Hati Untuk Aisyah

Hati Untuk Aisyah
Perubahan Bella


__ADS_3

Kali ini Byan tidak menemani baby Afkar ke ruang bayi. Byan memilih tetap berada di kamar inap Bella.  Byan merasa kasihan melihat Bella yang begitu kehilangan Dafa.


Ibu mana yang tak akan sedih jika anak tercintanya pergi untuk selama-lamanya.


Byan kemudian mengelus lengan Bella dan menatap iba wajah Bella.


"Tante... Tante ingin melihat cucu Tante tumbuh kembang?" Tanya Byan, Bella diam dan tak menanggapi perkataan Byan.


"Kalau Tante ingin melihat cucu Tante tumbuh kembang, maka Tante harus bangkit dari rasa sedih yang Tante rasakan. Bukannya Dafa ingin Tante ikut merawat anaknya Dafa? Mulai sekarang, ayo... Tante bersemangat lagi agar kita semua merawat anaknya Dafa bersama-sama."


"Dafa...." Cicit Bella.


"Iya, Dafa. Demi Dafa Tante harus bangkit lagi dan kita semua sama-sama menjaga dan merawat baby Afkar."


Bella menatap Byan lekat-lekat dan berkata. "Afkar? Cucuku namanya Afkar?"


"Iya. Afkar Vinendra Dafansya, nama cucu Tante."


Bella tersenyum samar mendengar nama cucunya yang terselip nama anaknya, Dafansya.


"Tante harus sembuh untuk Afkar." Kali ini Bella mengangguk.


Aditya dan Difa tersenyum senang melihat Bella, yang kini tersenyum lagi. Setelah itu Byan pun pamit undur diri.


***


Tidak seperti kemarin, hari ini Bella ada semangat lagi menjalani hidupnya. Semenjak bertemu dengan baby Afkar, Bella selalu merindukan cucunya dan ingin terus bersama cucu tercintanya.


Selesai sarapan, Bella meminta Difa mengantarkannya ke ruang bayi. Bella ingin menggendong baby Afkar.


Setibanya di sana, ternyata baby Afkar tidak ada di ruang bayi. Membuat Bella menjadi panik dan takut. Ketakutan akan kehilangan Dafa, kini menggelayuti hatinya karena baby Afkar tidak ada di sana.


"Difa, kemana cucu mama? Mama nggak mau kehilangan cucu mama?" Cemas Bella bercampur Isak tangis.


"Mama tenang dulu. Mungkin baby Afkar ada di kamar inap Ais."


"Kamu yakin cucu mama ada di sana?" Tanyanya penuh harap.


"Difa yakin, ma."


"Kalau gitu antarkan mama ke sana." Difa pun mengangguk dan mendorong kursi roda yang di duduki oleh Bella.


Kemarin Byan sudah memberitahu dimana kamar inap Aisyah. Sehingga Difa tidak perlu bertanya lagi.


Sesampainya di kamar inap Aisyah, Difa mengetuk pintunya. Byan yang tengah menemani Aisyah, segera membukakan pintu.


"Tante Bella, Difa, ayo masuk."

__ADS_1


Difa dan Bella masuk. Bella langsung sumringah melihat baby Afkar yang kini tengah di meminum susunya di samping Aisyah. Bella segera berdiri dari kursi rodanya dan mendekati baby Afkar.


"Cucu Oma...." Senang Bella, yang langsung menggendong baby Afkar dan merebut botol susu dari tangan Aisyah.


Aisyah sedikit tersentak dengan Bella yang main rebut botol susu milik baby Afkar.


Bella membawa baby Afkar ke sofa sambil mengASIhinya. Bella tak jemu-jemu memandangi wajah cucunya.


"Uuhh... Pinternya cucu Oma mimi susu," ucap Bella sambil tersenyum merekah.


Difa pun mendekati Aisyah yang tengah melihat Bella. "Ais, maaf ya atas sikap mamaku barusan."


"Iya, nggak apa-apa. Afkar kan cucunya mama." Aisyah berusaha mengerti.


Selesai mengASIhi, Bella berpindah duduknya ke kursi roda.


"Difa, ayo kita balik lagi ke kamar inap mama. Mama ingin bermain sama cucu mama di sana." Kata Bella, tanpa memperdulikan Aisyah.


"Ma, kasihan Ais kalau baby Afkar di bawa ke kamar inap Mama," jawab Difa, tapi yang ada Bella melototi Difa.


"Cepat! Kita balik ke kamar inap mama!" Sentak Bella.


Difa menoleh ke arah Aisyah dengan tatapan serba salah. Sedangkan Aisyah menatap heran wajah mantan mertuanya itu.


"Ma...." Seru Difa.


"By...." Protes Aisyah.


