
Yura kembali membuka selimutnya. "Nah itu, gue juga nggak tahu. Gue mau cepet-cepet pindah ke asrama sekolah biar nggak ngeliat emak gue tiap hari!" jawab Yura.
"Kayaknya kita bakal barengan deh masuk asramanya. Gue sih maunya sekamar sama lo! Gue nggak bisa bayangin kalau gue sekamar sama cewek yang jorok ya lebih dari lo, apa lagi yang suka tidur sambil kentut!" ejek Meta.
"Gue gampar nih!" balas Yura.
"Nggak sih, sebenarnya gue takut aja kalau lo tidur sama orang lain, selain gue! Bisa-bisa itu orang mati serangan jantung lihat lo!" lanjut Meta sambil tertawa dan menutup tubuhnya dengan selimut.
"Diih," balas Yura yang ikut tidur.
***
Keesokan harinya, perkelahian antara Yura dan Vin kembali di sekolah. Semua bermula karena Vin mengejek Yura dengan sebutan durhaka.
"Jaga mulut lo, Vin!" teriak Yura sambil menunjuk wajah Vin dengan begitu dekat. Semua mata di kantin memandang ke arah mereka.
"Kenapa harus gue yang jaga mulut? Mulut lo sendiri apa kabar?!" balas Vin.
"Gue nggak pernah ngurusin keluarga lo! Jadi stop ngurusin keluarga gue!" teriak Yura lagi.
***
Di kejauhan Kim Tae Young bersama teman-temannya melirik gadis yang berteriak tersebut.
"Kayaknya bakalan seru nih," ucap Kim Tae Young.
"Menurut lo, Yura berani nggak mukul Vin?" tanya Edo.
"Ya nggaklah! Yura 'kan cewek!" balas Kim Tae Young.
"Gue ramal sih Yura bisa mukul Vin. Dia tomboi soalnya!" balas Dewa.
***
"Lo yang durhaka!" teriak Yura mendorong Vin hingga terjatuh.
"Gue? Jelas-jelas lo yang durhaka sama emak lo!" balas Vin kembali berdiri dan membalas dorongan itu.
Yura terhempas ke lantai kantin. Kini semua murid mengerumuni mereka.
Yura mengepal tangannya dan melayangkan pukulan ke wajah Vin dan membuat pria itu terhuyung hampir terjatuh. Teriakan para murid pun meramaikan perkelahian itu.
Kim Tae Young dan teman-temannya juga melihat kejadian itu. "Bener ramalan gue. Yura mukul Vin," ucap Dewa.
Kim Tae Young berjalan mengerumuni dua murid yang berkelahi itu dan teman-temannya mengikuti.
__ADS_1
Vin hendak memukul Yura dan membuat teriakan para murid memanas. Tapi, ia menyimpan kepalan tangannya itu kembali.
"BUBARRR!!" teriak seorang guru wanita. Semua murid kalang kabut duduk kembali di tempatnya san menikmati makan siang mereka. Suara itu berasal dari mulut Bu Tiyas, guru BK.
***
Hari ini Vin dan Yura mendapatkan surat panggilan orang tua. Untuk pertama kalinya Putri dan Nurul mendatangi sekolah elite tersebut karena hal yang sama dengan beberapa tahun yang lalu.
"Kok, Vin sekolah di sini, Nur?" tanya Putri.
"Ceritanya panjang, Put," jawab Nurul.
"Rafa?" tebak Putri. Nurul mengangguk sebagai jawabannya. "Mau ngapain lagi dia?! Vin udah bahagia sama Feno! Dia nggak butuh Rafa!"
"Rafa sakit. Dia minta Vin belajar bisnis di sini. Satu-satunya yang bisa dia harapin sekarang cuma Vin," ucap Nurul.
***
Sejak kedatangan Nurul dan Putri ke sekolah hari itu, semua murid menyerang Vin. Pasalnya mereka tahu siapa Nurul sebenarnya.
"Itu 'kan mbak-mbak yang jaga kantin di Gibi!"
Gibi adalah nama toko buku milik Regi.
"Kok bisa sekolah di sini?"
"Yura keponakannya yang punya Gibi! Mungkin Vin dibayarin keluarga Yura sekolah di sini!"
"Gue kira konglomerat, ternyata melarat!"
"Udah ketebak sih dari hari pertama sekolah, pakaiannya aja kayak gitu. Sepatunya nggak bermerek. Brand-brand murah!"
