Hipotalamus

Hipotalamus
Di Mana Rumah Yura


__ADS_3

Siang ini adalah satu hari sebelum Yura kembali ke Jepang. Sempat-sempatnya ia mengunjungi International High School dan berniat untuk menemui teman-temannya, terutama Vio.


Yura berjalan menuju kantin karena sekaranh bertepatan dengan jam istirahat pertama. Di sana ia melihat Vio yang sedang makan sendirian. Yura hendak menghampiri gadis itu tapi langkahnya terhenti karena Jesika duduk di sebelah Vio.


"Vio udah punya temen baru? Kok nggak cerita?" gerutu Yura sambil berjalan pelan menuju temannya tersebut.


"Lo bisa kasih tahu gue nggak? Di mana rumahnya Yura?" tanya Jesika yang terdengar oleh Yura.


"Buat apaan lo?!" balas Vio dengan ketus.


"Gue mau tahu, sekaya apa sih dia?" ucap Jesika.


"Yura itu nggak kaya. Dia juga nggak pernah banggain harta ortunya! Dia bukan anak manja kayak lo," balas Vio membuat Jesika menggeram.


"Ngomongin gue?" tanya Yura dan membuat mereka terkejut.


Vio terbelalak begitu mendapati kehadiran Yura di hadapannya. "Yuraaa!!" teriaknya memancing perhatian murid lain.


Semua murid menunjuk-nunjuk ke arah mereka. "Iya, itu Yura! Yang dulu pernah berantem sama Prethayata!" bisik mereka.


Jesika melihat kejadian itu. Semua murid mengenali Yura si biang onar. Namun tak satu murid pun yang menghiraukan kecantikan yang Jesika miliki.


"Apa kabar, Vi? Apa cintanya masih bebentuk diagonal, trapesium, persegi panjang, lingkaran, segitiga sama kaki?" ejek Yura.


"Raa!! Ini beneran lo, Ra?!" pekik Vio.


"Iya, gue sengaja ke sini. Biar ketemu sama lo! Besok gue balik ke Jepang," ucap Yura.


Oh ini yang namanya Yura? bisik Jesika dalam hati.


Seorang pria menarik tangan Yura dan membuatnya menoleh. Pria itu adalah Kim Tae Young. "Yura?" ucap pria itu.


"Ih apaan sih lo!" bentak Yura menghempas tangan Kim Tae Young.


Kedua teman Kim Tae Young yakni Edo dan Dewa menghampiri mereka.


"Yuraaaa!!" teriak Vin yang menyadari semua pandangan sedang tertuju pada gadis itu.


Vin langsung berlari dan mengacak rambut Yura dengan sengaja.


"Viiiinnn!!! Gue tempeleng ya kepala lo! Iih! Rambut gue! Ngeselin amat!" teriak Yura sambil memukuli lengan pria itu.


Vin hendak membalas pukulan tersebut dengan memencet hidung Yura, tapi Kim Tae Young menangkap tangan Vin dengan cepat. Mata mereka bertemu. Kim Tae Young tersenyum kepada Yura. Gadis itu malah menarik ujung bibirnya.


"Apa kabar, Pacar?" tanya Kim Tae Young.


"Lo berdua apa-apaan sih?!" omel Yura.


"Kita 'kan nggak pernah putus!" bantah Kim Tae Young.


"Putus? Kapan kita jadian?! Ngaco lo!" omel Yura lagi.

__ADS_1


"Yura udah punya cowok," ucap Vin.


"Iya, Vin cowoknya," ucap Jong Woo menimpali kalimat sahabatnya tersebut.


"Bukan! Cowoknya Yura ada di Jepang," ucap Vin.


"Cowok lo wibu?" Dewa asal menyebut saja.


"Iya!" balas Yura. "Dia wibu, tapi dia bisa ngilangin nyawa lo sekarang," lanjutnya.


"Jadi ini yang namanya Yura?" tanya Jesika mengalihkan pembicaraan mereka.


"Kalo lo berurusan sama dia, itu artinya lo nyari masalah sama gue!" tegas Vin.


"Gue juga!" Vio menimpalinya.


"Gue!" Marc ikut menjawab.


"Gue!" (Jong Woo)


"Gue juga!" (Kim Tae Young)


Sedangkan Dewa dan Edo tak ingin mencampuri urusan mereka semua.


Jesika menatap wajah Yura dengan kesal.


"Kenapa lo?" tanya Yura. "Dia siapa sih?" lanjutnya.


"Ow, bagus dong. Lo jadi nggak kesepian, Vi," ejek Yura.


