Hipotalamus

Hipotalamus
Baik Kok


__ADS_3

"Hah?!" pekik Yura. "Nggak mungkin!" bantahnya.


"Ceritanya panjang, Ra," ucap Putri.


"Tapi, Om Saigi baik kok!" bantah Yura lagi


"Mama juga gitu pas baru kenal," ucap Putri.


"Berarti Papa nggak suka sama Kayuki karena nggak suka sama Om Saigi?" tanya Yura.


"Mungkin," jawab Putri.


"Tapi, kenapa Papa nggak bilang?" tanyanya lagi.


"Nggak semuanya harus dikasih tahu ke kamu, Ra. Jadi, mulai sekarang, kalo Papa ngelarang kamu ini itu, pasti ada alasannya, cuma dia nggak bisa bilang ke kamu," ucap Putri.


"Tapi, 'kan aku jadi nggak tahu alasan Papa apa!" bantah Yura.


Putri hanya bisa terdiam karena Yura tak berusaha untuk mengerti.


***


Keesokan harinya, Jesika diketahui telah berpacaran dengan Kayuki. Di sana Kim Tae Young kembali dipukuli oleh sang ayah dan dikirim ke Korea secepatnya sebagai bentuk hukuman.


Kim Tae Young berangkat ke Korea Selatan. Di sana ia merasakan bingung yang luar biasa. Terakhir kali ia menginjakkan kaki ke negara itu adalah saat ia berusia belia. Tak ada tujuan dan tak memiliki seseorang yang bisa membawanya ke mana-mana.


"Sekarang lo di mana?" tanya seorang gadis dari balik earphone yang terpasang di telinga Kim Tae Young.


"Di Bandara," jawab Kim Tae Young.


"Jadi lo mau ke mana, Nold?! Masa lo nggak tahu alamatnya di mana. Masa nggak ada yang jemput!" omel Yura.


"Katanya sih bakalan ada yang jemput. Tapi gue nggak tahu siapa," ucap Kim Tae Young sambil bermain ponsel.


"Lo nelepon gue cuma buat mengurangi rasa kesepian lo di sana?!" omel Yura lagi.


Kim Tae Young terkekeh. "Gabut aja sih," jawabnya.


"Gabut lo ngabisin kuota, Nold!" ucap Yura.


"Bilangin ke bokap lo, jangan galak-galak! Takut gue ke rumah lo lagi!" ejek Kim Tae Young.


"Gue bilangin beneran, mampus lo!" balas Yura. "Mantap juga sih kalo lo di Korea, lo bisa nyari cewek yang bening-bening, terus diajak nikah. Romantis kayak drakor," lanjutnya.


"Gue ke sini bukan buat nyari jodoh!" bantah Kim Tae Young.


Seorang pria menghampiri Kim Tae Young dan mengatakan bahwa ia suruhan untuk menjemput pria itu. Kim Tae Young dibawa ke sebuah rumah sewa yang berada di pinggiran kota. Sepanjang perjalanan dia mengobrol bersama Yura.


Sesampainya di sana, ia malah diperlakukan tidak mengenakkan oleh istri sah Tuan Kim dan anak-anaknya.

__ADS_1


"Dongnam-aindeul-eun yeoggyeobda," bisik Kim Ba Da.


"Geuneun geugeoseuldeuleul su-issda," balas sang ibu.


"Gwaenchanha, geuneun hangug-ileul hal su eobseo!" balas Kim Ba Da


Kim Tae Young terdiam mendengar obrolan Kim Ba Da yang mengatakan bahwa masyarakat Asia Tenggara adalah makhluk menjijikkan. Gadis itu juga mengatakan bahwa Kim Tae Young tidak bisa berbahasa Korea.


Sekitar sebulan lamanya Kim Tae Young berada di sana sebagai hukuman karena membuat perjodohan dirinya dan Jesika dibatalkan.


Saat Kim Tae Young kembali ke Indonesia. Satu-satunya orang yang menunggu pria itu di Bandara adalah Yura.


"Arnold!!" jeritnya begitu melihat pria itu menuju ruang tunggu. "Eh maksudnya, Oppa!" ejek Yura sambil terkekeh.


Kim Tae Young berjalan lebih cepat demi menghampirinya. Pria itu ikut terkekeh mendengar ejekan Yura tersebut. Kim Tae Young langsung memeluknya. Yura membiarkannya karena memang mereka sudah lama tak bertemu.


"Wae?! Oppa! Wae-yo?!" ucap Yura menirukan gaya bicara drama Korea.


