Hati Untuk Aisyah

Hati Untuk Aisyah
Mengajak terbang menuju nirwana


__ADS_3

Byan langsung memangut bibir Aisyah lembut, lalu tangan kanannya menarik tubuh Aisyah agar lebih merapat ke tubuhnya. Sedangkan tangan kirinya menahan tengkuk Aisyah.


Beberapa menit berciuman, Byan mulai menarik handuk yang dikenakan Aisyah dan menjatuhkannya begitu saja. Kini tubuh Aisyah benar-benar tidak tertutup sehelai benangpun.


"Kak.. aku belum KB," ujar Aisyah, menghentikan ciuman Byan.


"Kamu tenang saja dan percaya padaku," jawab Byan.


"Tapi...."


"Kamu harus yakin sama aku." Lalu Byan kembali mencium bibir Aisyah.


Ciuman lembut kini berubah lebih menuntut dan nafas Byan mulai memburu. Lalu bibir Byan berpindah ke ceruk leher Aisyah dan mengecupi kulit leher Aisyah.


"Aaahh...." Desah Aisyah tanpa disadarinya.


Byan memberikan tanda cintanya di sana, sebagai bukti kalau malam ini Aisyah sudah menjadi miliknya seutuhnya.


Byan kemudian mengangkat tubuh Aisyah tanpa melepaskan ciumannya dan dibaringkannya Aisyah di atas ranjang. Byan langsung mengukung tubuh Aisyah.


Ciuman Byan berubah liar. Setiap jengkal kulit tubuh Aisyah tak luput dari jangkauan bibirnya, membuat Aisyah semakin mengeluarkan suara merdunya dan itu membuat Byan semakin bersemangat merayu kulit tubuh istri tercintanya.


"Kak by...." Racau Aisyah yang begitu terbuai dengan bibir Byan yang terus menyapu kulitnya, memberikan maha kaya terbaiknya dikulit tubuh Aisyah.


Byan semakin menggila ketika bibirnya berhenti di dua gundukan yang kenyal. Melahapnya dan meremasnya dengan penuh api gai rah yang membakar seluruh darahnya. Aisyah bergerak gelisah dan menikmati sentuhan-sentuhan Byan.


Aisyah kemudian menekan kepala Byan, agar Byan semakin memperdalam cumbuannya di dadanya.


Aisyah terus mengeluarkan suara-suara yang terus membuat api asmara Byan semakin mendidih. Keduanya kini sudah diliputi kabut penuh gelora.


Dengan tergesa-gesa Byan membuka seluruh pakaiannya dan kembali mengukung Aisyah. Malam ini Byan ingin mengajak Aisyah berpetualang dalam indahnya berpeluh keringat diatas ranjang.


Mengajaknya terbang ke puncak nirwana, hingga keduanya tersesat dalam lingkup kenikmatan yang luar biasa dahsyatnya.


"Sayang... Apa kamu sudah siap untuk aku golkan berkali-kali?" Bisik Byan penuh gelora.


Aisyah hanya mampu menganggukkan kepalanya, karena dirinya juga sudah sangat menginginkannya.


Sebelum memulai ke intinya, Byan terlebih dahulu memasangkan pengaman di anaconda. Lalu perlahan tapi pasti, Byan memasuki tempat yang akan menjadi sarang anacondanya dan pastinya akan sering melilit milik Aisyah.


Byan benar-benar mengajak Aisyah terbang menuju kenikmatan yang sesungguhnya, kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Ruangan yang tadinya dingin karena AC kini berubah menjadi panas. Byan terus dan terus menerjang tubuh Aisyah dengan kenikmatan dan Aisyah semakin merintih nikmat atas permainan panasnya Byan.


Byan benar-benar tidak memberikan kesempatan buat Aisyah untuk tidak berhenti mengeluarkan suara-suara erotisnya.

__ADS_1


Byan terus memanjakan seluruh tubuh Aisyah dengan kecupan kecupan mesra. Hingga dimana titik kenikmatan itu akan berakhir dengan sempurna.


"Sayang...." Desah Byan yang sebentar lagi melepaskan benih-benih cinta.


Byan semakin gencar mempercepat tempo gerakan pinggulnya dan Aisyah semakin mencekram lengan berotot Byan, di seratai dengan rintihan merdu.


"Kak... Uuhh...." Aisyah lebih dulu merasakan klim aaksnya, kemudian disusul dengan Byan yang kini semakin mempercepat gerakannya.


"Say... Yang...." Byan mendekap erat tubuh Aisyah saat benih cintanya telah tumpah di dalam sangkar milik Aisyah.


Byan dan Aisyah terengah-engah, nafas keduanya masih memburuh, sedangkan peluhnya melebur menjadi satu. Setelah itu Byan mengangkat wajahnya dan menatap wajah Aisyah yang masih merasakan sisa-sisa bercinta.


