
Beberapa minggu pun berlalu. Aditya dan Bella belum mengetahui kalau Dafa sudah menjatuhkan talak kepada Aisyah dan hari ini Bella ingin bertandang ke rumah besannya.
Bella sudah sampai di kediaman besannya, sembari membawa buah tangan untuk Hana. Dengan langkah ringan Bella berjalan ke teras rumah dan mengetuk pintu.
"Hai...." Seru Bella, saat Hana membukakan pintunya. Kedatangan Bella disambut dengan wajah masam Hana, karena Hana masih belum terima dengan keputusan Dafa yang seenaknya saja menjatuhkan talak kepada Aisyah.
Senyum Bella seketika memudar dan menatap bingung wajah Hana. Di dalam hatinya bertanya-tanya, ada apa dengan Hana. Biasanya Hana akan menyambutnya dengan senang hati, tapi ini sikap Hana dingin terhadapnya.
"Ngapain anda datang kesini!" Ketus Hana. Bella terkejut dengan perkataan Hana, tak biasanya Hana berkata ketus.
"Saya datang kesini mau bertemu denganmu dan Ais."
"Buat apa! Mau menyerahkan surat cerai!"
"Maksudnya?" Bella tak mengerti dengan omongan Hana.
"Halah... Jangan berlaga nggak tahu!" Kesal Hana dan menatap sinis wajah Bella.
"Saya memang nggak tahu. Maksudnya surat cerai apa?"
"Lebih baik kamu tanyakan saja sama Dafa." Hana kemudian menutup pintunya dan Bella terbengong dengan sikap Hana.
Apa yang sudah diperbuat Dafa? Apa iya Dafa menceraikan Ais? aku harus bicara sama Dafa.
Bella kembali berjalan ke mobilnya dan saat akan membuka pintu mobil, Aisyah datang diantarkan oleh Marshall.
"Mama...." Aisyah segera menghampiri Bella dan mencium tangan Bella. "Sudah lama Mama disini?"
"Ais, jawab Mama. Apa benar kalau Dafa menceraikan Ais?"
Aisyah mengangguk lemah dan tatapan matanya Aisyah berubah sendu. Bella menghela nafasnya, hati Bella langsung geram kepada Dafa. Ternyata ucapannya tidak main-main untuk menceraikan Aisyah.
"Ais, maafin Dafa. Mama nggak menyangka kalau Dafa akan menceraikan Ais." Bella benar-benar sangat kecewa atas tindakan anaknya itu. Aisyah hanya mengangguk, tenggorokannya terasa tercekat. Rasa sedih dan sakit masih Aisyah rasakan.
"Tunggu-tunggu! Dafa menceraikan Ais?" Ucap Marshall memastikan kalau ia tidak salah dengar. Aisyah menunduk sendu. Seketika hatinya Marshall geram dan ingin menghajar Dafa.
Marshall langsung meninggalkan Aisyah dan Bella. "Abang mau kemana?" tanya Aisyah, tapi Marshall tidak menjawabnya. Marshall masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobilnya dan Marshall akan menghajar Dafa. Marshall terlebih dulu mengirim pesan singkat ke Dafa, setelah itu Marshall memacukan mobilnya.
Marshall Sudan datang ditempat yang sudah di janjikan dan Dafa segera menemui Marshall ditempat tersebut.
__ADS_1
Kedua tangan Marshall terkepal kuat dan tatapan matanya begitu tajam. Kemarahan Marshall semakin besar, saat Dafa datang bersama perempuan lain.
"Ada apa Abang ingin bertemu denganku?" Tanya Dafa.
Tanpa ba bi bu, Marshall langsung memberi bogem mentah ke wajah Dafa. Marshall menarik kerah kemeja Dafa dan memukulnya lagi.
"Kurang ajar kamu! Berani-beraninya kamu menyakiti adikku!" Emosi Marshall, yang sudah sangat mendidih.
"Eeh... Lepaskan, Dafa!" lerai Wulan, mencoba melepaskan tangan Marshall dari kerah baju Dafa. Marshall melirik tajam Wulan.
"Jadi gara-gara cewek ini, kamu menceraikan Ais!"
"Menceraikan? Maksudnya apa ini?" Wulan tidak mengerti dengan perkataan Marshall.
"Jadi kamu nggak tahu kalau Dafa sudah menikah dan kamu mau-maunya jadi selingkuhannya dia."
