Hipotalamus

Hipotalamus
Mending Lo Pukulin Ini Cewek!


__ADS_3

o


Kim Tae Young lumayan kesulitan mencerna apa yang Yura katakan. Ia tinggal di Indonesia sejak SMP, belum banyak kosa kata bahasa Indonesia yang ia kuasai.


"What?" ucap Kim Tae Young yang tak mengerti.


"Baca! Terus kasih gue balasannya!" tegas Yura.


"Ini dari siapa?" tanya Dewa.


"Prethayata, cewek mata sipit blasteran Indo-Thailand kelas 2-1," jawab Yura.


"Gue nggak bisa tulis surat," ucap Kim Tae Young.


"Jari lo cacat?" ejek Yura.


"Cacat? Cacat tuh apa, Do?" tanya Kim Tae Young pada temannya.


"Intinya itu kata kasar! Mending lo pukulin nih cewek," jawab Edo.


"Gini aja deh, lo ikut gue ketemu sama Prethayata dan langsung balas surat itu ke orangnya!" ucap Yura. Kim Tae Young menyetujui hal tersebut. Tapi, Edo dan Dewa menentangnya.


"Bisa aja ini cuma akal-akalan dia, Nold!" ucap Edo.


"Iya! Bisa aja dia mau bawa lo ke suatu tempat, terus lo dipukulin! Vin aja dipukulin dari dia, apa lagi lo!" Dewa juga turut mempengaruhi temannya itu agar tidak ikut bersama Yura.


"Tadinya gue nggak kepikiran kayak gitu sih, tapi makasih ya idenya!" ucap Yura menepuk pundak Dewa.


"Eh, kok gitu!" Dewa menutup mulutnya.


"Idiot bener!" omel Edo pada temannya tersebut.


"Mana Prethayata?" tanya Kim Tae Young.


"Ikut gue!" perintah Yura dan membawa ke tiga kakak kelasnya itu ke lantai atas sekolah.


Sontak saja Prethayata terkejut akan kehadiran Kim Tae Young. "Arnold?" bisiknya.


Kim Tae Young membaca surat tersebut dan mengejeknya. Dewa dan Edo juga ikut tertawa mendengar isi surat yang menjijikan tersebut.


"Lo suka sama gue?" tanya Kim Tae Young.


Yura terkekeh bersama Vin karena berhasil membalas perbuatan gadis itu.

__ADS_1


"I—iya, Nold," jawab Pret sambil tergagap.


"Tapi gue nggak suka sama lo!" balas Kim Tae Young.


"Kenapa?" Itu adalah hal pertama yang ditanyakan Pret setelah mendapatkan jawaban dari pujaan hatinya.


"Karena gue pacaran sama Yura," ucap Kim Tae Young dan membuat semua orang di sana terkejut termasuk Yura dan Vin juga teman-temannya.


"Hah?! Gila apa lo?! Kaga! Gue nggak pacaran sama siapa-siapa!" bantah Yura.


Pret menatap Yura dengan kesal dan pergi meninggalkan tempat itu.


"Woe! Gila apa lo?! Astaga!" Yura terus membantah. Ia melihat Vin yang masih terkejut. "Nggak Vin! Gue nggak pacaran sama siapa-siapa! Lo tahu gue 'kan kayak gimana?" ucap Yura.


Kim Tae Young malah tersenyum melihat Yura yang panik. "Lo mau main-main sama gue 'kan? Gue kasih lihat, gimana caranya main-main sama Arnold!" ucap pria itu dengan senyuman mengejek dan pergi bersama temannya.


"Tuh 'kan! Dia cuma mau balas gue aja!" ucap Yura.


"Kayaknya lo bakalan kena masalah, Ra. Hampir semua kelas 2 suka sama Arnold. Lo bakalan kena masalah besar!" ucap Vin.


"Gue sih nggak peduli, 'kan gue nggak ada apa-apa sama Si Tae itu," balas Yura.


Setelah kejadian itu, Yura dan Vin mendapatkan panggilan dari kepala sekolah dan menerima surat pemberitahuan untuk tinggal di asrama sekolah.


"Gue juga. Gue kesian lihat mama gue harus datang ke kandang iblis ini gegara ulah lo!" ucap Vin.


