Hipotalamus

Hipotalamus
Kenapa Baru Bilang?!


__ADS_3

Vio melihat ke arah Yura. Yura mengangguk-angguk pertanda ia menyetujui hal itu. Vio pun ikut mengangguk.


Di perjalanan, mereka hanya berdiam diri. Hingga akhirnya Jong Woo mendadak berhenti di lampu lalu lintas dan membuat kepala Vio membentur helm yang Jong Woo kenakan.


"Arrghh!!" pekik Vio yang mengundang perhatian orang-orang.


"Lo nggak apa?" tanya Jong Woo memutar tubuhnya sambil mengang kepala Vio.


Vio terdiam melihat wajah Jong Woo begitu dekat.


Mereka kembali menyusuri jalanan dan berdiam diri.


Gimana ya cara ngomongnya? Masa gue bilang hai! Atau halo! Dih nggak banget!


Jong Woo terus menggerutu di dalam hatinya.


"Lo mau ngomong apa?" tanya Vio dan membuat Jong Woo menepikan motornya ke trotoar.


"Sebelum gue berangkat ke Korea," ucap Jong Woo.


"Kenapa?" tanya Vio lagi.


"Gue cuma .... Gue mau ...." Jong Woo kesulitan menemukan kata yang tepat untuk apa yang ia ingin sampaikan.


"Mau ngomong apa? Soal Meta? Soal Yura?" tanya Vio.


"Gue bingung gimana cara bilangnya!" omel Jong Woo.


"Kenapa?" tanya Vio lagi.


"Gie mau bilang, tapi gue nggak tahu cara bilangnya gimana. Lo ngerti nggak sih sama apa yang gue maksud?" tanya Jong Woo membuat Vio tersenyum akan tingkahnya tersebut.


"Iya, mau ngomong apa? Ya tinggal disebut!" balas Vio.


"Kalo lo, ada nggak yang mau disebut ke gue sebelum gue berangkat?" tanya Jong Woo.


"Ada sih, cuma gue mau nunggu lo yang bilang duluan. Soalnya, lo yang ngajak gue ke sini dan buat balik sama lo. Jadi, lo harus ngomong duluan!" ucap Vio.


"Jangan gue dong! Gue nggak tahu cara ngomongnya gimana. Takutnya lo tersinggung, atau lo bakalan ngejekin gue," ucap Jong Woo.


"Tersinggung? Emangnya lo mau ngomong apa?" tanya Vio lagi.


"Ya jangan nanya dong! Gue bingung mau jawab apa!" omel Jong Woo lagi.


"Kalo lo nggak mau ngomong sekarang, mending lo bawa gue balik!" tegas Vio.


"Gue mau ngomong, cuma gue nggak tau caranya!" omel Jong Woo terus menerus.


"Lo suka sama Meta?" tebak Vio.

__ADS_1


"Ini nggak ada sangkut-pautnya sama orang lain," ucap Jong Woo.


"Terus? Lo mau gue jadi babu lo kayak Meta?" tebak Vio lagi.


"Otak lo kenapa sih?!" omel Jong Woo. "Meta mulu!" lanjutnya.


"Ya terus apa?! Gue nggak tahu! Yang gue tahu cuma lo suka sama Meta!" Vio ikut mengomel.


"Iya, dulu!" jawab Jong Woo.


"Dulu?" tanya Vio.


"Iya!" balas Jong Woo.


"Terus? Sekarang? Kenapa lo nggak suka lagi sama dia?" tanya Vio heran.


"Kenapa sih lo bahas Meta mulu?! Gue nggak mau bahas dia!" jawab Jong Woo.


"Ya, iya. Tapi gue mau tahu, kenapa lo nggak suka lagi sama dia? Bukannya dulu lo ngebet banget sama dia, sampe bikin dia trauma? Sekarang kenapa lo nggak suka sama dia?!" Vio tetap berusaha mendapatkan jawaban dari pertanyaannya tersebut.


"Ini nggak ada urusannya sama Meta, Vi!" tegas Jong Woo.


"Iya, tapi gue pengen tau!" balas Vio.


"Apa untungnya sih buat lo? Gue bawa lo ke sini karena gue mau ngomong sama lo! Dan ini tentang kita! Tentang gue sama lo! Nggak ada hubungannya sama Meta! Maksa amat mau bahas Meta!" omel Jong Woo.


