Hati Untuk Aisyah

Hati Untuk Aisyah
Hari spesial Hana dan Aries


__ADS_3

Byan dan Aisyah saat ini tengah makan malam di restoran yang ada di penginapan. Byan sangat senang melihat wajah mupeng Afkar. Byan justru kini menjahili Afkar dengan berpura-pura akan menyuapi makanan ke Afkar. Saat Afkar sudah membuka mulutnya, Byan langsung membelokan sendoknya ke mulutnya dan memakannya. Tidak peduli ekspresi wajah Afkar yang bengong.


Byan tertawa melihat wajah Afkar. "Uuh... kasihan anak papa! Afkar makan ini saja." Sebagai gantinya Byan memberikan biskuit bayi ke tangan Afkar dan langsung dilahap oleh Afkar.


Selesai makan makan malam, Byan mengajak jalan-jalan di sekitar penginapan. Suasana di sana sangat ramai, apalagi hari ini tanggal merah. Banyak penjual mainan ataupun pedagang kecil.


"Sayang anak! Sayang anak!" Suara penjual mainan menawarkan dagangannya.


Byan yang melihat banyak mainan di gerobak penjual mainan, segera menghampirinya.


"Mang, ini berapaan?" Tunjuk Byan pada balon yang berbentuk karakter kartun.


"Ini dua belas ribu aja, Pak."


"Afkar mau yang mana?" Tanya Byan kepada Afkar dan mendekatkan Afkar ke segerombolan balon-balon.


Afkar kemudian menunjuk balon Doraemon.


"Yang Doraemon, Mang," ucap Byan sekaligus membayarnya.


Afkar tampak kegirangan mendapatkan yang ia mau. Pandangannya terus ke arah balon yang berada di atasnya.


"Ndaaad... Ndaaad...." Oceh Afkar.


"Kita mau kemana lagi?" Tanya Aisyah.


"Kita duduk di bangku sana." Tunjuk Byan ke arah taman.


Aisyah dan Byan segera duduk di taman tersebut, sambil melihat orang yang berlalu lalang. Byan menurunkan balonnya yang langsung di pukul-pukul oleh Afkar.


"Kak, kayaknya makanan itu enak." Tunjuk Aisyah ke arah penjual bakso ikan.


"Itu kan bakso ikan?" Ucap Byan tak percaya kalau Aisyah menginginkan bakso ikan. Melihatnya saja sudah buat ia eneg.


Aisyah pun mengangguk dengan tatapan memohon. "Boleh ya...."


"Ya sudah, tapi makannya jangan menghadap ke aku. Bisa-bisa aku langsung mual atau muntah," tukas Byan. Demi keinginan Aisyah, Byan membolehkannya.


"Oke...." Jawab Aisyah yang langsung menghampiri penjual bakso ikan.


Dari jauh saja sudah membuatnya menggugah seleranya, apalagi memakannya. Pasti sangat sedap, pikir Aisyah.


Seperti apa yang dikatakan oleh Byan, Aisyah makan bakso ikan membelakangi Byan. Aisyah sangat menikmatinya, bahkan Aisyah merasa belum puas memakan bakso ikan. Akan tetapi perutnya sudah sangat kenyang.

__ADS_1


Karena waktu semakin malam, Byan mengajak Aisyah pulang ke penginapan.


"Selamat tidur jagoan kecilku," ucap Byan sambil menyelimuti tubuh Afkar, kemudian mengecupi kening Afkar.


Byan sekarang tersenyum menyeringai kepada Aisyah yang tengah berganti pakaian. Apalagi Afkar sudah tidur dengan lelap dan pastinya tidak akan menggangu kesenangannya. Byan segera mendekati Aisyah dan memeluknya.


"Aku ingin sekali menengok anakku," bisik Byan, sambil mengecupi cuping telinga Aisyah.


Aisyah hanya pasrah dan mengikuti semua arus cinta yang kini tengah keduanya reguk bersama.


Aisyah mendesah saat Byan merajai tubuhnya dan mengecupi setiap jengkal kulitnya. Kenikmatan yang keduanya raih sampai membawanya dalam gelora api cinta yang semakin menggebu dan menyesatkan dua anak manusia yang tengah memadu kasih di atas sofa.


Semakin lama semakin memanas, apalagi sampai menciptakan suara gesekan kulit yang beradu dan kini keduanya sampai berada di puncaknya. Byan terus merayu tubuh Aisyah dengan sentuhan mesranya dan menghentakkan gerakannya dengan tempo cepat yang membuat Aisyah terus meracau sampai kini berada di puncak kenikmatan yang luar biasa. Peluh keringat membuktikan betapa luar biasanya kegiatan panas keduanya.


"Sayang...." Byan mendesah panjang dan menumpahkan seluruh benih cintanya.


***


Sebulan sudah berlalu dan hari ini adalah hari anniversary pernikahan Aries dan Hana. Di anniversary kali ini Aries menyiapkan pesta untuk merayakan hari jadi pernikahannya.


