Hati Untuk Aisyah

Hati Untuk Aisyah
Sweater couple


__ADS_3

Dafa membawa Aisyah ke apartemen miliknya dan Aisyah terus saja memohon agar Dafa tidak membawanya ikut bersamanya.


Tiba di parkiran apartemen. Dafa menatap Aisyah yang tengah menangis, lalu tangan Dafa terulur untuk menghapus air matanya Aisyah.


"Jangan sentuh aku!" Aisyah menepis tangan Dafa secara kasar. Aisyah tidak sudi di sentuh oleh Dafa.


"Kamu nggak usah takut. Aku nggak akan jahatin kamu, justru aku akan memperlakukan kamu dengan baik."


Aisyah tidak mau mendengar perkataan Dafa dan memilih mencoba membuka pintu mobil. "Buka!" Hardik Aisyah kesal.


"Sabar," sahut Dafa santai.


Setelah pintu mobilnya sudah bisa terbuka, Aisyah cepat-cepat berlari untuk kabur, tapi sayang Dafa lebih cepat menangkap Aisyah dan menarik tangan Aisyah untuk ikut ke apartemennya.


"Dafa, lepaskan aku!" Mohon Aisyah, seraya memukuli tangan Dafa, tapi Dafa tidak mengindahkan permintaan Aisyah.


Semua orang yang melihat kejadian itu, segera menegur Dafa.


"Mas, jangan kasar-kasar sama wanita hamil." Tegur salah satu penghuni apartemen.


"Aku nggak kasar, kok. Istri saya lagi ngambek karena salah faham," jawab Dafa asal.


"Oh, tapi jangan kasar-kasar mas. Kasihan istrinya."


"Iya...."


Dafa kemudian merangkul pinggang Aisyah dan berbisik ke telinga Aisyah. "Jangan memberontak lagi, kalau kamu terbebas dariku."


Aisyah melirik kesal dan demi terbebas dari Dafa, Aisyah pun menurut.


Sampai dilantai yang dituju, Dafa mengajak Aisyah menuju apartemennya.


"Duduklah," suruh Dafa setelah berada di dalam apartemennya, lalu Dafa pergi ke kamar untuk mengambil sesuatu dari kamarnya.


Aisyah yang melihat Dafa masuk ke dalam kamar, mencoba untuk kabur.

__ADS_1


"Ini kesempatanku untuk pergi," gumam Aisyah.


Aisyah pun membuka pintunya dan ternyata pintunya terkunci.


Argh.... sial! kenapa Dafa mengunci pintunya!


"Jangan berpikir untuk kabur dariku," celetuk Dafa, yang kini sudah berdiri di belakang Aisyah.


Aisyah menatap tajam wajah Dafa. "Sebenarnya kamu ngapain ajak aku kesini?" Ucap Aisyah penuh emosi.


"Sini... Aku mau menunjukkan sesuatu untuk kamu." Dafa menarik tangan Aisyah untuk duduk, lalu Dafa menyerahkan kotak sedang ke pangkuan Aisyah.


"Apaan ini?" Tanya Aisyah ketus.


"Buka dong."


Aisyah membuka kotak tersebut dan menautkan kedua alisnya melihat isi kotak tersebut.


"Sweater?" Ucap Aisyah sembari mengangkat sweater tersebut. Di dalam kotak masih ada dua sweater lagi dengan warna yang senada.


"Anak kita?" Aisyah tertawa sarkas, sambil menggelengkan kepalanya. "Sejak kapan kamu mengakui anakku adalah anak kamu."


"Tapi kenyataannya dia anakku."


"Kamu nggak punya hak atas anakku, karena sejak hari dimana kamu mau pergi ke Jepang. Kamu sudah membuangnya." Sindir Aisyah, mengingatkan lagi ucapan Dafa yang tak menginginkan buah hatinya.


"Maaf... Aku menyesalinya."


Aisyah kemudian menutup lagi kotak tersebut dan menyerahkan lagi ke Dafa.


"Kamu jangan pernah bermimpi, kalau aku dan anakku akan memakai sweater ini."


Dafa hanya menatapnya saja dan tidak menyahuti penolakan Aisyah. Dafa pikir, harus butuh waktu untuk kembali meluluhkan hatinya Aisyah dan Dafa berharap suatu saat nanti, ia bisa berkumpul dengan anak dan bisa merebut Aisyah dari Byan.


Semenjak ia bisa merasakan ikatan batin dengan buah hatinya lewat sentuhan tangannya di perut Aisyah. Dafa menginginkan untuk kembali membangun keluarga harmonis dengan Aisyah.

__ADS_1


"Aku mau pulang! Aku nggak mau berlama-lama berada disini, apalagi sama kamu!" Ketus Aisyah.


"Oke. Aku akan antar kamu pulang."


"Nggak perlu. Aku bisa pulang sendiri."


"Terserah kamu mau ngomong apa? Yang jelas aku akan tetap mengantar kamu pulang."


Aisyah mendengus kesal dan memilih membiarkan Dafa mengantarkannya pulang, dari pada terus berada di apartemennya.


"Oke. Aku mau diantar sama kamu, tapi aku mau ke toilet dulu."


Dafa mengangguk dan Aisyah pun segera ke kamar mandi.


Ponselnya Aisyah berdering. Dafa mengambil ponselnya Aisyah dari dalam tasnya dan tersenyum saat tahu siapa yang telpon Aisyah.


"Ck... My husband," cibir Dafa dan Dafa mematikan teleponnya.


Byan kembali menelponnya dan kali ini Dafa sengaja mengangkatnya.


"Halo...." Jawab Dafa.


Byan yang saat ini berada di luar kota, terkejut karena yang mengangkat telponnya suara lelaki.


"Ini siapa?"


"Apa kamu lupa dengan suara aku," ucap Dafa, sengaja membuat Byan penasaran.


"Katakan siapa kamu? Lalu Aisyah-nya kemana? Kenapa kamu yang angkat telpon," sahut Byan di ujung telepon.


"Kamu tanya aku siapa? Aku adalah Dafa dan Ais lagi di kamar mandi."


"Apa?! Kenapa Ais sama kamu!"


"Karena kami ingin menghabiskan waktu bersama." Kemudian Dafa mematikan sambungan teleponnya dan tersenyum smrik.

__ADS_1


Aku akan rebut Ais dari kamu dan aku akan merusak kepercayaan kamu kepada Ais.


__ADS_2