Kim Tae Young malah mengacak rambut gadis bertubuh kecil itu.


"Aaaa!! Rambut gue!" teriak Yura membuat Kim Tae Young semakin tertawa.


"Nggak ada pantas-pantasnya lo kayak gitu!" ucap Kim Tae Young.


"Kok lo makin putih? Skinkeran ya lo?!" ejek Yura lagi.


Sejak kejadian itu, Kim Tae Young dan Yura semakin dekat.


Di perjalanan menuju kediaman Kim Tae Young mereka terus mengobrol.


"Gue mau ngelamar cewek, Ra," ucap Kim Tae Young.


"Hah?! Serius lo?! Mau lo kasih makan apaan anak orang?!" tanya Yura.


"Ya kasih makan nasi lah! Cuma gue takut ditolak!" ucap Kim Tae Young.


"Jesika?" tebak Yura.


"Lo 'kan cewek nih, Ra. Kasih tahu gue apa aja yang disukain cewek!" Kim Tae Young berusaha menghindari pembahasan nama.


"Ya mana gue tahu! Itu 'kan selera masing-masing. Kalo gue sih sukanya mukul orang, mungkin cewek lain nggak gitu," jawab Yura.


"Nggak lucu dong, kalo gue ngelamar tiba-tiba mukul dia!" bantah Kim Tae Young.


"Ya, makanya. Itu tuh selera masing-masing!" tegas Yura.


***


Kim Tae Young membawa kotak cincin itu ke sebuah rumah. Untuknya gadis itu tak pernah pindah.

__ADS_1


"Apa yang membuat kamu mau menikahi Yura? Yura baru 18 tahun!" ucap Angga.


"Pertama, saya sudah jatuh cinta dengan Yura dari awal dia masuk sekolah. Saya nggak mau kalo nantinya Yura dinikahi pria yang nggak ngerti soal psikisnya, Om," jawab Kim Tae Young.


"Psikis?" Angga hendak terkekeh mendengar hal tersebut. "Memangnya Yura kenapa?" tanyanya.


"Yura sudah berkali-kali berusaha untuk bunuh diri," jawab Kim Tae Young membuat Angga terkejut.


Yura hanya terdiam dan menatap ke arah lain.


"Kenapa? Kenapa kamu mau bunuh diri, Ra?!" tanya Angga.


"Ya karena Papa kayak gini," jawab Yura santai.


"Papa itu sayang sama kamu, Yura!" bantah Angga.


"Tapi, rasa sayang Papa itu bikin aku sakit! Jangan terlalu posesif kenapa sih, Pa?!" Yura ikut membantah.


"Jadi kamu mau dinikahin dari pria ini?!" tanya Angga.


Yura menoleh ke arah Kim Tae Young. Ada rasa canggung di antara mereka. Yura malah terkekeh dan membuat semua orang merasa heran.


"Lo yakin, Nold?" tanya Yura.


"Yakinlah! Lo kira gue mau ngapain ke sini? Ngeprank?!" jawab Kim Tae Young.


"Gue kasar loh. Gue juga suka mukulin orang, lo juga pernah gue pukulin," ucap Yura sambil tersenyum. "Oh iya, bukannya lo dijodohin sama Jesika?" lanjutnya.


"Udah dibatalin sebelum gue berangkat ke Korea," jawab Kim Tae Young.


"Kenapa dibatalin?" tanya Yura.


"Dia ketauan pacaran sama Kayuki," ucap Kim Tae Young.


"Kayuki?!" pekik Angga dan Putri bersamaan.


"Iya, Om, Tante," jawab Kim Tae Young.


"Oke-oke! Jangan bahas Kayuki!" ucap Yura. "Jadi ini gimana?! Lo mau nikahin gue?!" lanjutnya.


"Ya iya, Ra! Lo kira gue dari tadi ngomong itu ngapain?!" omel Kim Tae Young.


"Nggak waras lo, Nold! Gue lulus SMK aja, belum!" bantah Yura.


"Gue tungguin kok. Sampai umur lo cukup 19 tahun buat nikah," ucap Kim Tae Young.


"Nggak! Lo pasti mau bawa gue ke Korea 'kan?! Ntar gue dirasisin dari orang sana, gimana?! Kata Jong Woo di sana banyak orang rasis!" bantah Yura lagi.


"Kata siapa gue mau bawa lo ke sana?! Keluarga gue semuanya di sini!" Kim Tae Young ikut membantah. "Gue siap nunggu lo, sampai umur 19 tahun," lanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2