
๐น๐น๐น๐น๐น
๐๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ถ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ข๐ด๐ข ๐ฃ๐ถ๐จ๐ข๐ณ ๐ฑ๐ข๐จ๐ช ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฆ๐ช๐ฏ๐จ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ, ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ต ๐ช๐ต๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ช๐ณ ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ถ. ๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ช ๐๐ณ๐ข๐ฏ๐ฅ๐บ. ๐๐ฆ๐ฎ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ณ๐ข๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ช๐ฏ๐จ๐ถ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ณ๐ช ๐ต๐ข๐ถ, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ฆ๐ต๐ช๐ข๐ฑ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ค๐ช๐ถ๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ช๐ต๐ถ, ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ข ๐จ๐ฆ๐ซ๐ข๐ญ๐ข ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ต๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฅ๐ข.
Franklin, buru-buru turun dari kasurnya. Sebelum pembantunya itu menyadari, bahwa dirinya sudah bangun. Ia tak ingin, beradu mulut setiap kali mereka bertatap muka.
"Aku akan mengucapkan terima kasih padamu, nanti." Franklin menaikkan selimut Vyn yang melorot. Tanpa di duganya, gadis itu justru menarik tangannya.
๐๐ช๐ข๐ญ! ๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ณ๐ถ๐ด ๐ฑ๐ฆ๐ฅ๐ถ๐ญ๐ช ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฉ, ๐ช๐ต๐ถ ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ช๐ฌ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ช๐ฎ๐ถ๐ต ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ. ๐๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐ฉ๐ข๐ญ ๐ฃ๐ฆ๐ด๐ข๐ณ. ๐๐ข๐ช๐ฉ๐ฉ, ๐ฑ๐ฆ๐จ๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ข๐ฏ๐จ.
Franklin berusaha menarik tangannya, dari cekalan Vyn. Akan tetapi, gadis itu malah meletakkan tangan Franklin ke depan dada seraya memeluknya.
"Hei kau! Apa-apaan ini!" Tanpa sadar Franklin berteriak. Namun, Vyn tetap saja tertidur dengan pulas.
"Bagaimana bisa? seorang majikan bangun lebih dulu dari pembantunya?" geram Franklin sembari mengeratkan rahangnya.
Franklin yang sejak menikah hanya di beri jatah beberapa kali oleh Raisa. Merasa seketika tubuhnya memanas, karena Vyn meletakkan telapak tangan Franklin di dadanya.
ย Bagaimanapun, ia adalah pria normal. Seorang suami yang telah lama di abaikan oleh istrinya sendiri. Semenjak, racun itu menggerogoti tubuhnya, keperkasaannya mengalami penurunan drastis.
Raisa pun mempermasalahkan hal itu, dirinya seakan memiliki alasan logis untuk berselingkuh dengan pria lain.
Melihat Raisa tanpa pakaian pun, Franklin tidak akan bereaksi. Hasratnya seakan mati rasa. Akan tetapi tidak dengan perasaan cintanya. Hatinya sangat sakit dan kecewa mengetahui pengkhianatan keduanya di depan matanya sendiri.
๐๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐จ๐ฆ๐ญ๐ฐ๐ณ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฌ๐ถ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ต๐ช๐ฃ๐ข-๐ต๐ช๐ฃ๐ข ๐ด๐ฆ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฅ๐ช๐ฉ ๐ฅ๐ช ๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ ๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ, ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ถ ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฉ ๐ฅ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข. ๐๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ! ๐๐ช๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข! ๐๐ฉ, ๐ฆ๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฌ ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐ญ. ๐๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข, ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ช๐ฏ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ญ๐ช๐ฌ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ข๐จ๐ถ๐ด. ๐๐ฆ๐ช! ๐๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฑ๐ช๐ฌ๐ช๐ณ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐๐ณ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ญ๐ช๐ฏ!
Lagi-lagi, pria itu berusaha melepaskan tangannya dari genggaman gadis di atas sofa. Seketika Vyn menggeliat, membuat kancing atas pada piyamanya terbuka.
"Sial! Apa gadis ini sengaja menggodaku!" umpat Franklin dengan suara yang tertahan. Masalahnya, posisi tidur Vyn, justru memperlihatkan sedikit dadanya yang nampak padat serta mulus.
Franklin, tak dapat lagi menahan gejolak di dalam dirinya. Keinginan yang telah lama tidak keluar dari dalam tubuhnya. Sebuah gelora yang sekian purnama tidak lagi ia rasakan. Kini, tiba-tiba bergejolak seperti ada sesuatu yang ingin ia ledakkan dari dalam dirinya.