"Dia gantiin lo sebagai murid. Tapi bukan sebagai temen gue," balas Vio membuat semua orang menatap ke arahnya.


Gue nggak perlu ngelakuin apa pun. Karena besok dia juga bakalan balik ke Jepang. Cepat atau lambat, semua orang bakalan lupa sama dia! ucap Jesika dalam hati.


"Woi gini ya, sebelumnya buat lo, Vin dan Arnold! Gue udah punya cowok," ucap Yura membuat mereka semua terkejut kecuali Vin yang sudah mendengarnya ketika di rumah Meta.


"Cowok apaan maksud lo?" tanya Kim Tae Young.


"Gue cowoknya!" tegas Vin.


"Nggak! Cowok gue ada di Jepang!" ucap Yura agar terlepas dari masalah tersebut. Ia tak ingin menjadi wanita yang dimiliki oleh siapa pun. Yura ingin bebas tanpa hambatan ke mana pun yang ia sukai.


"Yang wibu kemaren gue tanya?" Vin menimpalinya.


"Iya, dia wibu! Dia suka anime! Dia juga punya waifu favorit! Dia suka baca manga! Gue suka cowok wibu!" tegas Yura agar mereka berhenti menyukai dirinya.


Setidaknya, lo semua bakalan ilfil sama gue dan jangan suka sama gue lagi. Ingat itu, gue suka sama wibu! Lo berdua pasti jijik sama gue! ucap Yura dalam hatinya.


***


Kepulangan Yura ke Jepang, membekaskan sakit hati pada Kim Tae Young dan Vin. Tak bisa mereka bayangkan bahwa sosok Yura yang begitu spesial ternyata menyukai pria wibu.

__ADS_1


"Mulai sekarang! Gue mau jadi wibu! Rekomendasiin anime yang bagus buat gue, Marc!" tegas Vin di kamar asramanya.


"Hah?! Lo gila Vin?!" teriak Marc dan Jong Woo bersamaan.


***


Kim Tae Young juga sedang mencari cara untuk menjadi wibu melalui mesin pencarian di ponselnya dengan kata kunci "Cara menjadi wibu". Mereka bersedia untuk mengubah status kehidupan demi mendapatkan hati seorang Yura.


***


Sementara hari pertama Yura kembali ke sekolahnya, malah dicegat oleh Kayuki sepulang sekolah.


"Sorry ya, Ra. Gue cerita tentang lo ke orang tua gue dan mereka mau ketemu sama lo," ucap Kayuki membuat kaki Yura berhenti melangkah.


"Hah?! Gila ya lo?!" teriak Yura.


"Kenapa?" Kayuki malah balik bertanya.


"Keluarga lo mau jual ginjal gue ya?!" tuduh Yura.


"Bring this girl!" ucap Kayuki sambik tersenyum.


Dua orang pria bertubuh kekar menarik paksa Yura untuk memasuki mobil hitam yang Kayuki tumpangi.


"Woi woi!! Wait!! Woi!! Apa-apaan nih?!" teriak Yura mencuri perhatian semua murid yang sedang menunggu jemputan.


Di dalam mobil, tak henti-hentinya Yura dan Kayuki bertengkar.


"Kalo bokap gue nyariin gimana?!" teriak Yura.


Kayuki merampas ponsel Yura dan memberikan kode mata agar penjaganya yang duduk bersama Yura di bangku belakang untuk memegangi gadis itu.


"Kayuki!!" teriak Yura semakin menjadi.


Kayuki menyalakan kamera. "Senyum!" perintahnya pada Yura.


"Nggak!! Lo mau ngapain sih kayak ginian?!" teriak Yura.


"Senyum!" perintah Kayuki lagi.


Kayuki menutup kamera ponsel tersebut karena Yura enggan untuk tersenyum.


"Om, Yura saya bawa ke rumah. Soalnya orang tua saya mau ketemu sama dia. Ini saya, Kayuki," ucap pria itu mengirim pesan suara kepada Angga.


Kayuki melempar ponsel itu ke pangkuan Yura dan menyandarkan tubuhnya dengan nyaman.


"Lepasin gue!" teriak Yura.


"Lepasin!" tegas Kayuki pada penjaganya.


Yura dibebaskan dan hendak menerkam Kayuki. Untungnya kedua penjaga itu kembali memeganginya.

__ADS_1


"Lo mau ngapain sih, Kayuki?! Lo mau ngebunuh gue?! Nggak perlu! Gue bisa bunuh diri!" teriak Yura mendekatkan tangannya ke arah besi kursi mobil yang terlihat sobek alasnya.


__ADS_2