
🌹🌹🌹🌹🌹
"Sekarang, racun beku itu menyerang Alessia ..." Kalimat Vynnitta barusan kembali menyadarkan Franklin pada kenyataan. Mana mungkin, orang yang sudah tiada belasan tahun bisa hidup kembali begitu pikirnya. Meskipun, hatinya membantah akan tetapi pandangan Franklin tidak bisa beranjak dari wanita paruh baya yang berada di depan Vynnitta.
'Apa yang akan Raisa katakan jika dia melihat ini.' batin Franklin. Ia mencoba membuang sejuta tanya tentang siapa itu NYI Laluna. Menyimpannya untuk nanti saja, setelah ia tau keadaan Alessia dan bagaimana cara menyembuhkannya.
"Kenapa kau begitu bingung dan gundah, Cucuku. Racun di tubuh putri kalian akan dapat di serap dengan cepat dan mudah. Oleh Vynnitta," ucap NYI Laluna, membuat kening keduanya bergaris.
"Bagaimana caranya, katakan NYI. Saya akan melakukan apapun demi Alessia," sergah Franklin, dia sudah tidak sabaran lagi. Bahkan jika diminta nyawanya saat ini pun Franklin siap. Ia yakin pasti Oma tidak akan sedih kehilangan dirinya. Oma pasti akan bangga karena telah menemukan penerus keluarga Bou yang tersembunyikan.
__ADS_1
"Kau benar-benar tidak tau caranya, Vyn?" tanya NYI Laluna heran sungguhan.
"NYI, aku tidak mengerti maksudmu. Tentu saja aku tidak tau. Memangnya untuk apa aku kemari jika aku sudah tau caranya," sahut Vynnitta gemas. Selalu saja, NYI Laluna menggodanya. Padahal keadaan sudah sangatlah genting.
"Haih, kau ini emosian sekali. Apa semua itu gara-gara pria ini?" ledek NYI Laluna lagi. Membuat Vyn mau tak mau mengangguk karena semua itu benar adanya. Semenjak kehadiran Franklin di hidupnya lagi, Vynnitta menjadi orang yang gampang emosi dan juga penuh kekhawatiran. Tidur malamnya tidak pernah pulas. Bahkan berat badannya semakin merosot.
"Jika kau ingin menyelamatkan Alessia-mu. Maka, mulai saat ini ... kau harus mengubah pandangan mu terhadapnya," jelas NYI Laluna ambigu. Membuat Vynnitta dan juga Franklin mengernyit bingung.
'Bagaimana bisa, NYI Laluna tau masa laluku dengan Vynnitta?' batin Franklin. Ia mengira jika NYI Laluna adalah dukun yang menyeramkan dengan ular yang melibat kepalanya, atau harimau sebagai peliharaan. Akan tetapi wanita yang berada di hadapannya ini sangat cantik, meskipun sudah berumur. Juga suka meledek dan bercanda. Meskipun di saat yang bagai Vyn saja Franklin sangatlah menakutkan. Tegang campur panik dengan segala pikiran jelek yang berkecamuk dalam hati dan juga kepala.
__ADS_1
"Cukup, NYI. Jangan meledekku terus. Katakan bagaimana caranya? Apapun itu pasti akan Vyn lakukan demi Alessia," rengek Vynnitta sembari menggoyang-goyangkan lengan NYI Laluna.
"Kau, dan Franklin pasti akan menyukai caranya. Tidak akan ada yang dirugikan di sini. Apa yang terjadi dengan Alessia nanti, semua berada si tangan kalian. Terutama kau, Vynnitta Erriana. Miss of Magical Saga." NYI Laluna menjelaskan dengan tatapan penuh arti terhadap keduanya. Hal itu, sontak membuat Vyn memutar matanya panik.
"NYI. Ku mohon jangan main tebak-tebakan lagi. Alessia sedang berasa diujung tanduk saat ini. Katakan apa yang harus Vynnitta lakukan!" Akhirnya Vynnitta tidak tahan lagi untuk mengeluarkan emosinya. Baginya NYI Laluna tengah mengulur waktu saja. Padahal, wanita paruh baya yang pernah menyelamatkannya kala itu tau, bahwa keadaan Alessia tidak bisa di katakan baik-baik saja.
"Aku kan sudah memberi petunjuk dasar anak bodoh! Tinggal kau pikirkan saja!" kesal NYI Laluna, lalu memukul kepala Vynnitta dengan kipas yang terbuat dari bulu cenderawasih. Ah entahlah, mungkin seperti itu.
Hei, kalian jangan berpikir macam-macam!
__ADS_1
Aku mengambil bulu Cenderawasih yang sudah mati!
...Bersambung ...