"Gue mau ngomong," ucap Jong Woo.


"Iya! Serah lo mau ngomong apa! Buru! Gue mau balik!" Vio mulai kesal dibuatnya.


"Gue suka sama lo," ucap Jong Woo membuat kedua bola mata Vio terbelalak.


"Ma—maksud lo?" tanya Vio tak percaya. Tiba-tiba Jong Woo terkekeh. "Nggak lucu!" teriak Vio mendorong pria yang duduk di atas motor bersamanya itu.


"Lo yang lucu! Makanya gue ketawa!" balas Jong Woo.


"Biar apa lo ngelawak kayak gitu?" tanya Vio dengan nada dingin.


"Ngelawak? Gue nggak ngelawak! Gue serius! Muka lo yang lucu! Sampai belo mata lo!" ejek Jong Woo.


"Gue serius, Jong!" teriak Vio.


"Gue juga serius! Gue nggak tau cara ngomongnya gimana. Tapi lo mancing emosi dari tadi, sampai keceplosan gue," ucap Jong Woo sambil terkekeh.


"Ta—tapi kenapa lo bisa suka sama gue?! 'kan kemaren lo pernah nolak—"


Jong Woo membekap mulut Vio. "Nggak usah dibahas. Gue males bahasnya. Gue cuma mau bilang itu. Tapi, Marc juga masih ngarepin lo, jadi gue nggak ngarep lo jadi pacar gue. Gue cuma mau bilang apa yang gue rasa sebelum gue berangkat," ucap Jong Woo.


Vio berdiam diri. Tiba-tiba air matanya menetes ke tangan Jong Woo.

__ADS_1


"Lo kenapa nangis? Lo 'kan galak!" ejek Jong Woo.


"Kenapa lo baru bilang sekarang?" tanya Vio.


"Kalo gue bilang dari dulu, gue nggak mau berantem sama Marc. Setidaknya kalo gue bilang sekarang, gue bakalan pergi," jawab Jong Woo.


"Terus guenya?" tanya Vio.


"Ya, lo bisa sama Marc," jawab Jong Woo.


"Gue benci sama lo!" bentak Vio.


"Nggak apa-apa, benci aja. Gue suka," balas Jong Woo membuat Vio semakin menangis. "Jangan nangis, Vi! Lo nggak malu aoa didenger orang? Ntar disangkanya gue ngapa-ngapain lo!" lanjut Jong Woo.


"Yaudah biarin! Biar lo digebukin orang!" balas Vio sambil menangis.


Jong Woo malah terkekeh dan memeluk Vio. Ia mengusap kepala gadis itu. "Sorry ya buat yang kemaren-kemaren," ucapnya.


"Nggak! Gue nggak bakalan maafin lo!" bentak Vio.


"Lah kenapa? Jahat amat lo jadi orang!" balas Jong Woo.


"Lo lebih jahat! Kenapa lo baru bilang pas lo udah mau pergi?! Sejahat itu lo jadi orang?!" omel Vio.


"Ya, maaf! Gue nggak mau berantem sama Marc. Kalo dia lihat gue meluk lo kayak gini, dia pasti bakalan benci sama gue. Gue nggak mau layak gitu," ucap Jong Woo.


"Tapi faktanya emang gitu! Kenapa lo tutupin?!" bantah Vio lagi.


"Gue nggak mau," ucap Jong Woo.


Vio diantarkan untuk pulang oleh Jong Woo.


***


Keesokan paginya, Vio berdiam diri dan entah berapa kali ia mengintip jam di tangannya. Yura juga melihat kelakuannya tersebut.


"Lo kenapa sih?" tanya Yura yang merasa risih akan temannya itu.


"Jong Woo berangkat jam 9," jawab Vio.


"Ya, terus? Kenapa?" tanya Yura lagi.


Vio berdiam diri dan menatap Yura. "Gue kok sedih ya?" tanya Vio.


"Aduh! Sakit kepala gue lihat lo! Gue udah bilang, kenapa lo nggak jujur aja dari dulu? Kenapa lo pura-pura nggak suka sama dia?!" omel Yura dan didengar oleh Kayuki dan Jesika yang duduk membelakangi mereka.


Vio terdiam menatap jamnya kembali.


"Semalam dia mau bilang apa ke lo?" tanya Yura.

__ADS_1


__ADS_2