Entah kemasukan setan apa, tiba-tiba tangan Franklin terulur cepat, membuka kancing piyama Vyn satu persatu. Hingga, bongkahan dengan penutup berwarna merah itu nampak jelas memancing air liurnya. Franklin menyentuhnya, perlahan.
__ADS_1
Hangat dan empuk, lalu ia memberi remasan pelan. Sambil memperhatikan pergerakan atau reaksi dari gadis yang tengah tertidur pulas itu. Ketika di rasa, tak ada reaksi dari Vyn. Franklin tak tahan lagi, lalu ia memajukan wajahnya.
๐๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฃ๐ช๐ด๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ฌ๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐ค๐ถ๐ณ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ด๐ถ๐ฎ. ๐๐ฆ๐ฏ๐ช๐ฌ๐ฎ๐ข๐ต๐ช ๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ด๐ฆ๐ค๐ข๐ณ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ-๐ฅ๐ช๐ข๐ฎ. ๐๐ข๐ฑ๐ช ... ๐ข๐ณ๐ฐ๐ฎ๐ข ๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ๐ฏ๐บ๐ข, ๐ฌ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฑ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ถ๐ฌ๐ข๐ช๐ฏ๐บ๐ข.
Franklin terus bermain-main di kedua puncak gunung himalaya tersebut, karena ia telah membuka pengait di kedua tali depannya.
Pria itu begitu menikmatinya, hingga suara desah merdu keluar dari sang pemilik gunung.
๐๐ช๐ข๐ญ! ๐๐ฑ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ฏ๐จ๐ถ๐ฏ?
Franklin, mendongak dengan keadaan bibirnya yang masih belum melepas puncak gunung.
๐๐ถ๐ข๐ณ ๐ฃ๐ช๐ข๐ด๐ข! ๐๐ช๐ข ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ฑ๐ถ๐ญ๐ข๐ด ๐ณ๐ถ๐ฑ๐ข๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ต๐ช๐ฅ๐ถ๐ณ ๐ข๐ต๐ข๐ถ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช ๐ด๐ช๐ฉ? ๐ฅ๐ช ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฌ๐ฐ๐ด๐ข ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ข๐ฅ๐ข๐ณ. ๐๐ฆ๐ต๐ข๐ฑ๐ช, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ด๐ข๐ฅ๐ข๐ณ ๐ถ๐ฏ๐ต๐ถ๐ฌ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ช๐ต๐ถ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ญ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ด๐ฆ๐ด๐ถ๐ข๐ต๐ถ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ข๐ฏ๐ฆ๐ฉ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช๐ฌ๐ถ.
Franklin melepaskan mulutnya dari kedua bongkahan milik Vyn, merapikan kembali pakaian gadis itu seperti semula. Lalu, iapun segera beranjak keluar sebelum keinginan lainnya tak lagi mampu ia redam. Ia benar-benar merasa keanehan yang nyata pada dirinya.
๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐๐บ๐ฏ, ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ-๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ. ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ฉ ๐ด๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฌ๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ข๐ฉ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐จ๐ข๐ฅ๐ช๐ด ๐ช๐ฏ๐ช ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ถ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐จ๐ฌ๐ถ. ๐๐ข๐จ๐ข๐ช๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ข๐ถ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ถ๐ญ๐ข๐ฌ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข. ๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ.
Tap. Tap. Tap ...
Tanpa ia sadari, sepasang mata tajam dengan senyuman sinis nya tengah memperhatikan dirinya dari balik dinding di lantai sebelumnya.
๐๐ณ๐ข๐ฏ๐ฌ๐ญ๐ช๐ฏ, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ต๐ฆ๐ณ๐ญ๐ช๐ฉ๐ข๐ต ๐ด๐ฆ๐ฉ๐ข๐ต. ๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ต๐ถ๐ฃ๐ถ๐ฉ๐ฎ๐ถ ๐ค๐ถ๐ฌ๐ถ๐ฑ ๐ฌ๐ถ๐ข๐ต ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ-๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ ๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐ข๐ฑ๐ช, ๐ข๐ฌ๐ถ ๐บ๐ข๐ฌ๐ช๐ฏ. ๐๐ฆ๐ณ๐ญ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฑ๐ข๐ด๐ต๐ช ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ต๐ช. ๐๐ฌ๐ถ ๐ต๐ข๐ถ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ด๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ต ๐ต๐ฆ๐ณ๐ด๐ช๐ฌ๐ด๐ข ๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ-๐ข๐ฌ๐ฉ๐ช๐ณ ๐ช๐ฏ๐ช, ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ.
