
"Lo berdua 'kan tahu kalau Meta itu sepupu gue!" bantah Vin.
"Ya terus masalahnya apa, Vin?!" tanya Jong Woo kembali.
"Kalau lo suka sama Meta. Kenapa nggak lo bilang langsung ke dia?! Kenapa lo malah ngata-ngatain dia murahan apa segala macam! Lo kira bagus sikap lo kayak gitu?!" teriak Vin yang memancing emosi seorang Jong Woo.
"Kok lo yang ngatur? Emangnya gue pernah minta bantuan lo buat ngurusin urusan gue sama Meta?! Lo cuma sepupunya, kenapa lo bertingkah kayak abangnya? Atau lo yang suka sama Meta?! Lo jeles sama gue?!" balas Jong Woo yang kini berdiri di hadapan Vin.
"Gue sepupunya! Kenapa gue bertingkah kayak abangnya? Karena dia udah gue anggap adek gue sendiri! Gue dari kecil bareng sama dia! Nyokap dia sama bokap gue saudara kandung! Harusnya lo ngotak kalau mau gangguin dia! Nyari perhatian sih boleh aja, Jong. Tapi jangan kayak cowok nggak berotak!" teriak Vin yang ikut berdiri sambil menunjuk wajah Jong Woo dengan penuh geram.
"Woi, udah woi! Kelarin pakai kepala dingin! Udah, santuy dulu!" Marc mencoba menengahi mereka.
"Gue nggak ngerti ya, Marc. Kenapa Vin bertingkah kayak gini. Padahal jelas-jelas dia tahu kalau gue itu suka sama Meta. Sekarang dia malah marah-marah nggak jelas. Gue cuma mikir, apa ini gegara Yura pergi? Jadi sekarang dia malah sok care sama Meta? Kemaren-kemaren lempeng aja kok nggak ada masalah. Cuma baru-baru ini aja dia kayak gitu!" balas Jong Woo membuat Vin semakin memanas.
"Mulut lo yang harusnya dijaga!" balas Vin.
"Jaga apaan?! Mulut gue nggak ada masalah sama lo!" bantah Jong Woo.
"Ya mulut lo ngapain bilang Meta murahan segala?! Lo kira dia nggak sakit hati sama mulut lo itu, Hah?! Lo kira bagus punya mulut se-anjing itu?!" teriak Vin yang semakin kesal.
"Vin, udah Vin. Sabar!" Marc mencoba menenangkan sang sahabat.
"Ya dia yang anjing, Marc! Segala ngatain sepupu gue murahan. Emangnya Meta pernah tidur sama bapak lo?!" teriak Vin lagi sambil menunjuk wajah Jong Woo.
"Kok lo jadi bawa-bawa bokap gue? Kalau lo mau berantem, ayok sini! Lo kira gue takut?!" balas Jong Woo melepas seragam sekolahnya.
Vin juga ikut membuka seragam sekolah namun Marc menghalangi mereka berdua. "Woi udahh!! Kelarin pakai cara yang baik-baik. Lo berdua kenapa sih?! Kesurupan?! Nggak bisa diomongin baik-baik emangnya? Sampai mau berantem kayak gini. Lo berdua nggak malu kalau ada yang lihat?" omel Marc.
"Dia yang duluan!" bantah Jong Woo.
"Mulut lo kelewat anjing!" balas Vin.
__ADS_1
"Baku hantam sama gue sini, Sialan!" teriak Jong Woo yang ikut kesal karena Vin terus mengatainya dengan sebutan nama hewan tersebut.
"Ya ayok sini lo! Gue potong lidah lo! Berani lo bikin Meta sakit hati sama mulut lo yang biadab?!" teriak Vin.
"Woii!! Gue panggilin satpam nih! Gue laporin ke pembimbing asrama nih ya! Gue serius!" teriak Marc yang ikut pusing berada di tengah-tengah kedua kubu sahabatnya.
"Ya ampun, kesel gue lama-lama sama lo berdua! Kayak bocah aja! Apa-apa adu jotos! Perkara Meta doang sampai kayak gini. Mending lo berdua datengin Meta ke asrama putri! Terus minta maaf sama dia!" lanjut Marc.
"Lah kok berdua? Dia aja sono yang minta maaf! Punya mulut nggak dijaga!" bantah Vin.
"Gue jaga mulut gue! Mulut lo sendiri, apa kabar? Lo juga ngatain gue anjing!" balas Jong Woo.
