Hipotalamus

Hipotalamus
Nothing


__ADS_3

Tiba-tiba mata Yura terbuka lebar dan ia melepaskan pelukan itu. Sekuat tenaga ia mendorong Kayuki menjauh hingga terjatuh dari kasur yang ia tiduri.


"Mesum lo!" teriak Yura.


Kayuki tidak meladeninya. Ia malah terburu-buru menaiki tangga dan ke luar ruangan itu. Yura masih menikmati selimut yang hangat serta kasur bekas tubuh Kayuki yang ikut menghangat.


"Argh!" Suara Kayuki terdengar ke telinga gadis itu. Dengan cepat ia menaiki tangga dan menyusul Kayuki.


Di sana terdapat pria berpakaian serba hitam sedang menarik paksa Kayuki untuk ikut bersamanya.


"Woi!" teriak Yura yang langsung menendnag pria itu tanpa aba-aba.


"Yura!" Kayuki malah terkejut melihat apa yang Yura lakukan.


"Woi, Mesum! Kenapa nggak lo lawan aja sih?! Dari pada kabur-kaburan?!" omel Yura yang geram akan pelarian yang Kayuki lakukan. Sampai-sampai ia memanggilnya dengan sebutan mesum.


Kembali Yura memukuli pria berpakaian hitam itu hingga tak bisa terbangun lagi. Kayuki menarik tangan Yura untuk kabur. Bahkan matahari belum terbit saat ini. Setelah lumayan jauh dari sana, Kayuki membawa Yura ke sebuah danau besar. Di sana terasa sangat dingin.


"Bisa mati beku gue!" omel Yura sambil berusaha menghangatkan tubuhnya.


Kayuki membawa Yura ke kaki jembatan. Di sana juga terdapat tempat persembunyian Kayuki. Pria itu memberikan selimut kepadanya untuk menghangatkan tubuh. Dengan cepat Yura memakainya. Meski tubuhnya tak langsung merasakan hangat. Yura sampai menggigil dan menggetarkan gigi-giginya.


Kayuki malah terkekeh melihat Yura yang bertingkah seperti itu.


"Why?!" bentak Yura.


"Nothing," jawab Kayuki menoleh ke arah lain.


"Mesum!" ucap Yura. Belum puas ia tertidur, Yura kembali terlelap di sana.


Kayuki menyadari itu, karena ia membangunkan Yura karena merasa sakit perut. Saat ke luar dari toilet, ternyata pria suruhan ayahnya sudah menunggu di sana. Kayuki juga mengakui bahwa Yura sangat hebat. Tanpa rasa takut ia memukuli pria itu. Padahal, Kayuki sendiri tidak berani melakukannya. Ia lebih memilih untuk kabur dari mereka semua.


Yura malah mengalami mimpi buruk. Melihat Putri yang meninggal dunia dibunuh oleh pria berpakaian serba hitam itu. Yura menangis di dalam mimpinya hingga mengigau di dunia nyata.


"Mama," ucap gadis itu membuat Kayuki menoleh. Setetes air mata menepik dari mata yang tertutup tersebut.


Kayuki berpikir bahwa Yura juga memiliki masalah keluarga yang tak sama dengannya. Entah masalah apa yang gadis itu alami. Sehingga membuatnya berani dan sesedih ini.


"Mama," ucap Yura lagi dengan mulut yang sulit terbuka.

__ADS_1


Kayuki menarik selimut yang Yura gunakan agar tubuh gadis itu lebih terjaga kehangatannya.


Kayuki memperbaiki rambut Yura yang menutupi wajahnya. Ini adalah kali pertama seseorang mencampuri urusan yang Kayuki miliki. Pria itu terkekeh mengingat Yura yang sering mengomel karena Kayuki tidur di kelas.


Yura membuka matanya dan mendapati Kayuki yang sedang tersenyum di depan wajahnya. Secepat kilat gadis itu mendorong Kayuki menjauh. "Woi, Mesum! Mau ngapain lo?!" teriak Yura.


"It's not what you think!" bantah Kayuki.


"Mesum mah mesum aja! Lo mau ngapain, hah?! Kenapa lo senyum-senyum?! Diih! Najis gue sama lo, Mesum!" teriak Yura.


Kayuki malah menjauh dan melihat beberapa orang suruhan ayahnya berjalan ke arah mereka.


Kayuki dengan cepat menarik selimut Yura dan menutupi tubuh mereka untuk bersembunyi. Kayuki memberikan isyarat agar Yura tetap diam. Yura kembali ketakutan karena seperti yang ia katakan, ia tak ingin mati sebelum meminta maaf kepada ibunya, lulus sekolah, menikah dan memiliki anak.


