi ijin dan juga akses bagi Franklin.


Saking bahagianya mendengar penuturan jujur dari bibir Vynnitta, Franklin tak kuasa menutupi haru yang menyeruak bebas dari dalam dadanya. Satu kalimat yang sangat ia harapkan, satu hal yang ia takutkan tidak lagi ia dapatkan dari Vynnitta. Ternyata, semua di luar dugaannya. Wanita di hadapannya ini, ternyata sama seperti nya. Sama-sama memendam rasa dan rindu yang teramat dalam. Hingga, tiada satu sosok pun yang mampu menyusup masuk.

__ADS_1


Dalam linangan haru lantaran lega dan bahagia. Franklin menangkup kedua pipi Vynnitta dengan telapak tangannya yang besar. Hingga wajah tirus itu terlihat begitu mungil. "Satu hari ini, aku beberapa kali menangisi wanita. Dua wanita yang sangat penting dalam hidupku. Tanpa kalian, lebih baik aku pindah ke alam baka saja. Aku telah berselimut kan putus asa bertahun-tahun lamanya. Tapi, kini--" Franklin tidak dapat meneruskan kalimatnya karena ia merasa jika tenggorokannya tercekat oleh rasa sesak yang selama ini ia tahan.


"Keluarkan saja, jangan di tahan lagi. Aku sudah menjadi milikmu. Begitupun denganmu. Kita, akan saling memiliki mulai hari ini. Akan membesarkan Alessia bersama-sama. Jangan sedih lagi, ku mohon!" Vyn ikut menangkup rahang berbulu halus milik Franklin. Menghapus jejak kristal yang mengalir dengan ibu jarinya yang lentik.


"Aku tidak akan berjanji padamu. Kali ini, akan ku buktikan padamu. Bahwa, kau dan Alessia akan bahagia di masa depan. Aku akan membayar lima tahun kesedihan kalian dengan kebahagiaan yang berlipat. Aku akan menjadi dayang mu. Menjadi pesuruh mu. Menjadi hamba mu, Tuan Putri ku yang mulia," ucap Franklin serius dengan kepala menunduk di akhir kalimatnya.


"Tentu saja, apapun keinginanmu itu adalah perintah bagiku." Franklin membungkukkan dirinya. Kemudian mendongak dan betapa terpesonanya tatkala tatapannya menangkap tawa Vynnitta yang lepas.

__ADS_1


"Kau sangat cantik malam ini, lebih cantik dari beberapa waktu lalu aku mengenalmu. Kau, laksana bidadari yang turun dari nirwana. Bolehkah aku, menikmati pemberian dari pemilik semesta yang maha sempurna ini?" tanya Franklin di balik puja dan pujiannya. Jemarinya telah terulur menyusuri lekuk wajah natural Vynnitta yang begitu mempesona. Entah kenapa, selain melankolis malam ini dirinya manjadi begitu puitis. Mungkinkah, ini semua ungkapan dari hari terdalamnya?


"Aku milikmu, Franklin. Lakukan apa yang seharusnya kau lakukan sebagai suamiku," ucap Vyn lembut menggoda. Bahkan, ia meraih telapak tangan Franklin dan mengecup bagian dalamnya. Membuat tubuh Franklin seketika bagaikan tersengat listrik berdaya tegang tinggi.


Tak tahan lagi. Apalagi Vynnitta telah memberi akses dan ijin padanya. Franklin pun mendekatkan wajah mereka hingga tiada lagi jarak yang tersisa.


Sensasi rasa luar biasa merasuki raga dan juga jiwa keduanya. Tatkala bibir mereka saling menyesap dan membalas kecupan hingga lumataan. Betapa, energi luar biasa seakan merasuk dalam tubuh Vynnitta. Hingga, tangannya yang mengalung di leher Franklin kini ikut memberi remasan pada belakang kepala suaminya itu.

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2