Hipotalamus

Hipotalamus
Kayuki


__ADS_3

"Kenapa aku yang minta maaf?! Dia yang ngedorong Meta sampai tenggelam. Wajar dong kalau aku marah! Meta 'kan sepupu aku!" bantah Vin memotong kalimat ayahnya.


"Di luar permasalahan Meta. Karena ini menyangkut urusan perusahaan, Vin. Ayah harap kamu bisa lebih dewasa lagi dan mengontrol emosi kamu," ucap Rafa dan pergi meninggal Vin sendirian di kamar itu.


"Kenapa aku yang harus minta maaf? Harusnya Jong Woo yang minta maaf sama Meta!" bantah Vin bermonolog pada dirinya sendiri.


Satu pesan tersampaikan di ponsel Vin. Ia membuka dan membaca pesan yang dikirimkan oleh Debi tersebut.


"Vin, nanti jam 9 ke rumah Tante ya? Tante mau nanya sesuatu sama kamu soal Meta. Soalnya dia jadi sering ketakutan. Dia juga bilang takut sama Jong Woo. Tante nggak paham apa yang dia omongin," tulis Debi pada pesannya.


Tak perlu menunggu jam 9 malam, Vin langsung berangkat ke kediaman keluarga Regi dan Debi setelah membaca pesan tersebut.


***


Tepat pada pukul 5 sore, Vin sampai di sana.


"Meta gimana, Tante?" tanya Vin begitu melihat Debi di halaman rumahnya.


"Loh, langsung ke sini?" Debi balik bertanya.


"Iya Tante. Soalnya kepikiran," jawab Vin.


"Oh. Masuk dulu, Vin! Meta ada di kamarnya. Dia nggak mau ketemu sama siapa-siapa. William samperin pun dia bilang takut sampai nangis-nangis. Udah seminggu semenjak pulang dari rumah sakit dia nggak mau sekolah katanya takut ketemu Jong Woo. Nah, Tante mau nanya, Jong Woo itu siapa?" tanya Debi membuat Vin berpikir keras bagaimana cara menjelaskan semuanya tanpa menyebabkan pertengkaran.


"Apa Jong Woo itu suka gangguin Meta apa gimana? Tante cuma mau tahu aja. Soalnya aneh aja, kenapa Meta samapi setakut itu sama Jong Woo?" tanya Debi lagi.


"Jong Woo itu cowok yang waktu itu anterin Meta pulang. Pas malam sebelum Yura berangkat ke Jepang. Dia juga ketemu kok sama aku di depan rumah." Regi langsung menjawab pertanyaan istrinya tersebut.


"Tapi kenapa Meta takut sama dia?" tanya Debi lagi.


"Gini Tante, Debi 'kan dulu pernah tenggelam di kolam karet yang waktu main sama aku. Dia trauma tenggelam gegara itu. Nah kemaren, Jong Woo nggak sengaja ngedorong Mera sampai nyebur ke kolam. Mungkim Meta takut gegara itu," jelas Vin mencoba menutupi semuanya agar tidak semakin memperumit keadaan yang tengah terjadi.


"Jong Woo itu sekelas sama kamu 'kan, Vin?" tanya Regi.


"Iya, Om. Jadi Metanya gimana, Om? Ketakutannya kayak gimana?" Vin mencoba mengalihkan topik pembicaraan mengenai Jong Woo karena ia pun merasa enggan membahas pria tersebut.


"Kamu masuk aja ke kamarnya, kali aja dia mau ceriea sama kamu, Vin! Soalnya William aja diteriakin dari dia katanya takut," ucap Debi.


Vin mencoba untuk memasuki kamar Meta dan mendapati gadis itu yang terkejut saat Vin membuka pintu kamarnya.


"Vin!" Meta sempat memanggil namun kini dia menangis.

__ADS_1


"Lo kenapa?" tanya Vin dan menutup pintu kamar itu kembali.


"Gue takut Vin!" ucap Meta sambil menangis.


"Takut apa? Takut sama gue? Lo kira gue setan?" balas Vin.