"Menikah?" cicit Wulan.
"Cukup! Dia bukan selingkuhan ku. Aku dan dia sudah lama pacaran, justru Ais lah orang ketiga antara aku dan dia. Asal Abang tahu, aku bersedia menikah dengan Ais karena paksaan dari ayah karena Ais penyakitan. Jadi jangan salahkan aku bila aku memilih pacarku, toh hidup Ais juga nggak bakalan lama."
"Baji ngan kamu!" Geram Marshall dan kembali memukul Dafa, tapi pukulan Marshall dapat di tangkis oleh Dafa dan Dafa menyerang balik Marshall. Dafa memukul wajah Marshall.
Dafa menarik tangan Wulan dan pergi dari hadapan Marshall.
***
"Sekarang kamu jelaskan sama aku. Kenapa kamu tega mengkhianati aku," ucap Wulan dan saat ini keduanya sudah berada di apartemen.
"Maaf jika aku mengkhianati kamu. Aku terpaksa menikahi dia, karena papa memaksa aku."
Wulan merengut manyun dan kesal. Ia tak terima kalau Dafa menduakan cintanya.
"Apa kamu menyentuhnya?"
Dafa mengangguk kecil dan Wulan langsung memukul-mukul dada Dafa.
"Jahat kamu... Katanya terpaksa, tapi kamu menyentuhnya." Wulan benar-benar sangat jengkel.
"Sayang... Aku minta maaf. Maaf karena aku mengkhianati kamu."
__ADS_1
Dafa mencoba menghentikan tangan Wulan dan langsung memeluk Wulan erat.
"Kamu jahat...."
"Iya, aku jahat."
"Kamu tega mengkhianati cintaku...."
"Maaf... Maafin aku." Sesal Dafa. Kemudian Dafa menangkubkan kedua tangannya di pipi Wulan.
"Maafin aku...." Lalu Dafa mencium bibir Wulan.
Wulan yang tadinya marah, langsung luluh saat Dafa menciumnya mesra. Keduanya hanyut dalam ciuman yang mereka lakukan. Wulan menarik tubuh Dafa ke sofa tanpa melepaskan ciumannya.
Wulan membuka kancing bajunya Dafa dan saat ini Wulan menginginkan Dafa untuk memuaskan hasratnya. Selesai membuka baju Dafa, tangan Wulan turun ke kancing celana Dafa.
Dafa menahan tangan Wulan dan menghentikan ciumannya. Wulan menatap wajah Dafa penuh damba.
"Kenapa?" Kata Wulan.
"Aku nggak mau menyentuh kamu sekarang. Aku akan menyentuh kamu jika sudah menikah denganmu. "
"Tapi aku menginginkan kamu dan aku ingin menghapus sisa-sisa bercinta kamu sama dia."
"Aku minta maaf, tapi aku ingin menjaga kesucianmu sampai kita menikah. Aku nggak mau melakukannya sebelum kita sah jadi suami istri."
Seketika Wulan kecewa atas penolakan Dafa. Padahal Wulan sangat menginginkan Dafa menyentuhnya. Lalu Wulan berdiri dan melangkah ke kamar dengan rasa kecewa.
Dafa segera mengikuti Wulan dan memeluk Wulan dari belakang. "Jangan marah, sayang...." Rayu Dafa.
"Gimana aku nggak marah. Kamu menolak aku, sedangkan kamu malah menyentuh wanita lain."
"Aku minta maaf, sungguh aku menyesalinya. Aku menolak menyentuh kamu, karena aku nggak mau merenggut kesucianmu. Aku tuh sayang banget sama kamu dan aku benar-benar ingin menjaga kehormatan kamu."
Wulan memutarkan tubuhnya dan memeluk Dafa. "Maaf... Aku cemburu, karena kamu telah menyentuh wanita lain."
"Iya...."
"Aku cinta sama kamu."
__ADS_1
"Aku juga sangat mencintai kamu," balas Dafa.
Dafa lega karena Wulan memaafkannya. Dafa berjanji akan terus menjaga cintanya untuk Wulan dan tidak akan mengkhianati Wulan lagi. Baginya Wulan satu-satunya wanita yang paling ia cintai dan Wulan adalah wanita yang terhormat, maka ia akan terus menjaganya sampai waktu menyatukannya.