Hati Untuk Aisyah

Hati Untuk Aisyah
Penderitaan Aries


__ADS_3

Setelah mengungkapkan rasa cinta dan bangganya memiliki istri seperti Hana. Kini momen bersejarah keduanya di putar kembali. Momen dimana Aries mempersunting seorang Hana azzuhra menjadi istrinya.


Senyum terus tersungging di bibir Aries, melihat lagi hari bersejarah di dalam hidupnya. Selama pemutaran video pernikahannya Aries menggenggam tangan Hana, sedangkan Hana meneteskan air matanya melihat kembali hari pernikahannya.


"Rasanya baru kemarin kita menikah," ucap Hana.


"Iya... Kamu benar, sayang dan sekarang kita justru sudah memiliki tiga cucu."


"Bukan tiga, tapi mau empat," ralat Hana.


"Iya, benar. Kita mau memiliki empat cucu. Berarti kita sudah tua ya, Sayang." Hana mengangguk kecil, membenarkan ucapan Aries.


Video pernikahan Aries dan Hana selesai diputarnya, kemudian Andreo datang menghampiri Aries dan Hana. Tatapan Andreo begitu kesal, membuat kedua orang tuanya menatap bingung.


"Ayah sama ibu jahat!" Marah Andreo.


"Jahat? Jahat kenapa?" Sahut Aries yang tidak mengerti dengan kemarahan Andreo.


"Kenapa pas ayah dan ibu menikah, Ade nggak ada di video. Sedangkan kakak Ais sama Abang ada! Ayah sama ibu sengaja nggak undang Ade? Ade kan mau ikut di foto sama ayah dan ibu!" Andreo berbicara dengan suara keras dan menggebu-gebu. Andreo marah dan kecewa karena di dalam video pernikahan orang tuanya tidak ada dirinya di sana dan menurut Andreo, itu tidak adil.


Bibir Andreo langsung manyun dan melipat kedua tangannya di atas dadanya. Andreo benar-benar sangat marah.


Aries tercengang mendengar perkataan anak bungsunya dan tak menyangka dengan perkataan ajaib si bungsu. Aries harus bersabar menjelaskannya nanti dan pastinya bakalan panjang dramanya Andreo.


***


Acara anniversary Hana dan Aries semakin meriah. Banyak kolega Aries yang hadir, begitu juga dengan orang tua Byan yang malam ini tidak datang hanya berdua saja, tapi pak Sanjaya datang bertiga dengan adik iparnya. Siapa lagi kalau bukan Revan.


"Mi... Pi...." Byan langsung menghampiri orang tuanya.


"Mana mertua kamu?" Tanya Pak Sanjaya.


"Ada di meja sana." Tunjuk Byan ke arah meja Aries dan Hana. Lalu Byan dan orang tuanya menghampiri Aries, sedangkan Revan memilih memisahkan diri dan melangkah ke stand makanan dan minuman.


Revan pun memilih orange juice dan meminumnya, tiba-tiba bola matanya menangkap sosok yang tidak asing. Revan mempertajam pandangannya, memastikan apa yang dilihatnya tidak salah, kemudian Revan tersenyum smrik.


Revan segera mendekatinya dan kini berdiri di samping perempuan yang sudah ia tolong, yaitu Difa.


"Hai...." Sapa Revan dengan senyum tengilnya.

__ADS_1


Difa mengernyitkan dahinya dan menatap bingung wajah Revan.


"Kamu lupa ya sama aku?" Lanjut Revan berkata.


"Maaf aku nggak kenal kamu!" Ketus Difa dan menjauhi Revan yang menurutnya sok akrab.


"Ck... Dasar tuh cewek. Apa dia lupa kalau aku pernah menolongnya," ucap Revan kepada dirinya sendiri.


Revan pun tidak menyerah dan mendekati Difa lagi, lalu menoel pundak Difa.


"Mungkin kamu lupa sama aku, tapi aku nggak lupa sama kamu," ucap Revan.


"Memang aku nggak tahu kamu! Jadi jangan sok kenal!"


Revan mendengus mendengar perkataan Difa.


"Baiklah, aku akan ingatkan kamu lagi. Gara-gara ban mobil kamu kempes, kamu hampir saja dilecehkan oleh seseorang. Eh! Ralat. Kamu sudah dilecehkan ya sama laki-laki itu."


