
Tanpa rasa malu Dafa ikut bergabung dengan semuanya. dan tidak peduli dengan tatapan tajam Hana. Bahkan kini Dafa duduk disamping Adelio, yang saat ini tengah makan disuapin oleh Zee. Dafa datang membawa kado berukuran besar untuk Adelio dan Adelio sangat senang dapat kado dari Dafa. Apalagi kedua manik Adelio berbinar senang saat tahu isi kadonya.
"Terima kasih, kak Dafa," ucap Adelio dengan suara riang.
"Iya, sama-sama," jawab Dafa sembari mengacak-acak rambutnya Adelio, lalu Dafa celingak-celinguk mencari keberadaan Aisyah, tapi Dafa belum melihatnya. Ada rasa tak sabar ingin bertemu dengan Aisyah, apalagi ia sangat merindukan perut besarnya Aisyah dan ingin sesegera mungkin mengelus perutnya Aisyah.
Hana terus memperhatikan gerak-gerik Dafa yang terus mengedarkan pandangannya.
Pasti tuh orang lagi cari Ais. Lagian kenapa sih, Abay mengundang Adit! jadi tuh orang tahu kalau ada Ais disini.
Hana jelas tidak mau kalau Dafa sampai bertemu dengan Aisyah, lalu Hana menelpon Aisyah untuk tetap berada di kamarnya dan Aisyah yang mendengar ada Dafa di bawah, memilih tetap berada di kamar dan Aisyah juga tidak mau lagi bertemu dengan Dafa.
"Sayang, ayo kita ke bawah lagi," ajak Byan yang kini sudah berdiri di samping tempat tidur.
"Aku nggak mau bawah lagi. Barusan ibu telpon, katanya di bawah ada Dafa."
"Hah! Di bawah ada Dafa?!" cicit Byan terkejut.
"Iya," jawab Aisyah.
Byan yang mengetahui ada Dafa. Byan tidak akan membiarkan Dafa bertemu dengan Aisyah
"Ya sudah, kamu tetap disini saja. Kalau butuh sesuatu langsung telpon aku. Aku ke bawah dulu sebentar." Sebagai jawabannya, Aisyah menganggukkan kepalanya, lalu Byan keluar dari kamar untuk turun ke bawah.
Sesampainya di bawah, Byan terus menatap tajam wajah Dafa, tapi Dafa tetap terlihat cuek. Tidak peduli dengan tatapan seluruh keluarga Aries, yang menatapnya dengan tatapan tak bersahabat.
"By, Ais ada di kamarnya?" Bisik Hana kepada Byan.
"Ada, Bu. Aku nggak akan membiarkan Ais keluar dari kamar."
__ADS_1
Dafa yang tidak melihat Aisyah, kemudian beranjak dari duduknya dan melangkah mencari keberadaan Aisyah di taman belakang rumah.
"Ais, nggak ada disini. Pasti Ais ada di kamarnya, tapi gimana caranya aku menemui Ais di kamarnya?" Dafa bermonolog dan berpikir caranya bisa menemui Aisyah, tanpa ada orang yang tahu. Lalu Dafa berjalan ke arah selatan, karena Dafa tahu letak kamarnya Aisyah.
Dafa mendongak menatap kamar Aisyah, sambil terus berpikir caranya naik ke atas.
Tiba-tiba pundaknya Dafa ditepuk oleh Byan dan Dafa menoleh ke arah Byan.
"Kamu ngapain ada disini?" Byan memicingkan matanya, menatap curiga.
"Mau ngapain aja, itu terserah aku," jawabnya.
Karena Byan sudah mengetahui keberadaannya, Dafa mengurungkan niatnya dan memilih berlalu dari sana.
Byan menggeram emosi. Ia tahu apa yang akan Dafa lakukan, maka dari itu Byan akan terus memperhatikan gerak-gerik Dafa. Byan jelas tidak mau sampai kecolongan.
"By, kamu habis darimana?" Tanya Zee.
"Iyo ketiduran di depan televisi dan tolong pindahin Iyo ke kamarnya."
Byan pun mengangguk dan segera memindahkan Adelio ke kamarnya. Setelah itu, Byan kembali lagi berkumpul dengan yang lain.
Acara syukuran pun selesai dan semua tamu sudah pulang, begitupun juga Dafa yang akan pulang, tapi sebelum pulang Dafa menyuruh Mba Ida untuk memberikan kado kecil untuk Aisyah.
Dafa yakin kalau Aisyah pasti akan suka dengan hadiah darinya, karena isi hadiah itu adalah permintaan Aisyah saat masih kecil.
***
"Mau aku ambilkan makan?" Tawar Byan.
__ADS_1
"Nggak perlu. Nanti aku makan di meja makan saja."
Byan mengangguk dan melangkah keluar untuk menemui Aries. Tidak lama Aisyah juga keluar melangkah ke arah meja makan. Mba Ida yang melihat Aisyah, baru teringat akan titipan dari Dafa untuk Aisyah. Mba Ida pun segera mengambil titipan dari Dafa.
Setelah mengambil titipannya, Mba Ida segera menghampiri Aisyah yang tengah makan seorang diri.
"Maaf Non, mba ganggu. Ini mba mau kasih titipan buat Non Ais dari den Dafa." Seraya menyodorkan barang titipan dari Dafa, setelah itu Mba Ida melanjutkan pekerjaannya.
Aisyah hanya menatapnya saja tanpa berniat membukanya.
"Ini kado apaan?" Tanya Byan yang akan mengambil air minum.
"Nggak tahu dan nggak penting."
Byan yang penasaran, mengambil bungkusan kecil tersebut dan membukanya. Byan mengerutkan keningnya saat tahu isi kado tersebut.
"Jepit rambut?" Ucap Byan menatap Aisyah, tapi Aisyah tetap terlihat cuek.
"Apa ini kado untuk Yaya?" Byan kembali bertanya dan Aisyah hanya mengedikan bahunya.
"Kalau gitu, aku kasihkan langsung ke Yaya," sambung Byan dan membawa kado tersebut ke dapur, karena ia mau minum dulu.
"Loh, kok kadonya ada di den Byan?" Ujar Mba Ida.
"Kenapa memangnya, mba?"
"Itukan kado untuk Non Ais dari den Dafa."
"Apa? Kado ini dari Dafa?"pekik Byan terkejut dan Mba Ida mengangguk.
__ADS_1
*Kurang ajar, Dafa sudah berani memberikan barang-barang untuk Ais. Aku nggak akan biarkan Dafa mengusik keutuhan rumah tanggaku.*