Hati Untuk Aisyah

Hati Untuk Aisyah
Sebuah harapan


__ADS_3

Hari ini Byan resmi mengundurkan diri dari tempatnya bekerja. Sebelum meninggalkan perusahaan yang sudah mengantarkannya sebagai seorang manager, Byan berpamitan terlebih dahulu kepada seluruh staf bawahnya juga atasannya. Setelah itu Byan keluar dari kantor dengan langkah ringan.


Tujuan Byan kali ini adalah datang ke perusahaan The Star Grup. Sesampainya di sana, Aries menyambut kedatangan Byan dengan cara memberikan pelukan hangat.


"Akhirnya kamu keluar juga dari tempat kerjamu," ujar Aries dengan perasaan senang, lalu Aries mengajak Byan untuk duduk di sofa.


Sam datang ke ruangan Aries sambil membawa dokumen di tangannya. Sam menyerahkan dokumen tersebut kepada Aries.


"Duduk dulu, Sam," suruh Aries dan Sam langsung mendudukkan dirinya di sebrang Aries.


"Ini adalah dokumen anak cabang perusahaan The Star Grup yang baru. Kamu pelajari dulu isinya, jika kamu merasa bingung kamu tinggal tanyakan saja sama ayah atau Sam."


"Iya, yah." Byan mengambil dokumen tersebut dan melihat isi penting dari dokumen itu.


"Ayah harap kamu bisa mengelola perusahaan itu dengan baik." Lanjut Aries berbicara.


"Mudah-mudahan aku bisa, yah."


Selanjutnya pembicaraan pun lebih serius, hingga tak terasa jam makan siang pun tiba dan terdengar suara pintu terbuka yang menampakkan dua wanita cantik berbeda usia.


Aries tersenyum melihat istrinya yang sengaja datang membawa bekal makan siang dan Byan tidak bisa menutupi keterkejutannya melihat Aisyah ada disini.


"Belum pada makan siang kan?" Ucap Hana sambil meletakkan bekalnya di atas meja.


"Belum, kan lagi nungguin kamu," sahut Aries.

__ADS_1


Aisyah tersenyum melihat Byan yang terus melihatnya, lalu Aisyah duduk di samping Byan dan melingkarkan tangannya di lengan Byan.


"Kakak mau makan bareng sama ayah atau cari makan diluar?" Tanya Aisyah.


"Aku ikut kamu aja," jawab Byan yang tidak mempermasalahkan makan dimana saja.


"Kalian makan disini saja," timpal Hana, karena Hana sengaja membawa bekalnya banyak. Lalu semuanya makan siang bersama.


Aries dan Hana terus memperhatikan Byan yang terus menyuapi Aisyah. Hana tersenyum tipis melihat betapa perhatiannya Byan kepada Aisyah. Hana sangat bersyukur karena Aisyah mendapatkan jodoh seperti Byan.


Di dalam hatinya, Hana mendoakan pernikahan Byan dan Aisyah dan berharap rumah tangga anaknya selalu di beri kebahagiaan dan keberkahan.


"Aku sudah kenyang, kak." Ucap Aisyah, sambil menolak suapan terakhir dan akhirnya satu suapan itu berakhir di mulutnya Byan.


"Lain kali makannya jangan sedikit," omel Byan.


"Aku tidak peduli. Pokoknya kamu harus banyak makan."


Selesai makan siang bersama mertuanya. Byan kini mengajak Aisyah jalan-jalan. Byan mengajak Aisyah pergi ke pantai.


Angin yang berhembus kencang dan ombak yang berkejaran, membuat sepasang suami istri itu menikmati keindahan pantai di sore itu. Keduanya duduk di pasir sambil meminum air kelapa muda.


"Kak, nanti kalau baby-nya sudah lahir, kita ajak ke sini ya,' ujar Aisyah, sambil menyingkirkan anak rambutnya.


"Oke," jawab Byan sembari mengangkat jempolnya.

__ADS_1


Saat matahari sudah berada di ufuk barat, Byan memeluk Aisyah dari belakang sambil melihat sunset. Aisyah sangat menikmati momen ini dan berharap bisa terus merasakan kebersamaan ini dengan Byan, suami tercintanya.


***


"Kita ngapain ke sini?" Tanya Aisyah, karena Byan mengajaknya ke sebuah penginapan yang tak jauh dari pantai.


"Kita nginep di sini. Sekali-kali kita tidur ditempat seperti ini, jangan hanya di rumah terus," ujar Byan.


Setelah memasan kamar yang sebelumnya sudah dipesan, Byan dan Aisyah dipandu menuju kamar yang akan ditempati. Aisyah terbelalak melihat kamar yang di pesan oleh Byan.


Kamar tersebut langsung menghadap ke arah laut, dengan ranjang gantung yang membuat siapapun akan berbinar melihatnya.



"Gimana, kamu suka?" Tanya Byan yang kini memeluk Aisyah dari samping.


Aisyah hanya menganggukkan kepalanya. Aisyah tak mampu menjawabnya karena saking senangnya dengan semua yang Byan persembahkan. Lalu Aisyah melangkah ke arah pintu kaca dan membukanya.


Mata Aisyah langsung dimanjakan dengan pemandangan langit yang gelap dengan bertabur bintang dan rembulan yang bersinar terang, tidak lupa dengan suara ombak yang terus berkejaran.


"Terima kasih, kak. Aku suka tempat ini," ujar Aisyah dengan senyum manisnya.


"Sama-sama. Lagian aku senang memanjakan istriku ini." Sambil mencubit hidungnya Aisyah.


Aisyah sungguh sangat bahagia dengan apa yang Byan lakukan untuknya. Tak henti-hentinya Aisyah mengucapkan rasa syukurnya karena memiliki seorang suami seperti Byan, yang selalu mencintainya disetiap kekurangannya dan tidak peduli akan dirinya yang sudah berbadan dua, juga penyakit yang setiap harinya terus menggerogotinya.

__ADS_1


Hanya satu yang Aisyah harapkan, yaitu ingin hidup lebih lama dengan Byan dan menghabiskan sisa hidupnya dengan Byan dan semoga harapannya terkabulkan.


__ADS_2