Hipotalamus

Hipotalamus
Banyak Omong


__ADS_3

Yura melirik ke arah Kayuki menatap. "Mereka ngapain? Ngejar lo lagi?" tanya Yura.


"Nggak," jawab Kayuki.


"Kenapa? Bukannya kemaren lo kabur-kaburan!" tanya Yura lagi.


"Emangnya harus gue ceritain riwayat hidup gue ke lo? Kepo amat," jawab Kayuki.


"Lo kalo diem, nyebelin. Tapi kalo ngomong lebih nyebelin ya ternyata!" ucap Yura.


"Lo yang bikin gue banyak omong!" tegas Kayuki.


"Gue nggak pernah nyuruh lo ngomong! Gue juga nggak tahu kalo lo bisa bahasa Indonesia! Sampai-sampai gue harus muter otak buat ngomong bahasa Inggris!" bantah Yura.


"Thank's," ucap Kayuki membuat Yura menarik sebelah alisnya. "Coba ngomong 'gue suka sama lo' lagi!" perintah Kayuki.


"Nggak!" bantah Yura dengan cepat.


"Coba! Sebelum lo balik ke Indo! Gue mau denger!" paksa Kayuki.


"Nggak! Gue nggak suka sama lo!" bentak Yura.


"Lah kenapa? Gegara gue bisa bahasa Indonesia? Ha ha!" ejek Kayuki sambil tertawa.


"Gue pukul ya kepala lo! Gue nggak suka sama lo! Gue cuma becanda sama Zahra! Gue suka aja bikin Zahra panik! Lagian dia tahu kalau lo anak Yakuza! Dia takut gue kenapa-kenapa!" bantah Yura dengan emosi.


"Kenapa? Emang lo bakalan kenapa?" tanya Kayuki.


"Dia takut gue dibunuh keluarga lo," jawab Yura.


"Dan buat apa keluarga gue ngebunuh lo?" tanya Kayuki lagi.


"Ya mana gue tahu. Mungkin organ tubuh gue mau dijual. Ginjal gue sehat, pasti harganya mahal!" jawab Yura membuat Kayuki terbahak. "Dih, kenapa lo ketawa?!" tanyanya.


"Kalo ginjal lo dikasih ke Anjing, Anjing juga bakalan muntah!" balas Kayuki.


"Jangan bikin gue kesel," ucap Yura.


"Kesel aja, gue suka," balas Kayuki lagi.


Yura menghela napasnya dan berjalan kembali namun Kayuki menahannya.


"Apa lagi sih?! Bokap gue udah nunggu!" omel Yura.


"Don't you give a farewell kiss?" tanya Kayuki.

__ADS_1


"Farewell kiss?! Nggak ngotak lo! Mesum! Udah jangan ganggu gue!" bentak Yura.


"Kalau gue mau ganggu, gimana?" balas Kayuki kembali membuat Yura berusaha menahan emosinya.


"Kenapa lo mau ganggu gue? Lo 'kan anaknya Yakuza. Pasti duit keluarga lo banyak, nggak habis sampai keturuan ke tujuh! Lo bisa beli cewek di club-club malam! Di panti pijat juga banyak!" omel Yura.


"Pft, panti pijat?" tanya Kayuki sambil menahan tawa.


"Ya serah lo lah mau beli di mana!" omel Yura lagi.


"Kalau gue mau beli lo?" tanya Kayuki lagi.


"NGGAK DIJUAL!" teriak Yura.


"Terus gue beli di mana?!" tanya Kayuki terus memancing emosi seorang Yura.


"Dengan kalimat lo yang tadi, itu artinya lo melecehkan harga diri gue!" teriak Yura lagi.


"Ya, salah lo sendiri bikin gue suka sama lo!" ucap Kayuki.


"Hah?!" Yura melongok. "Gimana-gimana?! Coba ulang! Gue nggak denger," ucap Yura.


Kayuki malah meraup wajah gadis itu dan membuat Yuea tertawa bebas.


"Coba ulang! Bilang apa tadi? Salah gue karena bikin lo apa tadi?" ejek Yura sambil tertawa.


"Lo rada nyebelin ya ternyata," gerutu Kayuki sambil terkekeh.


"Apa sih tadi? Gue nggak denger!" ucap Yura lagi.


"Sumpah nyebelin banget nih cewek," gerutu Kayuki.


"Jadi lo suka sama gue? Lo baper sama gue? Gitu?" tanya Yura.


"Nggak! Itu cuma candaan gue sama Zahra!" balas Kayuki sambil terkekeh menirukan jawaban Yura. Gadis itu ikut tertawa mendengarnya.


"Ow candaan lo sama Zahra. Ya udah. Gue nggak ikutan berarti. Gue mau balik, mau siap-siap ke Indo besok!" ucap Yura sambil berjalan.


