Hipotalamus

Hipotalamus
Kerja Ekstra Untuk Mengalahkan Tokoh Utama


__ADS_3

"Bakalan seru nih!" ejek Vio.


"Lo kira dengan balik ke sini, lo bisa narik perhatian Kak Vin?" Jesika salah bertanya.


Yura malah terbahak mendengar kalimat yang gadis itu ucapkan. "Buat apa gue narik perhatian Vin? Gue nggak perlu ngelakuin apa pun buat dia tertarik," ucap Yura.


Kini ia menepuk pundak Jesika layaknya seorang sahabat memberikan spirit. "Lo harus kerja lebih ekstra kalau mau ngalahin tokoh utama!" ucap Yura lagi dan kembali duduk di tempatnya.


Jesika menggeram mendengar kalimat yang Yura ucapkan. Ia mengepal tangannya karena kalimat itu terdengar seperti sebuah ejekan untuknya. "Tokoh utama? Gue tunjukin siapa yang tokoh utama!" ucap Jesika tak mau kalah.


"Silakan menikmati rasa kesal! Gue mau ngobrol sama Bestie gue!" ucap Yura membuat Jesika semakin kesal.


"Ra! Lo beneran punya cowok?" tanya Vio.


"Cowok? Banyak!" jawab Yura dengan kencang agar Jesika mendengarnya. "Ada Vin! Ada Arnold! Asa Marc, Jong Woo! Dewa! Edo!" lanjut gadis itu.


Jesika malah menghempas langkah dan duduk di tempatnya.


"Lo tunggu aja, Ra! Dunia nggak selalu berpihak sama lo!" gumam Jesika.


***


Istirahat pertama, Yura dikerumuni oleh banyak murid yang memberikannya kado, bunga dan surat. Mereka merindukan si biang onar itu di sekolahnya.


"Ra! Kapan lo berantem lagi sama Vin?!"


"Kira-kira ada rencana apa lo buat ngehajar Vin?!'


"Sekolah ini terlalu damai tanpa lo, Ra!"


"Iya! Kita bosan sekolah tanpa drama lo sama Vin!"


"Atau lo mau berantem sama Arnold?!"


"Arnold sama Vin udah jadi wibu, Ra! Najis gue ngelihatnya!"


"Mereka juga temenan sekarang, Ra!"


"Ra, lo harus ngehajar mereka secepatnya!"


Yura langsung diserang kalimat-kalimat seperti itu.


"Iya-iya! Kapan-kapan gue nonjok Vin sampai meninggoy! Lepasin tangan gue, woi!! Jangan ditarik baju seragam gue! WOIIII!!!" teriak Yura berusaha melarikan diri dari bencana itu.


"Woi! Diam dulu! Diam! Tenang! Yura masih bakalan sekolah di sini. Jadi jangan kayak gini!" Vio ikut berteriak.


Vin datang bersama kedua temannya menghampiri mereka. Kim Tae Young, Dewa dan Edo juga ikut menyambut kedatangan kembali Yura ke sekolah mereka.

__ADS_1


Semua murid yang melihat kehadiran mereka, seketika membuka jalan untuk rival Yura tersebut.


"Gila apa lo semua?! Nggak waras! Berasa jadi orang penting gue di sekolah! Gue nggak suka!" omel Yura san terdiam begitu melihat 6 pria berjalan ke arahnya.


"Ohayo!" ucap Vin sambil mengangkat tangan.


"Ohayo?" Yura mengernyitkan dahi.


"Tonjok aja, Ra!" umpat seorang murid.


"Ohayo, Yura-chan!" Kim Tae Young juga ikut berlagak seorang wibu.


"Diiiiiiiiiiiihhhhhhhhhh!!" Yura menunjuk wajah mereka berdua. "Gue mau muntah! Bau bawang terlalu kuat!" jeritnya.


Seketika, ekspresi Vin dan Kim Tae Young berubah.


"Hueeekkk!!! Hueekk!" ejek Yura.


"Lo mau gue tonjok nggak, Ra?" balas Vin.


"Lo nonjok, Yura. Kepala lo gue patahin!" Kim Tae Young lebih dulu membantahnya.


"Nah ini dia, seru nih!" murid-murid lain mulai menikmati drama yang terjadi di antara mereka.


"Apaan sih lo berdua! Menjijikkan banget lihat sesama Wibu betumbuk," ejek Yura dan menarik tangan Vio untuk pergi ke kantin.


