
"Lo nggak takut sama gue?" tanya Jong Woo.
Meta menoleh pada mereka semua. "Makasih udah bikin gue hampir mati!" jawab Meta.
"Gue minta maaf, Met," ucap Jong Woo sambil tertunduk penuh penyesalan.
"Santuy aja. Gue udah maafin dari dulu. Cuma nggak bisa lupa!" ucap Meta.
Vio menikmati pemandangan itu. Entah datang dari mana rasa sesak yang kini ia nikmati bersama sahabat dan pria yang ia sukai di hadapannya.
***
Pagi Minggu ini, Vio tidak pulang ke rumahnya. Sementara beberapa temannya menghabiskan hari Minggu bersama keluarga mereka. Vio memilih untuk berada di asrama.
Pagi itu, ia sedang jogging menikmati matahari yang bergerak dari Timur. Kaki terus melangkah tapi otak Vio berada di satu momen yang menyakitkan. Kejadian semalam terus bermain di pikirannya.
"Lo nggak balik?" tanya seseorang membuat Vio berhenti dan langsung menoleh ke belakang.
Kalimat itu diucapkan oleh Jong Woo. Vio hanya terdiam menatap keberadaan pria itu di dekatnya.
"Jogging sendirian emangnya enak ya?" tanya Jong Woo lagi.
"Lebih enak sendirian sih," jawab Vio yang memilih untuk duduk di aspal kawasan sekolahnya tersebut.
"Jong!" teriak seseorang berlari menghampiri mereka. Pria itu adalah Marc. "Vio? Lo nggak balik?" tanyanya begitu melihat Vio.
"Serah gue!" bentak Vio.
"Ya santai! Gue cuma nanya!" omel Marc. "Tumben lo jogging? Biasanya gue sama Jong Woo jogging cuma berdua. Nggak ada orang!" lanjutnya.
"Ya serah gue, Marc! Urusannya sama lo apa? Gue mau jogging kek, apa kek, ya terserah gue!" omel Vio lagi.
"Sama mantan nggak boleh galak!" bisik Jong Woo pada Marc.
***
Keesokan harinya, Yura dan Vio sedang asyik mengobrol di bangkunya. Tiba-tiba mereka melihat Kayuki dan Jesika yang datang ke kelas bersama.
"Janjian?" bisik Vio.
"Nggak tahu. Mungkin Jesika yang ngajakin bareng. Kayuki mana mungkin kayak gitu," jawab Yura yang ikut berbisik.
"Lo jeles?" bisik Vio lagi.
"Najis!" balas Yura singkat dan pandangan mereka fokus pada dua insan yang duduk di depan mereka.
"Emangnya di Jepang ada apa sih? Aku nggak pernah ke Jepang," tanya Jesika dengan nada manja.
"Masa nggak mampu ke Jepang," bisik Vio.
Jam-jam pelajaran merwka habiskan hanya untuk menikmati pemandangan kedekatan Kayuki dan Jesika. Hingga jam istirahat dimulai.
Uura kembali mencoba menanyakan Kayuki soal ingatannya. Tapi, Yura malah bertengar bersama Jesika. Yura juga hendak menampar jesika. Namun, Kayuki lebih dulu menghentikannya. Ia menghempas tangan Yura dan membawa Jesika pergi.
__ADS_1
"Gue salah apa sih?!" teriak Yura.
"Udahlah, Ra!" bentak Vio.
"Kenapa sih dia kayak gitu?! Jesika juga sok kecantikan amat!" teriak Yura lagi.
"Kalo lo suka sama Kayuki, ya bilang aja, Ra! Jangan ngomel-ngomel kayak gini!" balas Vio.
Yura terdiam mendengar kalimat Vio yang satu itu.
"Gimana? Nyadar lo sekarang? Kalo lo itu suka sama dia!" omel Vio lagi.
"Gue cuma nggak suka aja dia lupain gue gitu aja!" bantah Yura.
"Emangnya kenapa kalo dia lupain lo? Apa ruginya buat lo? Lo nggak mau dia lupain lo karena lo nggak mau perasaannya bertepuk sebelah tangan, 'kan? Udahlah, Ra. Kebaca sama gue gelagat lo!" ucap Vio.
"Emang keliatan ya? Kalo gue suka sama Kayuki?" Yura balik bertanya.