"Ra!" panggil Kayuki membuat gadis itu menoleh. "Coba ngomong 'gue suka sama lo' sekali lagi," ucap Kayuki sambil terkekeh.


"Pokoknya, gue cuma becanda! Mau tentang roti tentang gue bilang gue suka sama lo! Apa pun itu, gue cuma becanda!" tegas Yura dan berjalan lebih cepat menuju gerbang sekolah.


Kayuki ikut berjalan di sebelahnya. "Jangan sampai ada yang tahu kalau lo pernah meluk gue pas lagi tidur!" bisik Kayuki sambil tersenyum dan berjalan lebih cepat.


Yura berhenti melangkah begitu mendengar kalimat tersebut. "Dih, songong banget! Siapa juga yang mau!" bantah Yura.

__ADS_1


Kayuki dihampiri 3 orang pria berpakaian serba hitam dan mempersilakannya masuk ke dalam mobil.


"Anak Yakuza? Nggak ada tampang-tampang anak Yakuza!" ucap Yura yang ikut masuk ke dalam mobil Angga. Sementara murid yang lain memasuki bus sekolah yang telah berangkat satu jam yang lalu.


***


Siang ini Angga dan Yura menginjakkan kaki di bandara Soekarno-Hatta. Untuk kali pertamanya Yura merasa rindu pada sosok ibunya. Putri pun merasakan hal yang sama. Hanya saja, mereka masih sama-sama tak bisa mengungkapkan apa yang dirasakan.


Yura dan Putri saling menatap begitu mereka sampai di rumah.


"Bagaimana kabar kamu?" tanya Putri.


Angga melihat kejadian itu dan memilih untuk langsung masuk ke dalam rumah tanpa menyapa istrinya tersebut.


"Baik," jawab Yura.


Putri harus mengubah semuanya sebelum perceraian itu terjadi. Ia ingin memiliki Yura secara utuh sebagai anaknya. Ia harus memanfaatkan waktu yang Angga berikan saat ini. Mumpung Yura berada di rumah ini, Putri harus memperbaiki hubungannya dengan Yura yang sudah rusak.


"Kamu udah makan?" tanya Putri.


"Belum," jawab Yura singkat sambil menahan air matanya yang sudah tertampung.


"Kamu mau makan apa?" tanya Putri lagi.


"Ntar aku pesan sendiri," ucap Yura pertanda ia akan memesan makanan online.


"Padahal Mama mau masak buat kamu. Ya udah kalau kamu mau beli," ucap Putri sambil tersenyum dan hendak membawa koper-koper milik Yura ke dalam rumah.


Duh, salah jawab gue! Kalau tau tadi gue jawab mi goreng aja! Sekalian hemat duit jajan! Dih, kalau gue bilang nggak jadi beli, gengsi banget, gila! Gimana nih? Kira-kira Mama kecewa nggak ya sama jawaban gue tadi? Kok tumben-tumbenan Mama mau masak. Gimana dong?! Bingung 'kan jadinya!


Yura mengomel di dalam hati. Sementara matanya tertuju pada punggung Putri yang berjalan menuju kamar anaknya tersebut.


"Aku ...." Putri menoleh begitu mendengar Yura mengatakan sesuatu. Namun, lidah Yura malah mendadak kaku.


"Kenapa?" tanya Putri.


"Nggak," jawabnya.


Kok nggak?! Kenapa gue jawab nggak?! Gue mau mi goreng! Aduh! Kalau nggak ngomong sekarang, gue bakalan nyesel seumur hidup nih! Kapan lagi gue dimasakin Mama? Astaga Yura! Lo idiot banget malah jawab nggak!


Yura kembali mengomel begitu melihat Putri tengah menyusun pakaian Yura di dalam lemarinya. Ia mengeluarkan semua barang-barang yang Yura bawa di dalam kopernya.


Dih, akward banget kayak gini! Gue juga pengen curhat soal Kayuki ke Mama! Ke siapa kek gitu! Masa cuma nenek doang yang tau soal Kayuki! Dih tiba-tiba gue ngiri sama keluarga orang lain. Ngomong minta masakin mi goreng doang gue nggak sanggup, astaga! Ma, aku mau mi goreng! Gitu doang, apa susahnya?! Atau, Ma, masakin aku mi goreng. 'kan nggak susah!!


Yura memukul-mukul jidatnya. Putri melihat kelakuan anaknya tersebut.

__ADS_1


"Kamu kenapa, Ra?" tanya Putri.


"Aku mau mi goreng, tapi malu bilang," ucap Yura dengan santainya. Tiba-tiba ia menutup mulut karena telah mengatakan hal tersebut.


__ADS_2