***


Mengingat bahwa pria tidak boleh memasuki asrama putri, mereka menaruh semua hadiah itu di depan pagar. Sementara Vio bolak balik ke kamar untuk menaruh semua kado itu, Yura menjaganya di depan pagar agar tak dicuri siapa pun.


Sialnya, ia malah bertemu dengan Jesika. Gadis itu berlalu sambil menendang kado-kado yang Yura miliki.


"Woii!!" teriak Yura mendorong gadis itu sampai terjatuh. "Lo mau nyari gara-gara sama gue?!" tanyanya.


"Apaan sih lo?! Nggak jelas!" jawab Jesika.


"Kalo lo usah bosan sekolah di sini, lo bisa pindah sekolah!" tegas Yura.


"Ada apaan nih, Ra?" tanya Vio yang baru kembali.


"Kayaknya kita butuh satpam baru deh. Biar Anjing nggak bisa masuk ke asrama!" tegas Yura membawa kado-kado yang tersisa.


Vio hanya tersenyum menatap Jesika yang terduduk di aspal halaman asrama.


***


Malam itu, Yura melakukan siaran langsung di akun media sosialnya untuk menyiarkan adegan ia membuka kado dan membaca surat-surat yang dia dapatkan.

__ADS_1


"Ra, lo balik ke sini bentar atau lama?" Yura membaca salah satu surat. "Nggak tahu juga woi. Soalnya gue 'kan juga punya keluarga di Jepang. Mungkin gue bakalan liburan ke sana," jawab Yura.


"Ra, ajak Vin nge-live, Ra!" Gadis itu membaca salah satu dari ribuan komentar. "Vin? Emangnya dia bisa nge-live? Palingan dia lagi nonton anime," jawab Yura sambil mengundang Vin untuk melakukan siaran langsung bersamanya.


"Ohayo!" ucap Vin.


"Lo, ohayo-ohayo, gue tempeleng ya kepala lo, Vin!" omel Yura begitu mendengar sapa dari seorang Vin.


"Nande?" tanya Vin.


"Sumpah, gue samperin lo ke asrama putra ya?! Ngomong pakai bahasa Indonesia! Nggak usah sok wibu lo!" omel Yura lagi.


"Apaan sih, Ra?! Ngomel mulu lo! Ngapain lo ngajakin gue nge-live kayak gini? Dilihatin temen-temen lo pula!" Vin ikut mengomel. "Hancur reputasi gue sebagai kakak kelas yang ganteng!" lanjutnya.


"Marc mana? Vio mau ngomong!" ucap Yura.


"Eeehh!! Gue tapakin cabe ya mulut lo!" Vio dengan cepat merespons.


"Marc! Lo dicariin Vio!" teriak Vin.


"Eh, Vin-Vin!! Gue nggak ada nyariin dia! Yura rada idiot. Lo jangan dengerin dia!" teriak Vio.


Seketika mereka semua tertawa bersama. Vin membantu Yura meramaikan siaran langsung itu dengan celotehannya untuk menanggapi isi surat yang Yura baca. Tiba-tiba Vin mengucapkam sesuatu yang membuat semua orang terkejut termasuk Yura.


"Lo mau nggak, Ra?" tanya Vin.


"Mau apaan?! Jangan aneh-aneh lo!" omel Yura.


"Lo mau nggak kalau gue jadi sayap pelindung lo!" ucap Yura yang disambut jeritan oleh Marc dan Jong Woo.


Kolom komentar mulai kebanjiran.


"Ngomong sekali lagi, gue samperin lo ke asrama putra!" omel Yura lagi.


"Gue serius!" tegas Vin.


Yura terdiam menatal ekspresi Vin dari balik layar ponselnya. "Biar apa lo nembak gue?!" tanya Yura.


"Gue nggak nembak lo! Gue cuma bilang, lo mau nggak?" bantah Vin.


"Ya, nggak!" tegas Yura lagi.


"Iya atau nggak?!" Vin mengikuti nada bicara Yura.


"NGGAK!!" teriak Yura lebih kencang.


"Tapi gue mau kita berdamai. Dunia ini akan damai dengan kehadiran kami, para otaku yang tidak mencemari lingkungan yang ada di bumi! Manga kami terbuat dari kertas yang bisa didaur ulang. Anime yang kami tonton, tidak memakan banyak tempat di bumi ini," ucap Vin.

__ADS_1


Gue kira lo beneran, ucap Yura dalam hatinya.


__ADS_2