
🌹🌹🌹🌹🌹
Maria sampai menggigit bibir bawahnya saking girang. Bagaimana tidak senang, jika saat ini tangannya tenaga di genggam oleh pria setampan Brandy. Hanya saja, Maria tetap berusaha untuk bersikap biasa saja. Ia tak mau berlebihan dalam menanggapi segala perhatian dari pria kota ini.
"Ceilaah, udah pegang-pegangan tangan aja," ledek Gill, membuat Brandy segera melepaskan tangannya dari Maria. Pria berambut silver itu menoleh kepada Maria, karena khawatir jika gadis itu tidak menerima perlakuannya. Akan tetapi kekhawatirannya tidaklah terjadi, Maria justru membalas senyumnya. 'Aku kok yakin kalau dia juga menyukaiku.' Batin Brandy penuh percaya diri.
"Ada perlu apa kerumah? Apa ada yang sakit?" tanya Maria ketika dirinya telah berada di dalam mobil. Mereka hanya perlu menempuh setengah perjalanan lagi untuk sampai ke rumah Vynnitta, yang tak lain juga rumahnya. Sebab, Maria lah yang menghibahkan tanah kosong untuk di bangun dan di jadikan dapur herbal oleh Vynnitta.
"Tidak kok. Lagipula memangnya harus nunggu sakit dulu, baru bisa main kerumah kamu," jawab Brandy lembut yang mampu membuat Maria salah tingkah. Hanya saja gadis itu sungguh pandai merubah ekspresinya dengan cepat.
"Sebenarnya mau main kerumah saya atau nona Saga?" selidik Maria. Maria semakin curiga jika Brandy tadi memang hanya berniat menggoda untuk merayunya.
__ADS_1
"Kerumah nona Saga juga kerumah mu. Bukankah rumah kalian bersebelahan?" jawab Brandy dengan pertanyaan lagi. Membuat Maria semakin menaruh curiga.
"Jangan curiga gitu dong, Nona cantik. Kami hanya ingin kalian berkerja sama. Terutama anda dan juga nona kecil Alessia," jelas Brandy. Dirinya jengah dan pegal mendengar Brandy hanya bicara mutar-mutar sejak tadi.
"Bekerja sama apa maksudnya? Kenapa bawa-bawa Alessia?" heran Maria. Ia menatap Brandy dan Gill bergantian.
"Begini, Nona manis. Kami ingin membuat kejutan untuk Franklin sahabatku. Pekan lalu atau tepatnya dua hari sebelum kami kesini, dia berulang tahun. Hanya saja, di karenakan suatu kejadian maka kami tidak sempat merayakan ulang tahunnya. Jadi, kami bermaksud memberi kejutan di tempat yang istimewa ini. Sehingga, sahabat kami itu akan memiliki kenangan yang tidak akan terlupakan," jelas Brandy yang sama sekali tidak melepaskan pandangannya dari wajah cantik natural Maria. Wajah tanpa polesan berlebihan itu justru mampu menarik perhatian pria metroseksual macam Brandy.
"Anggap saja begitu. Karena tuan saya itu sangat menyayangi nona Alessia. Sehingga kami yakin rencana ini akan bertambah seru jika si cantik Alessia ikut mendukung rencana ini," ucap Gill sambil mengemudi. Hingga tanpa sadar mereka telah sampai di depan pekarangan rumah Vynnitta.
"Mommy, itu kan mobil uncle ganteng!" pekik Alessia yang saat ini kebetulan berada di teras rumah. Dirinya tengah melukis bunga yang di tanam Vynnitta. Bunga kuning dengan kelopak pipih besar dan panjang. Selalu menghadap kemana arah matahari terbit. Sebab itulah bunga tersebut di namakan sama dengan sang surya.
__ADS_1
Vyn yang memang tengah menemani putri nya seketika menoleh kearah yang ditunjuk Alessia. Ia menelan ludahnya kasar, tentu karena dirinya belumlah siapa bertemu Franklin lagi. Vyn tidak nyaman jika Franklin terus mencecar tentang identitas Alessia. Vyn takut jika emosinya tidak terkontrol seperti kemarin-kemarin. Justru hal itu akan menambah kecurigaan dari Franklin. Terbukti, sampai sekarang Franklin masih berada di desa ini.
"Hai kak!"
"Maria! Bagaimana bisa kau turun bersama pria-pria kota itu? Apa mereka telah melakukan sesuatu padamu?" cecar Vyn khawatir. Apalagi ketika ia melihat senyum Gill dan Brandy yang begitu penuh arti.
'Dimana dia?' Batin Vynnitta mencari keberadaan Franklin.
.
__ADS_1
...Bersambung...