"Bukan itu, Vin! Gue takut sama Kak Jong Woo. Nggak tahu kenapa. Semenjak kejadian kemaren, gue takut sama dia! Gue sampai mimpi dia mau ngebunuh gue di dalam air. Gue mimpi tenggelam sampai nggak bisa napas. Udah bangun pun gue masih berasa kayak tenggelam! Gue takut!" jelas Meta dengan deraian air mata.


"Jadi sekarang lo maunya gimana?" tanya Vin.


"Nggak tahu," jawabnya.


"Lo mau pindah sekolah? Biar nggak ketemu Jong Woo?" tanya Vin lagi.


"Gue nggak mau sekolah!" tegas Meta.


"Lah, kenapa?!" respons Vin mendengar pernyataan tersebut.


"Gimana kalau gue ketemu orang kayak Kak Jong Woo lagi?" tanya Meta.


"Manusia di bumi ini banyak! Lagian bumi terlalu luas buat mempertemukan lo sama dia lagi," jawab Vin.


"Tapi gue takut!" ucap Meta pelan.


***


"Kayuki!" panggil Yura yang sudah kehabisan napas akibat mengejar laju lari pria tersebut. Kayuki pun ikut terkejut saat melihat Yura berada bersamanya.


"Wait me, please! I can't run anymore!" ucap Yura terbata-bata akibat napas yang ngos-ngosan.


"Why are you running?!" bentak Kayuki.


"I wanna following you. Because, ada dua cowok yang ngejar lo!" ucap Yura yang sudah tidak mau berpikir untuk menggunakan bahasa Inggris lagi.


Kayuki menyadari ada beberapa pria yang ia kenali di dalam kereta tersebut. Kembali kabur ke kursi paling ujung. Para pria itu mengejar Kayuki. Untungnya kereta berhenti di stasiun dan banyak penumpang yang masuk sehingga mempersulit para pria itu mencari keberadaan Kayuki.


Yura juga berusaha mencari Kayuki. Tiba-tiba ia ditarik seseorang untuk duduk. Seseorang tersebut adalah Kayuki.


Seorang pria mendekati mereka.


"Lo—" Yura langsung terdiam karena Kayuki menciumnya. Hal ini digunakan oleh Kayuki untuk menutupi wajahnya dan Yura dari incaran para pria tersebut.

__ADS_1


Yura terdiam. Jantungnya mendadak dingin akibat kekurangan oksigen.


Kayuki melepaskan bibir gadis itu dan memberikan isyarat agar Yura bersedia untuk diam.


Untungnya kereta kembali berhenti di stasiun selanjutnya. Kayuki menarik tangan Yura untuk segera keluar dari sana.


"Lo gila ya?!" teriak Yura begitu mereka sudah menjauh dari stasiun.


Kayuki hanya berdiam diri dan terus berjalan. Yura juga tidak memiliki tujuan, ia hanya mengikuti Kayuki saat ini.


"Why are you following me?" tanya Kayuki.


"I saw you being chased by some men! I thought you were going to fight them, but instead you ran away!" oceh Yura.


"You can die right now!" ucap Kayuki.


"Why?" tanya Yura.


"You can die if you deal with me. So, I beg of you, stop following me!" tegas Kayuki di hadapan gadis itu.


"So where should I go if I can't follow you?!" balas Yura.


"Wherever you wanna go. Go there!" tegas Kayuki lagi dan kembali berjalan.


Yura kembali mengikutinya.


"Stop following me!" teriak Kayuki.


"I wanna stop it. But, I can't!" Yura ikut berteriak.


"What you want?" tanya Kayuki.


"Nothing," jawab Yura singkat.


"I will kill you if you do it again!" tegas Kayuki dan pergi.


Namun, Yura tak merasa takut sedikit pun. Ia malah mengikuti Kayuki ke mana pun pria itu melangkah.


"Okay, I know what I want! I wanna go home!" ucap Yura.


"You can't do that!" ucap Kayuki.

__ADS_1


"Why I can't?" tanya Yura.


"They will kill you!" tegas Kayuki sambil melirik gadis itu.


__ADS_2