"Kebaca banget, Ra! Gue juga bisa liat kalo Vin suka sama lo!" jawab Vio.
"Vin? Nggak waras lo!" umpat Yura.
"Suer! Vin itu suka sama lo! Makanya dia marah-marah setiap kali lo bahas Kayuki. Lo aja yang buta!" ucap Vio.
"Dih, udah jangan bahas Vin! Makin ngawur lo!" ucap Yura.
Mereka memilih untuk kembali ke kelas.
***
"Lo semua mau pesen apa? Pesen aja! Gue traktir!" ucap Jong Woo yang memboyong kawan-kawannya ke sebuah restoran.
"Meta mana?" tanya Vio pada Vin. Pasalnya tadi pria itu berjanji akan membawa Meta.
"Dia nggak bisa ikut. Soalnya nggak dibolehin bokapnya!" jawab Vin.
Vio kembali berdiam diri.
"Shabu-shabu? Mabok?" tanya Yura melihat buku menu.
"Itu makanan! Bukan minuman!" jawab Jong Woo.
"Ya udah gue pesan itu deh!" ucap Yura.
"Yang lainnya, mau pesen apa?" tanya Jong Woo.
"Samain aja lah semuanya! Biar nggak ribet," jawab Vin.
"Oke!" jawab Jong Woo.
"Mahal nggak sih?" tanya Vin.
"Udah nggak usah mikirin harganya!" ucap Jong Woo.
__ADS_1
"Gue kayak nggak asing deh sama ini resto," ucap Marc melirik sekitar mereka.
"Kenapa? Lo pernah ke sini?" tanya Jong Woo sambil tersenyum.
"Hmm! Pantesan kita ngajakin ke tempat lain, Jong Woo nggak mau! Ini resto keluarganya! Katanya nraktir! Tapi tetap aja pelit!" omel Marc.
"Ini resto keluarga lo, Jong?" tanya Vin.
"Ini punya Tante gue," jawab Jong Woo sambil terkekeh.
***
Mereka semua menikmati hidangan termasuk Vio. Semuanya mengobrol dengan asyik sambil menyantap makanan.
"Harusnya abis dari sini lo ke rumah Meta kasih dia bunga atau coklat atau apa gitu buat tanda perpisahan!" ejek Marc.
"Ngapain?! Kayak orang nggak ada kerjaan aja!" bantah Jong Woo. "Gue mau nanya nih ke lo semua. Ada yang mau disampein ke gue nggak? Sebelum gue berangkat besok!" lanjutnya.
"Gue cuma mau bilang ke lo, kalo ada cewek cakep di Korea, kenalin ke gue," ucap Vin.
"Gue juga, Jong!" ucap Marc.
"Lo berdua bener-bener ya! Gue serius!" tegas Jong Woo.
"Kalo ada waktu libur, ke sini ya, Jong! Gue nggak mau kangen sama lo!" ucap Yura.
"Ngapain gue ke sini kalo nggak ada yang kangen?!" omel Jong Woo.
"Ada kok yang kangen," ucap Vio membuat mereka terdiam. "Meta," lanjutnya.
"Emangnya lo nggak kangen juga sama gue?" tanya Jong Woo membuat Vio tertegun.
"Gue?" tunjuk Vio pada dirinya sendiri. Sementara Yura tersenyum mengejek ke arahnya. "Apaan sih, Ra!" omel Vio yang kesal akan ekspresi Yura tersebut.
"Itu Jong Woo nanyain lo! Jawab!" Yura berusaha kembali ke topik pertanyaan.
"Ya kangen sih, 'kan kita kawan," jawab Vio.
"Yakin kawan?" goda Vin.
Seketika itu Marc berdehem dan mengalihkan perhatian mereka. "Ini sayur lama-lama jadi bubur nih," ucap Marc.
***
Saat mereka hendak pulang, Jong Woo menunggu Vio keluar dari resto tersebut. Begitu Vio melewatinya, Jong Woo menarik tangan gadis itu. Vio tertegun.
"Gue mau ngomong sama lo, bentar," ucap Jong Woo.
"Yaudah ngomong aja," balas Vio.
Jong Woo melirik teman-temannya yang lain. "Nggak bisa di sini," ucapnya.
"Mau ngomong apa?" tanya Vio.
__ADS_1
"Gue antar lo balik?" Jong Woo menawarkan diri.