Yura menutup matanya karena terlalu takut. Kayuki melihat wajah gadis itu dengan sangat dekat. Saat Yura membuka mata, ia mendapati Kayuki yang sedang memandangi wajahnya. Dengan cepat Yura menutupi wajahnya itu dengan kedua tangan. Kayuki terkekeh lagi melihat tingkah Yura.


"I think they're gone," ucap Kayuki membuka selimut itu dan memeriksa keadaan.


"Ih, gue nggak mau tahu. Pokoknya gue mau balik! Gue takut!" tegas Yura. "Tas gue! Astaga! Tas gue ketinggalan di rumah yang tadi! Hp gue di dalam tas! Gimana caranya gue hubungin ayah kalau kayak gini?" lanjut Yura.


"Mesum!" bentak Kayuki di hadapan Yura.


"Why are you calling me Mesum?!" tanya Kayuki.


"Ya karena emang lo mesum! Lo nyium gue! Terus lo mau tidur sama gue! Apa namanya kalau bukan mesum?!" omel Yura.


"What's?" tanya Kayuki.


"Nggak tahu ah. Males gue. Gue mau balik!" tegas Yura lagi.


"You can go home now," ucap Kayuki.


"Ya pulang gimana?! I don't know where this is, and which way I'm going home!" ucap Yura.


Setelah perdebatan panjang, akhirnya Yura sampai di rumah neneknya dan disambut oleh anggota keluarga termasuk Angga. Angga hendak memarahi anaknya tersebut. Tapi, cerita Yura yang mengatakan dirinya dikejar-kejar oleh para mafia bersama teman sekelasnya bernama Kayuki membuat Angga berhenti mempermasalahkan hal itu.


"Kayuki?" tanya Angga mendengar nama yang tak asing di telinganya itu.


"Dia anak mafia! Aku terpaksa kabur sama dia. Karena mereka juga ngejar aku! Aku tahu ini nggak masuk akal. Tapi itu beneran! Sue! Aku nggak bohong!" jelas Yura.

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa ketemu dia?" tanya Angga.


"Dia sebangku sama aku di sekolah, Pa. Dia datang ke sekolah cuma buat tidur. Ya, aku marah dong. Masa ke sekolah cuma buat tidur. Aku nggak tahu kalau dia anak mafia atau apa!" jawab Yura.


"Untuk sementara waktu, kamu jangan ke sekolah dulu. Takutnya kamu diincar dari mereka," ucap Angga.


"Tapi, Kayuki gimana?" tanya Yura.


"Udah jangan mikirin dia dulu. Kamu jangan berurusan sama dia!" tegas Angga.


***


Setelah seminggu tak masuk sekolah, akhirnya Angga mempekerjakan dua orang bodyguard untuk menjaga anak gadisnya. Hal itu malah mempersulit kehidupan Yura di sekolah.


Zahra menunjuk ke dua pria yang berdiri di belakang Yura tanpa berkedip. Ia masih merasa heran, mengapa teman barunya itu tiba-tiba dikawal oleh pria bertubuh kekar.


"Panjang ceritanya, Zah! Intinya, ini semua karena gue berurusan sama Kayuki," ucap Yura.


"Kayuki? Lo dibunuh dia? Keluarga lo diancam? Atau gimana?!" Zahra mendadak panik mendengar nama pria itu.


"Panjang ceritanya!" tegas Yura. Sebenarnya ia malas menceritakan hal yang berkaitan dengan pria yang ia anggap mesum tersebut.


"Ya sepanjang apa?! Kayak gimana?! 'kan gue pengen tahu!" tegas Zahra.


"Pokoknya panjang! Udah ah, bentar lagi masuk!" ucap Yura membuat Zahra kembali ke tempatnya. Ia melirik bangku sebelah yang kosong. Kayuki tak masuk sekolah hari ini.


***


Keesokan harinya, Yura mendapati Kayuki yang sedang berbaring di kursi. Seperti biasa, pria itu tertidur.


Yura menaruh sebungkus roti di atas meja Kayuki, menaruh tasnya dan pergi tanpa sepatah kata. Kayuki mengangkat kepalanya dan melihat roti serta tas Yura. Ia mengambil roti itu dan memakannya.


Saat Yura kembali bersama Zahra ke dalam kelas, Yura melihat roti yang ia berikan hanya tersisa bungkusnya saja.


"Udah, jangan berurusan sama dia, Ra!" bisik Zahra.


"Apaan sih? Emangnya gue ngapain?!" bantah Yura.


"Ya, kali aja lo mau marahin dia lagi! 'kan gue antisipasi!" Zahra ikut membantah.

__ADS_1


__ADS_2