"Nggak apa-apa sayang. Tante Bella juga Omanya, biarkan saja. Nanti aku bawa baby Afkar lagi ke sini." Byan mencoba memberi pengertian kepada Aisyah.


"Difa, ayo!" Paksa Bella.


"Iya, ma." Difa pun menurut dan mendorong kursi roda meninggalkan kamar inap Aisyah.


Selepas kepergian Bella dan Difa. Aisyah merengut manyun, karena baby Afkar di bawa oleh mantan mertuanya. Byan mengelus kepala Aisyah dengan sayang.


"Jangan kayak gitu. Bagaimana pun Tante Bella itu Oma baby Afkar," imbuh Byan.


"Iya, aku tahu. Tapi aku takut nanti Dafa merebut baby Afkar dari kita," lesu Aisyah berkata.


Sampai saat ini Byan belum memberitahukan Kenyataan tentang Dafa. Byan ingin di saat Aisyah tahu kenyataannya, Aisyah benar-benar sudah sembuh total. Tapi melihat Bella yang seperti itu dan Aisyah yang terlihat ketakutan soal baby Afkar, membuat Byan menimbang kembali tentang Dafa.


"Kamu nggak perlu khawatir. Baby Afkar pasti di bawa lagi ke sini."


"Mudah-mudahan."


***

__ADS_1


Aisyah pikir baby Afkar cuman akan sebentar bersama Bella, tapi sampai siang baby Afkar tidak di bawa lagi ke kamar inapnya.


Kekhawatiran Aisyah yang takut kalau baby Afkar di rebut oleh Dafa semakin kuat. Byan yang tengah tertidur di sofa di bangunkan Aisyah.


"Kak, bangun...." Teriak Aisyah membangunkan Byan.


" Kak Byan bangun!" Tapi sayangnya Byan tetap terlelap dalam tidurnya.


Aisyah mendengus melihat Byan tidak bangun-bangun. Rasanya Aisyah ingin turun dari kasur dan memukul Byan agar terbangun.


sekali lagi Aisyah berteriak membangunkan byan. " Kak By! Bangun!" Teriak Aisyah dan kali ini teriakkannya berhasil membangunkan byan.


"Mm... Ada apa?" Ucap Byan dengan suara seraknya, lalu Byan menguap.


"Ambil baby Afkar.  Sudah waktunya baby Afkar minum susu." Kata Aisyah.


"Baiklah. Aku ke kamar Tante Bella."


"Hmm... Jangan lama-lama."


Byan pun mengangguk dan segera pergi ke kamar inap Bella. Tiba di sana, Byan langsung masuk ke dalam kamar inap Bella tanpa mengetuk pintunya.


"Eh! Byan...!" Seru Aditya yang tengah duduk di sofa.


Byan tersenyum sebagai jawabannya, lalu Byan mendekati Bella yang tengah menidurkan baby Afkar.


"Tan, baby Afkar sudah waktunya minum susu. Jadi aku bawa baby Afkar ke kamar Ais."


"Nggak! Afkar tetap berada di sini." Bella mendelik. Bella menunjukkan rasa tidak suka dan pastinya Bella tidak mengizinkan Byan membawa cucunya pergi.


"Tapi Tante, baby Afkar sudah waktunya untuk minum susu." Byan mengulangi lagi Perkataannya.


Aditya juga ikut mengeluarkan suaranya, membujuk Bella. "Sayang, biarkan Afkar di bawa oleh Byan.Kasihan Afkar jika kita  biarkan Afkar tetap berada di sini. Nanti kita bisa mengunjungi kamar rawat Aisyah."


"Nggak mau. Pokoknya Afkar tetap di sini." Kekeuh Bella sekaligus menolaknya.


"Sayang...." Ucapan Aditya terpotong oleh perkataan Byan


"Jika Tante tidak mau jauh dari baby Afkar, maka Tante ikut saja ke kamar Ais."


Akan tetapi, Bella tetap bersikeras mempertahankan baby Afkar. Bella tidak mau kalau baby Afkar akan pergi meninggalkan dirinya seperti Dafa.


"Aku nggak mau! Cucuku harus tetap di sampingku." Hati Bella sudah tertutup dengan rasa ketakutan. Takut kalau cucunya itu pergi darinya, seperti Dafa yang memilih pergi dari hidupnya.


"Tante tidak perlu takut, baby Afkar tidak akan meninggalkan Tante." Kata Byan meyakinkan Bella.


Bella terdiam dan menatap Byan. Mencari kejujuran di raut wajah Byan. Bagaimana pun Bella tidak mau terlalu percaya dengan siapapun. Ketakutannya membuat Bella menjadi sosok posesif.

__ADS_1


__ADS_2