***


Ini adalah hari pertama Vin dan Yura beserta murid-murid lainnya pindah ke asrama. Ada begitu banyak mobil terparkir di sekolah hari ini. Keluarga kaya raya sedang berkumpul hari ini untuk pertemuan dan persetujuan bahwa anak-anaknya akan tinggal di asrama sekolah mulai dari hari Senin hingga Sabtu. Khusus hari Minggu, murid diperbolehkan untuk pulang namun jika ingin tinggal di asrama, juga tidak masalah.


Hari ini Putri menjadi pusat perhatian para orang tua di Presidential Internasional High School tersebut.


"Putri? Putri Lolita For Angga-kun! Iya itu Putri!" semua orang tua berlari dan mengerumuni Putri.


Yura duduk di atas meja dan menoleh pada kejadian itu dari balik jendela kelas yang berasa di lantai atas. Gadis itu segera menemui ibunya tanpa sepatah kata.


Ada begitu banyak orang yang meminta Putri untuk berfoto bersama. Putri juga ikut senang dan melayani mereka dengan sopan santun. Tapi, semua itu terhenti ketika ia melihat keberadaan Yura.


"Ini anakku, Yura," ucap Putri memperkenalkan Yura kepada semua orang.


"Wah, mirip seperti yang dikomik. Apa Angga mejuga menggambar komik itu sesuai wajah anakmu?" tanya salah satu dari orang tua murid.


Putri hanya tersenyum saja menanggapi hal itu.

__ADS_1


"Mana koperku?" tanya Yura.


"Ada di mobil. Permisi dulu ya Ibu-ibu, Bapak-bapak!" ucap Putri membawa anaknya itu pergi dari kerumunan.


"Jangan bikin masalah lagi!" tegas Putri dengan suara kecil pada anaknya itu.


Yura tak menghiraukan kalimat ibunya tersebut dan memilih pergi membawa kopernya pergi. Gadis itu duduk di bangku luar kelas. Tiba-tiba ada begitu banyak wanita menatapnya dengan tatapan tak mengenakkan. Mereka adalah kakak kelas Yura yang menyukai Kim Tae Young. Rumor hubungan Yura dan pria itu kini telah tersebar ke seluruh sekolah.


***


Setelah pembagian kamar asrama, Yura menjadi orang pertama yang memasuki kamar tersebut. Setidaknya dia harus berbagi kamar dengan dua orang wanita lainnya.


Seorang gadis memasuki kamar itu dan mengejutkan Yura yang sedang berbenah.


"Lo ngapain di sini, Met?" tanya Yura saat mengetahui bahwa Meta adalah orang yang membuka pintu kamar.


"Ini kamar gue, lo ngapain di sini?" Meta balik bertanya.


"Gue juga di sini!" jawab Yura memperlihatkan nomor kamar yang ia miliki.


"Maksud lo, kita sekamar?!" jerit Meta tak percaya.


"Seriusan lo?!" Yura balik bertanya.


"Gue 'kan udah pernah bilang. Gue nggak bisa tidur tanpa aroma ketiak lo, makanya kita sekamar!" ejek Meta dan segera ikut berbenah.


Tiba-tiba seoramg wanita memasuki kamar itu dengan pakaian yang acak-acakan. Rambutnya juga tampak seperti tak pernah disisir.


Wanita itu langsung menghempas kopernya di atas tempat tidur dan berbaring.


"Gue Vio, salam kenal," ucap gadis itu.


"Oh, ha—hai. Halo, Vio! Gue Meta," ucap Meta sambil tergagap.


"Gue Yura," ucap Yura.


Mendengar ucapan Yura, Vio langsung mengubah posisinya menjadi duduk. "Yura? Pacarnya Arnold?!" tanyanya.


Sejak saat itu mereka menjadi teman sekamar. Meski Vio dan Yura sering bertengkar karena Vio menyimpan rasa benci terhadap Kim Tae Young dan dia menganggap Yura sebagai bagian dari pria tersebut. Meta terpaksa menjadi penengah di antara mereka berdua.


***


Sementara Vin memiliki dua teman kamar yakni Marc (si dewasa sebelum umurnya) dan Lee Jong Woo (anak orang kaya yang hobi berjudi).

__ADS_1


__ADS_2