Lalu Byan mengecup kening Aisyah , kemudian Byan menggulingkan tubuhnya ke samping dengan Aisyah yang kini berada di atas tubuhnya.


"Kita istirahat dulu," ucap Byan.


Aisyah hanya mengangguk dan memeluk Byan.


Malam itu, Byan tidak hanya melakukannya sekali. Entah berapa kali Byan mengajak Aisyah berolahraga di ranjang. Byan benar-benar melepaskan dahaganya dalam bercinta.


***


Aisyah terbangun saat matahari sudah merajai bumi. Aisyah merasakan seluruh tubuhnya terasa remuk redam.


"Uuh... Pegel banget...." Keluh Aisyah, yang kini duduk. Tanpa ia sadari selimut yang menutupi tubuhnya merosot dan menampakkan tubuh bagian atasnya yang tanpa busana.


"Jangan memancing aku, sayang," ujar Byan.


"Siapa juga yang mau mancing kamu!" Sungut Aisyah, yang kini menarik selimutnya dan menutupi tubuhnya.


"Sekarang jam berapa?" Tanya Aisyah.


"Jam sepuluh."


Byan kemudian menarik selimutnya, lalu membungkukkan tubuhnya dan mengangkat tubuh Aisyah.


"Eh! Mau ngapain?"


"Mau mandiin kamu."


"Nggak usah. Aku bisa mandi sendiri."


"Aku akan tetap memandikan kamu. Anggap saja sebagai pelayanan terbaik dariku, karena semalam kamu sudah membuat aku merasakan nikmatnya bercinta."


Aisyah langsung bersemu merah, mengingat kembali permainan panasnya di atas ranjang.

__ADS_1


"Kenapa dengan wajah kamu," ledek Byan, sambil mengulum senyumnya.


"Nggak kenapa-napa," jawab Aisyah, lalu Aisyah menyembunyikan wajahnya ke dada bidang Byan.


Byan menurunkan tubuh Aisyah ke dalam bathtub yang sudah ia siapkan beberapa menit yang lalu.


Aisyah menenggelamkan tubuhnya, karena Byan terus saja memandanginya begitu lekat.


"Kakak keluar saja," usir Aisyah yang merasa risih, selain itu juga Aisyah tidak yakin kalau Byan tidak macam-macam terhadapnya.


"Aku nggak mau keluar. Aku kan sudah bilang, mau mandiin kamu."


Aisyah menggeleng cepat.


Byan tertawa kecil melihat ekspresi wajah Aisyah yang terlihat tidak percaya padanya. " Oke... Aku akan keluar, tapi selesai kamu mandi aku akan memakanmu lagi," gurau Byan.


Sedangkan Aisyah hanya merengut manyun mendengar perkataan Byan.


"Mulai sekarang kamu harus selalu mempersiapkan diri, karena sewaktu-waktu aku akan menginginkannya lagi," ujar Byan, kemudian melangkah keluar dari kamar mandi.


"Huh... Kenapa kak By jadi mesum begitu," cibir Aisyah.


Hampir tiga puluh menit Aisyah menyelesaikan mandinya dan kini Aisyah tengah kebingungan, karena di dalam kamar mandi tidak ada handuk.


"Ini pasti kerjaan, kak By."


Karena bingung, terpaksa Aisyah berteriak memanggil Byan.


"Kakak!! Tolong ambilkan handuk!" Teriak Aisyah, tapi Byan tidak menyahutinya.


Aisyah semakin gelisah dan bingung. Kemudian Aisyah menyembulkan kepalanya dan melihat keluar kamar mandi.


"Aman. Sepertinya kakak sedang keluar."


Aisyah pun keluar dari kamar mandi dan cepat-cepat melangkah mengambil handuk. Byan yang baru saja selesai telpon dengan rekan kerjanya di balkon, dibuat melongo melihat Aisyah keluar tanpa mengenakan handuk.


" Lihatlah sekarang, si anaconda sudah bereaksi melihat Ais tanpa busana," gumam Byan.


"E'hem...." Byan berdehem. Aisyah terkejut mendengar deheman Byan dan cepat-cepat melilitkan handuknya.


"Kalau tidak mementingkan perut, aku sudah memakanmu sekarang juga," ucap Byan.


Kali ini Byan tidak mau menuruti keinginannya untuk mengajak Aisyah berolahraga di atas ranjang. Karena saat ini perutnya sudah berteriak meminta makan.


"Cepat pakai baju, kalau tidak aku benar-benar akan memakanmu."

__ADS_1


"Iya...." Jawab Aisyah dan mengambil pakaian yang sudah disiapkan oleh Byan.


__ADS_2