Hana tengah terkekeh-kekeh, saat dirinya tengah memandangi pakaian yang ia kenakan. Pakaian pengantin yang sama persis saat dirinya menikah beberapa belasan tahun silam.


"Aku seperti mau menikah lagi," gumam Hana.


Gadis kecil nan cantik kini menemui ibunya di kamarnya.


"Terima kasih, Sayang."


"Ayo kita keluar. Pasti yang lain sudah menunggu kita," kata Hana sambil merangkul pundak Adelia.


Dua wanita beda generasi itu, kini sudah bergabung dengan anak-anaknya. Hana merasa sangat malu melihat anak dan mantunya. Di usia yang sudah tidak muda lagi, harus merayakan anniversary nya seperti ini dan mengenakan pakaian pengantin.


"Ibu sangat cantik sekali." Zee memuji Hana dan Hana tersipu malu mendengar pujian dari menantunya.


"Sepertinya Abang bakal punya adik lagi," celetuk Marshall.


Hana langsung memelototinya dan Marshall tertawa kecil.


"Ibu sudah siap?" Tanya Byan yang baru masuk ke dalam rumah.


"Sudah dari tadi," sahut Marshall.


"Ayo, ibu. Kendaraannya sudah datang," sambung Byan.

__ADS_1


Hana mengangguk, lalu semuanya keluar dari rumah. Hana tercengang melihat kendaraan yang akan ditumpanginya. Sebuah kereta kencana dengan kuda empat sudah siap mengantakannya ke tempat acara.


"Silahkan ibu naik."


Byan mengulurkan tangannya dan menuntun Hana naik ke kereta kencana. Adelia, Adelio dan Andreo ikut dengan Hana, setelah itu kereta kencana siap berangkat.


"Dadah bucaann!!" Marshall melambaikan tangannya dan semuanya tersenyum bahagia.


"Ayo, kita juga harus segera ke sana," ujar Byan.


Semuanya kini sudah sampai. Hana masih duduk manis di kereta kencana, lalu Aries datang menjemputnya.


Hana terpesona melihat ketampanan lelakinya itu. Dengan senyum menawannya Aries mengulurkan tangannya dan sedikit membungkukkan tubuhnya.


Hana tersipu atas perlakuan manis Aries. Hana pun turun dan langsung menggandeng lengan Aries. Semua anak-anaknya mengikuti langkah Hana dan Aries dari belakang.


"Ayah, so sweet banget ya...." Bisik Aisyah kepada Byan.


"Iya...."


Sesampainya di pesta, semua tamu yang hadir langsung bertepuk tangan menyambut kedatangan pengantin usang itu.


"Aku malu tahu...." Bisik Hana kepada Aries.


"Kenapa malu?"


"Rasanya nggak pantas saja kita rayain anniversary kita seperti ini," ujar Hana.


"Tapi aku ingin merayakannya dan ingin mengulang momen bersejarah kita. Jadi kamu nikmati saja pestanya, sayang."


Aries dan Hana kini sudah berdiri di atas panggung yang sudah dihias sedemikian rupa, bahkan mirip dengan panggung pelaminan.


Ting... Ting... Ting.


Aries memukul gelas menggunakan sendok. "Perhatian... Perhatian...!"


Semua orang langsung tertuju kearahnya dan mendengarkan apa yang akan Aries ucapkan.


"Terima kasih atas perhatiannya. Saya Aries dan ini istri tercinta saya, Hana, mau mengucapkan terima kasih karena kalian semua bisa hadir di acara spesial kami, yaitu hari ulang tahun pernikahan kami yang...." Aries menjeda kalimatnya. " Yang ke berapa?" Bisik Aries kepada Hana.


"Lima atau enam belas tahun," jawab Hana, yang sama-sama lupa berapa usia pernikahannya. Hana malas menghitungnya.


"Pokoknya hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami. Untuk istriku, Hana. Terima kasih sudah selalu berada di sisiku, selalu menjadi istri terbaikku sekaligus menjadi ibu yang baik buat anak-anakku. Semoga di usia pernikahan kita yang entah ke berapa, kamu selalu mencintaiku dan semoga kita selalu bersama-sama sampai kita tua nanti. Hana, istriku... Aku cuman mau mengatakan, kalau aku sangat mencintai kamu. Bahkan dari awal kita bertemu sampai sekarang rasa cintaku tidak pernah pudar. Semoga selamanya kita selalu bersama-sama, merawat dan membesarkan anak-anak kita dan juga merawat cucu-cucu kita. Istriku... Tetaplah di sampingku sampai ajal memisahkan kita."

__ADS_1


Aries menatap Hana penuh cinta. "I love you my wife...."


Hana terharu mendengar penuturan Aries. Walaupun sudah lama menikah, Aries selalu saja membuatnya jatuh cinta berkali-kali. Hana sangatlah bersyukur bisa menjadi istri seorang Aries Yanuar Heryanto.


__ADS_2