"Ya emang mulut lo kayak anjing! Biar apa coba lo ngatain Meta murahan? Biar apa?!" tanya Vin.
"Kepo banget lo sama urusan gue? Yakin lo nggak jeles?" Lagi-lagi Jong Woo memberikan jawaban yang mampu membuat Vin semakin berapi-api.
Vin hendak memukul Jong Woo.
"Woii!! Woi!!! Jangan saling mukul! Jangan! Gue ingetin pokoknya jangan! Vin, lo cuma punya satu kali lagi kesempatan. Jangan sampai ortu lo dipanggil lagi ke sekolah dan lo di drop out dari sini!" omel Marc menghentikan perbuatan sahabatnya tersebut.
"Itu mah lo berdua aja yang sensi! Meta sendiri biasa aja kok! Kenapa lo berdua yang sewot!" bantah Jong Woo.
"Sewot? Gue nggak sewot, Jong. Mungkin Meta nyimpen rasa sakit hatinya karena nggak mungkin dia tunjukin ke kita di kantin tadi. Mungkin kalau ada Yura, lo udah dipukulin Yura di kantin tadi gegara hal beginian. Gue rasa, wajar aja sih kalau Vin marah. Soalnya kalau ada Yura, pasti Yura bakalan ngelakuin hal yang sama kayak Vin sekarang!" jelas Marc.
"Kebanyakan bacot lo, Marc!" balas Jong Woo dan memilih untuk duduk di kasurnya.
"Lo emang salah, Jong!" bentak Marc.
"Jadi lo sekongkolan gitu sama Vin? Buat musuhin gue? Oh, atau jangan-jangan lo juga suka sama Meta? Lo berdua sengaja ngerencanain semua ini? Sengaja marah-marah ke gue biar berantem? Lo ngelakuin ini buat bantuin Marc biar dapetin Meta, Vin?" Jong Woo malah menduga hal tersebut tengah dilakukan oleh kedu sahabatnya tersebut.
"Nggak waras lo, Jong!" balas Marc.
__ADS_1
"Nggak nyangka," ucap Jong Woo singkat sambil tersenyum ke arah Marc.
"Nggak nyangka apaan lo?! Gue masih suka sama Vio! Gue juga lagi berusaha buat dapetin dia lagi! Gila apa gue ngarepin cewek kayak Meta? Kayak nggak ada yang lebih cantikan dikit!" bantah Marc dengan cepat.
"Udah! Jangan berantem lagi! Heran gue lama-lama lihat lo berdua!" omel Marc.
***
Setelah kejadian tersebut, Jong Woo dan Vin semakin jauh. Hingga di suatu kejadian Jong Woo kembali mengganggu Meta di hadapan Vin.
"Mau lo apa sih?!" bentak Meta yang tak tahan akan tingkah Jong Woo.
"Ya gue cuma mau kasih minuman buat lo, salah?!" balas kakak kelasnya itu.
"Ya nggak salah, cuma buat apa?! Gue nggak butuh!" Meta terus berusaha menjauhi Jong Woo.
Sementara Vio yang melihat kejadian tersebut, hanya bisa berdiam diri menahan rasa sakit dan cemburu yang terjadi pada dirinya.
"Pindah aja yuk, Vi!" ajak Meta pada sahabatnya itu.
"Mau ke mana, Met? Meja kantin semuanya udah penuh! Ini 'kan jam istirahat pertama. Ya kali kalau nggak penuh!" balas Vio mencoba untuk terlihat biasa saja.
"Ini minuman buat lo, Meta!" bentak Jong Woo memaksa agar Meta menerima pemberiannya.
"Iya buat apa? Lo kasih racun ya? Biar gue mati di sini?!" balas Meta dengan kesal.
"Nggaklah! Gila! Ngapain gue ngasih lo racun?" bantah Jong Woo.
"Ya, lo 'kan emang diem-diem mau ngebunuh gue! Nggak tahan lo lihat gue hidup biasa-biasa aja kayak gini?!" bentak Meta pada kakak kelasnya itu.
"Ini gue beli buat lo! Lo lihat dong! Tutupnya masih ada segel!" bantah Jong Woo sambil terus memaksa.
__ADS_1
"Segel itu bisa dibikin!" Meta ikut membantah.
"Dibikin pakai gigi lo?!" bentak Jong Woo.