"Jadi... Kamu orang yang... Telah menolongku?"


"Iya... Apa sekarang kamu sudah ingat."


"Iya," jawab Difa singkat dan tidak lagi berbicara kepada Revan.


"Dasar cewek aneh!" Cibir Revan kepada Difa.


Revan kemudian memilih meninggalkan Difa yang tetap cuek dan mencari kesenangan sendiri.


"Sangat membosankan berada di sini," ucap Revan yang menurutnya tidak ada yang menarik di acara pesta ulang tahun pernikahan Aries dan Hana.


"Sudahlah, lebih baik aku pergi saja."


Baru saja empat langkah ia berjalan, tiba-tiba Byan datang dan mengajaknya untuk bergabung.


"Dari pada sendiri, mending Om ikut kami bergabung dengan teman-temanku."


Kini Revan pun ikut bergabung dengan yang lain. Tidak lama Aisyah juga datang bersama Difa dan Zee.


"Kenalin, Dif. Dia Om nya ka Byan." Aisyah memperkenalkan Revan.

__ADS_1


Revan tersenyum samar, lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Difa." Terpaksa Difa memperkenalkan diri, walau sebenarnya ia enggan berkenalan dengan Revan.


"Revan," jawabnya.


Setelah itu semuanya duduk bersama dan saling berbincang, membicarakan apapun.


Revan tidak memperdulikan pembicaraan yang menurutnya tidak menarik, tapi justru Revan lebih tertarik menatap wajah Difa yang cuek. Berkali-kali Revan mengulum senyumnya menatap wajah cantik Difa.


***


Acara pesta anniversary Hana dan Aries sudah berakhir dan suasana di tempat acara sudah mulai sepi. Pengantin usang itu sudah meninggalkan tempat acara dan keduanya kini sudah berada di rumahnya. Lebih tepatnya di kamar mereka.


Aries saat ini tengah merunduk sedih. Niatnya ingin menghabiskan malam panjang penuh gelora di atas ranjang dan bermain di tempat-tempat yang menyenangkan, harus gagal total.


"Maaf... Aku nggak tahu kalau aku akan datang bulan," ucap Hana tak enak hati.


"Kamu jahat! Kamu sudah membuat si belalai di PHP-in doang!" gerutu Aries dan menatap sedih si belalainya yang masih tegak berdiri di balik celana pendeknya.


"Aku kan sudah bilang. Aku nggak tahu kalau tamu bulanan aku datang lebih cepat," ujar Hana yang sebenarnya kasihan sama di belalai.


Karena merasa kecewa, Aries memilih bangkit dan melupakan kepedihan hatinya yang gagal berolahraga di atas ranjang. Melupakan bayangan tubuh Hana, yang sudah menari-nari sejak tadi.


"Mau kemana?" Tanya Hana sambil menahan tangan Aries.


"Keluar. Kalau aku terus berada di sini, nanti yang ada si belalai semakin menderita," ucap Aries dengan suara sendu.


Aries pun keluar dan melangkah gontai. Aries melewati kamar Marshall yang kebetulan malam itu menginap di rumahnya.


"Aaahh... Abang...." Suara ******* Zee terdengar di telinga Aries.


"Yang sedang merayakan hari anniversary siapa? Yang menghabiskan malam panasnya siapa?" Sungut Aries yang sangat kesal kepada Marshall. Seharusnya dirinya yang tengah melakukannya dengan Hana, bukan Marshall dan Zee, pikir Aries.


Aries kemudian melanjutkan langkahnya. Jika dirinya terus berdiam diri di depan kamar Marshall, bisa-bisa si belalai bakal meronta-ronta.


Aries mau turun tapi samar-samar ia mendengar suara erotis dari kamar Aisyah, yang kebetulan Aisyah dan Byan juga menginap di rumahnya.


"Argh...! " Aries teriak tertahan. Lagi-lagi telinganya harus ternodai mendengar suara-suara yang membuatnya semakin nelangsa dan pastinya has ratnya tidak dapat tersalurkan.

__ADS_1


"Sial... Sial... Sial...!! Kenapa aku harus mendengarnya sih!" Gerutu Aries. Alhasil di belalai semakin meronta. Pada akhirnya Aries harus bermain solo.


Sungguh menyebalkan bukan? Benih cintanya harus berakhir tragis di lobang closet. Sungguh menyedihkan nasib Aries malam ini.


__ADS_2