Wanita itu, mencengkeram pagar pembatas di lantai tempatnya berdiri dengan anggun.
"Rai!" panggil seorang wanita tua yang masih terlihat bugar dan cantik. Meski seluruh rambutnya telah berubah warna.ย Tongkat berkepala rubi dengan ukuran yang cukup besar, selalu setia di bawanya. Entah untuk apa, sedangkan wanita itu masih gagah ketika berjalan.
"Oma Elli." Wanita yang bernama Raisa itu pun segera menghampiri, wanita tua.
"Kapan kau pulang ke mansion ini? kenapa Oma tidak tau?" tanya oma Elli dengan raut wajah penuh kerinduan. Sepertinya, wanita itu tidak tau apa yang telah di lakukan wanita ular derik itu terhadap cucu kesayangannya. Cucu satu-satunya. Entah, apa yang akan terjadi? jika oma Elli mengetahuinya.
"Dini hari, Oma. Maaf, jika aku belum sempat menemui mu. Kau sepertinya sangat sehat dan bertambah cantik saja," puji Raisa. Membuat wanita tua itu senang dan tersenyum.
__ADS_1
"Kau ini, paling bisa menyanjungku. Apa kau sudah sarapan?" tanya Oma Elli yang tengah di rangkul oleh cucu menantunya itu.
"Tentu saja, belum Oma sayang. Baru saja, aku ingin mengajak Franklin, tapi dia keburu pergi," jelasnya lesu dengan mimik wajah yang di buat-buat.
"Haih, kau ini. Apa kalian belum bertemu?" tanya Oma Elli.
" Belum, Oma. Aku langsung masuk kamar dan tertidur. Sementara Franklin ada di kamar sebelah yang terkunci dari dalam. Ku pikir, aku akan menemuinya pagi ini. Ternyata, dia keburu pergi," ucap Raisa lirih dengan raut wajah yang di buat sedih.
"Sudah, sudah. Nanti, biar Oma yang menghubunginya. Sekarang, kau temaniย ย aku sarapan. Dasar cucu nakal! Selalu saja pergi meninggalkan Oma." Oma Elli, merajuk dengan manja. Lalu, kedua wanita berbeda generasi itupun menuruni tangga beriringan.
๐๐ช๐ฉ, ๐ธ๐ข๐ฏ๐ช๐ต๐ข ๐ต๐ถ๐ข ๐ต๐ข๐ฌ ๐ต๐ข๐ถ ๐ฅ๐ช๐ณ๐ช. ๐๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ณ๐ข๐ด๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ข๐ฌ๐ถ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ฅ๐ฐ๐ณ๐ฐ๐ฏ๐จ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ช ๐ข๐ต๐ข๐ด ๐ด๐ช๐ฏ๐ช. ๐๐จ๐ข๐ณ ๐ฌ๐ฆ๐ฑ๐ข๐ญ๐ข๐ฎ๐ถ ๐ฑ๐ฆ๐ค๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ณ๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ณ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ช ๐ญ๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ช ๐ฎ๐ข๐ฉ๐ข๐ญ๐ฎ๐ถ ๐ช๐ฏ๐ช.
Raisa terus memasang senyum manis nan lembut di wajah cantik teduhnya itu. Tanpa ada yang tau, di balik wajah polosnya tersimpan naluri yang lebih kejam dari serigala.
________
"Eungghh!" Vyn menggeliat hingga tubuhnya menggelinding ke bawah.
"Aduhh!" pekiknya, ketika bokongnya mendarat dengan mulus di atas lantai marmer. Karena, karpet berbulu hanya melapisi sampai di bawah kasur Franklin saja.
"Eh, tuan muda sudah bangun rupanya." Vyn berdecak kecewa.
"Kenapa aku bisa bangun kesiangan? dan, mimpi itu aneh sekali. Serasa begitu nyata. Bahkan, sepertinya bagian bawah tubuhku sedikit lembab. Ck, apa ini yang di bilang mimpi basah ya?" Vyn, pun terbangun dengan berbagai kebingungan yang menyelimuti otak polosnya.
๐พAtuh, makanya tidur jangan keblug banget neng! Di sedot ama codot ampe kagak kerasa๐
Heh! Masa Franklin disamain ama codot sih? ๐
Note:
Codot ( kelelawar kecil pemakan buah)
Keblug ( tidur terlalu pulas/ susah di bangunkan ).
__ADS_1
Bersambung>>>>