Kalimat-kalimat itu Vin dapatkan saat hendak memasuki kelasnya. Saat pria itu duduk di bangkunya, tiba-tiba Kim Tae Young menghampiri Vin bersama kedua temannya, yakni Dewa dan Edo.
"Woi, Miskin!" panggil Kim Tae Young sambil menendang meja Vin.
"Masih mampu lo sekolah sini?" tanya Edo.
"Emak lo ngelontay ya buat bayarin lo sekolah?" tanya Dewa membuat Vin berdiri dan hendak memukulnya. Tapi Kim Tae Young lebih dulu menarik pundaknya untuk tetap duduk.
"Sekedar info, lo satu-satunya orang miskin di sini. Jadi maklumin aja ya!" ucap Kim Tae Young dengan nada mengejek.
***
Sepanjang hari Vin lalui dengan hinaan dan cemoohan para murid di sekolah. Yura sempat hendak memukul kepala Vin saat mereka bertemu di ruang loker. Tapi, tindakannya itu terhenti karena Yura melihat bekas luka di leher Vin.
__ADS_1
"Leher lo kenapa?" tanya Yura yang menarik lerah baju Vin agar luka itu terlihat dengan jelas.
Vin langsung menepisnya agar gadis itu menjauh.
"Bukan urusan lo!" bentak Vin sambil membuka pintu lokernya. Tiba-tiba begitu banyak sampah tertumpah ke lantai dari loker tersebut.
Yura menyadari bahwa Vin sedang tidak baik-baik saja di sekolah ini. "Gue saranin sih, lo pindah sekolah aja," ucap Yura.
Vin tak meladeni kalimat itu dan memilih untuk membersihkan semua sampah yang berserakan.
"Lo dibuli siapa?" tanya Yura. Vin masih tetap diam tak mengeluarkan sepatah kata pun.
"Si Tae? Lo dibuli cowok Korea itu?" tanya Yura lagi. "Kenapa nggak lo pukulin aja?!" Vin masih tetap berdiam diri.
Yura hendak membantu Vin membersihkan sampah-sampah itu. Tapi Vin malah menarik tangan Yura dengan kuat hingga tubuh gadis itu mendekat padanya. "Lo bisa nggak sih nggak usah ngurusin hidup gue?!" ucap Vin.
***
Pelajaran Olahraga baru saja selesai Vin jalani. Tiba-tiba semua murid melemparinya dengan bola basket sambil tertawa dan mengejeknya dengan sebutan Miskin.
"Kumpulin bolanya!" perintah Kim Tae Young dan melemparkan bola itu dan mengenai kepala Vin.
Vin menghela napasnya dan berjalan mengumpulkan bola-bola tersebut. Sebenarnya ia bisa melawan mereka semua. Tapi, Vin cukup sadar diri, bahwa ia merupakan murid baru di sekolah para manusia kaya ini. Lagi pula yang dikatakan mereka semua adalah kebenaran. Vin memang terlahir di keluarga yang miskin.
"Lo ngapain di sini?" tanya Vin yang melihat Yura memegang bola di hadapannya.
"Bantuin lo," jawab Yura sambil tersenyum dan menendang bola-bola yang sudah dikumpulkan oleh Vin dan membuatnya kembali tercecer.
"Yuraaa!!" teriak Vin karena dia telah lelah mengumpulkan bola-bola itu.
Gadis itu berdiri di sebelah Vin. "Gue bantuin!" ucap Yura berjalan dan menendang bola basket itu hingga dengan mudah masuk ke dalam keranjang bola yang telah disediakan.
"Itu bola tangan, Woe!" teriak Kim Tae Young, membuat Yura dan Vin menoleh padanya
Yura mengambil bola basket itu dengan kaki dan menendangnya ke arah Kim Tae Young. Pria itu terhempas ke lantai lapangan basket karena perbuatan Yura.
"Selama masih bisa ditentang, kenapa nggak?" ucap Yura.
"Udah, Ra! Jangan bikin masalah!" ucap Vin.
"Dia yang nyari masalah!" bantah Yura.
"Lo kelas 1 'kan?! Gue kakak kelas lo!" teriak Kim Tae Young.
"Kalau gue nggak peduli, gimana? Lo anak orang kaya? Biar gue beli harga diri lo, dijual berapa?" tanya Yura dengan nada mengejek.
__ADS_1