Hasrat Terlarang Pembantu

Hasrat Terlarang Pembantu
Membicarakan Uncle Tampan


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹🌹


"Heh, ke-kenapa aku tidak setuju?" ucap Vyn yang agak kaget dan sedikit heran akan pertanyaan dari Maria. Ingin menjawab tidak setuju, ya mana mungkin. Ia tidak berhak melarang, toh memang dia siapanya. Tapi mengiyakan pun, rasanya tenggorokan seperti tengah menelan biji rambutan.


"Siapa tau Kak Vyn naksir juga. Aku tidak mau bersaing sama Kakak sendiri," jelas Maria. Sengaja terus memancing perasaan Vynnitta.


"Kau ini, yang setiap hari menggodaku saja belum ku terima sampai sekarang. Apalagi dia yang baru saja nampak batang hidungnya. Kau mau tau kan kenapa Ale mengenalnya. Karena saat kami ke mall untuk membeli peralatan melukisnya yang baru. Ale sempat hilang ketika aku meninggalkannya ke toilet. Saat itu dirinya tengah asik makan. Entah kenapa saat aku kembali, Ale sudah tidak ada di kursinya. Aku panik dan memarahi seorang pramusaji yang diamanahkan Ale kala itu. Lalu, aku berlari keluar dan mencari penjaga keamanan mall tersebut," tutur Vynnitta bercerita sambil mengiris daun bawang untuk topping kuah kaldu yang akan di siramkan ke bulatan daging yang telah ia susun di dalam mangkuk.


"Lalu, tuan hantu itu yang menemukan Ale? Begitulah Kak?" tanya Maria tak sabaran.


"Singkat cerita begitu. Pria itu terlihat menggandeng Alessia ke gedung pusat informasi. Ketika aku baru saja hendak melaporkan statusnya," jelas Vynnitta yang kemudian mendapat tatapan melongo dari Maria.


"Kau kenapa?"


"Sungguh aneh bin ajaib Kak. Sejak kapan Alessia bisa dengan mudah dekat kepada pria asing?" selidik Maria bingung.

__ADS_1


"Entahlah, ketika kutanya. Katanya, pria itu mirip dengan tokoh yang ada dalam lukisannya," jawab Vyn semakin membuat Maria bingung.


"Sejak kapan Ale, membuat lukisan potret manusia? Apa Kakak pernah melihat lukisan itu?" cecar Maria cerewet membuat Vyn gemas sekaligus lelah menimpalinya.


"Ale melarang ku melihat lukisan nya. Ia bilang nanti saja kalau sudah selesai. Karena itu akan menjadi kado ulang tahunku, nanti," ucap Vyn dengan senyum simpul sambil membayangkan rencana putri kecilnya. Entah darimana Alessia mendapatkan ide seperti itu.Di usianya yang masih terbilang sangatlah kecil.


"Ouuww, Ale so sweet sekali, Kak!" Maria memekik seraya menangkup kedua pipinya.


"Mommy!" panggil Alessia yang tiba-tiba masuk ke dapur sambil berlari. Kalau lagi begini terlihat ia macam anak kecil lainnya. Caria dan suka berlari.


"Apa benar Mommy akan mengundang uncle tampan makan malam dengan kita?" tanya Alessia antusias. Vyn mau tidak mau mengangguk, karena memang kenyataannya begitu.


"Jadi Ale nanti ketemu uncle tampan lagi. Asiikk!" pekiknya girang. Seperti baru saja mendapat mainan kesukaannya. Vyn lantas menarik napasnya dalam. Bagaimana ikatan batin keduanya bisa sedekat ini. Risaunya dalam hati.


"Kok, Ale senang sekali kalau tuan hantu datang kesini?" tanya Maria. Mengorek dari Vynitta tak berhasil, mungkin Maria dapat mengorek informasi dari Alessia yang pintar.

__ADS_1


"Siapa tuan hantu?" tanya Alessia bingung.


"Heh, itu lho. Yang Alessia panggil uncle tampan," ucap Maria seraya menahan rasa gemas.


"Kenapa Aunty memanggilnya Tuan hantu!" pekik Alessia. Membuat Maria dan Vynnitta kaget dibuatnya.


"Ale, kenapa berteriak kepada Aunty sayang?" tanya Vynnitta pelan.


"Karena, Aunty menyamakan uncle tampan dengan hantu. Hiks ..." jelas Alessia dengan Isak tangis di akhir kalimatnya.


"Ale tidak terima ya, jika uncle di sebut hantu?" ledek Vynnitta.


"Gak mau Mommy. Uncle tampan adalah calon Daddy untuk Ale. Siapapun tidak boleh menghinanya sebagai apapun!" teriakkan Ale ternyata mampu membuat kedua mata Vyn dan Maria membola.


Bersambung>>>

__ADS_1


__ADS_2