Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Kepergian Vyn


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


"Kau tidak pantas di hormati. Kau tidak pantas menjadi Nyonya di rumah ini!" Vyn melempar mangkuk bekas dimsum. Ia dapat merasakan panas dan perih pada kedua pipi dan juga hidungnya.


"Kau masih berani kurang ajar! Sementara tak ada lagi yang dapat membelamu! Kau hanya pelayan yang tak becus dan tak pantas berada di mansion ini!" bentak Raisa. Wanita itu kembali menyiramkan air ke tubuh Vyn. Hingga penampilan menjadi berantakan sekali.


๐˜๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ด ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช. ๐˜›๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช?


Vyn merutuki ketidakberdayaannya. Ia menyesali keadaannya yang seperti tak bertenaga.


Tak lama kemudian, Franklin melewati ruang makan tersebut. Kedua matanya membola, menangkap pemandangan menyedihkan dari Vynnitta.


"Apa yang terjadi?" tanya Franklin hendak menghampiri Vyn yang terlihat menyedihkan.


"Selangkah mendekatinya. Maka kau tau akibatnya Frank," bisik Raisa ketika Franklin hampir saja melewatinya. Franklin menoleh tak percaya. Sekarang Raisa selalu mengancamnya menggunakan keadaan sang oma.


"Tuan, istri anda sudah keterlaluan. Jika saya salah, bukankah sepantasnya mendapat teguran baik-baik. Bukan pelecehan status seperti ini. Oma Elli, sebelumnya selalu menghargai kami," ungkap Vynnitta berani. Ia mengeluarkan seluruh tenaganya untuk tegak berdiri. Meskipun ia tengah merasakan tak enak pada perutnya.


"Jangan membandingkan aku dengan wanita tua itu!" Tanpa aba-aba, Raisa menghampiri Vyn dan mendorong tubuhnya. Namun, Franklin segera menangkap raga Vynnitta sebelum jatuh.


"Tuโ€“tuan," ucap Vynnitta tergagap. Karena Franklin begitu dekat dengannya. Jujur saja, ia sebenarnya teramat merindukan sosok pria yang telah merenggut mahkotanya. Tak ada penyesalan dalam hatinya, hanya saja Ia sedih kala sosok Franklin terasa jauh saat ini.

__ADS_1


"Lepaskan dia!" teriak Raisa.


"Tidak pantas seorang majikan yang mulia menyentuh pelayan kurang ajar seperti itu!" pekiknya lagi.


"Maafkan aku Vyn. Kembalilah kekamarmu. Kau sepertinya kurang sehat," ucap Franklin yang sekilas melihat wajah pucat Vyn. Bahkan ia dapat merasakan jika tubuh pelayannya itu bersuhu tinggi.


Melihat Franklin yang tengah memberi perhatian kepada pelayannya itu. Sontak membuat Raisa kesal bukan main. Raisa menarik paksa tangan Vynnita lalu menamparnya dengan keras.


"Rai!" seru Franklin. Menyayangkan aksi kasar Raisa. Ketika lagi-lagi Franklin hendak membangunkan Vynnitta. Raisa kembali mengeluarkan ancamannya.


"Tambahkan dosis racunnya sedikit lagi." Terdengar Raisa berbicara melalui ponselnya. Franklin hendak menyambar, tapi terlambat. Raisa telah memutuskan panggilannya.


"Rai, kau!" Franklin tak habis pikir. Bahkan dokter Wilburg mengatakan padanya bahwa keadaan oma Elli telah stabil. Dokter juga, mengatakan agar oma jangan sampai mendapat tekanan lagi atau semua akan menjadi semakin buruk.


"Maafkan aku Vyn." Franklin pun meninggalkan Vynnitta demi mengejar Raisa. Ia tak ingin kejadian buruk menimpa sang oma. Sementara itu, ada hati yang terluka dengan koyak perih yang mengiris batin.


๐˜”๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜๐˜บ๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ต๐˜ข. ๐˜’๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ. ๐˜๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ? ๐˜“๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ, ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ถ? ๐˜’๐˜ข๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฌ.


______


"Aku akan memberikan penawarnya. Jika kau mengusir pelayan kurang ajar itu dari mansion ini!" tawar Raisa. Ia harus menyingkirkan rivalnya itu segera. Sekaligus hal itu akan mempermainkan perasaan Franklin. Sungguh ia puas karenanya.

__ADS_1


" Kenapa harus mengusirnya!" protes Franklin. Ia tak mungkin mengusir Vynnitta dengan keadaannya yang lemah itu.


Franklin pun menyadari, bahwa kelakuannya akhir-akhir ini telah melukai hati Vynnitta dengan sangat dalam.


"Pilihlah Frank."


๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ. ๐˜ˆ๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ด ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฃ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜๐˜บ๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ต๐˜ต๐˜ข. ๐˜“๐˜ข๐˜จ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข, ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜”๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต ๐˜ธ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ด๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ซ๐˜ข, ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข. ๐˜๐˜ข๐˜ฉ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฎ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.


_____


"Vyn. Maafkan aku." Franklin merasa tenggorokannya ada bongkahan batu yang menyumbat. Ia tercekat. Hanya sepatah kata itu yang mampu terucap.


"Tidak perlu basa-basi!" pekik Raisa.


"Kenapa saya harus pergi? Apa salah saya? Kalian tidak bisa seenaknya! Oma Elli-lah yang telah membawaku kemansion ini!" pekik Vynnitta tak terima pengusirannya.


BRUGH!


Meggy, pelayan yang berada di belakang Raisa. Melempar koper milik Vyn ke bawah kaki rekan sejawatnya itu.


"Tuan, aku pelayan pribadimu. Tolong pertahankan aku." Vyn memohon dengan tatapan mengiba pada Franklin. Akan tetapi pria itu berlalu tak menggubris dirinya sama sekali.

__ADS_1


Bersambung>>>


__ADS_2