Hipotalamus

Hipotalamus
Mafia


__ADS_3

"Up to you!" balas Kayuki.


"Coba deh jelasin lagi! Gue nggak paham!" tegas Yura.


"My family is a drug mafia!" Cukup dengan satu kalimat tersebut, Yura langsung mengerti.


"But why are you being chased?" tanya Yura.


"They forced me to join illegal activities!" tegas Kayuki kembali.


"Wah. Jadi gue berurusan sama mafia ini sekarang? Jadi gimana?! Gue nggak mau mati dibunuh mafia!" ucap Yura yang mulai panik.


Zahra benar lebih baik tidak mencampuri urusan Kayuki. Mungkin ini alasan tidak seorang pun yang berani memberikan sanksi kepada Kayuki meski dia tidur di sekolah setiap hari, begitu pikir Yura.


"So what should we do?" tanya Yura.


"I will share this place with you," jawab Kayuki.


"Share this place?" Yura menunjuk ruangan yang beraroma debu menyengat tersebut.


"Yes, if you want," jawab Kayuki dan berbaring di sebuah sofa yang juga terlihat banyak debu di sana.


"Gue mau balik!" tegas Yura. "Kasur di rumah nenek gue lebih nyaman dari pada ini!" lanjutnya.


"If you catch them. Maybe you'll be killed right away," ucap Kayuki dengan santai.


"Aduh! Kenapa sih jadi kayak gini?! Kalau tahu bakalan berurusan sama Mafia, mending gue diem aja di kelas! Mau tidur sampai nggak bangun lagi pun terserah lo!" gerutu Yura yang kini mulai merasa pusing akan masalah yang ia hadapi.


"Uh!" ucap Kayuki menghela napasnya.


"Will everything be okay?" tanya Yura.


"I don't know," jawab Kayuki.


"Why did you bring me into this trouble?!" omel Yura yang kini kepalanya mulai terasa berdenyut.


"I didn't take you. But you want to meddle in my business! You also chased me into the train yesterday!" balas Kayuki.


"But you ...." Yura tak melanjutkan kalimatnya.

__ADS_1


"What?" tanya Kayuki.


"Nothing," balas Yura.


"But I kissed you?" tebak Kayuki sambil tersenyum.


"Fvck you!" ucap Yura dengan nada tak bersahabat.


"You don't fall in love easily just because of a kiss. I did that so as not to be caught by my father's bodyguard," cibir Kayuki.


"Gue nggak peduli! Ciuman pertama gue," ucap Yura menyedihkan ciuman itu direnggut oleh seorang anak mafia.


"Do you want that kiss again?" ejek Kayuki sambil tersenyum.


"Nggak! Gila lo!" bantah Yura dengan cepat.


Di situasi yang menegangkan tersebut. Yura malah tak kuasa menahan perutnya kini mulai terasa kosong. Ia melewatkan jam makan malamnya.


***


Angga dan seluruh anggota keluarga mulai panik karena Yura tak berada di sekolah dan tak kunjung pulang.


"Coba kamu cari ke rumah temannya!" perintah sang ibu.


***


"Is there no food to eat?" tanya Yura.


Kayuki membuka sebuah satu-satunya lemari yang terdapat di sana. Ratusan bungkus ramen dan makanan-makanan cepat saji lainnya tersimpan sangat rapi di sana.


"You can eat everything and whatever you want," ucap Kayuki.


"How do you cook it?" tanya Yura lagi.


Kayuki mengeluarkan kompor portabel yang biasa ia gunakan selama masa persembunyiannya di sana.


"You can use this," ucap Kayuki.


"Where can I get water?" tanya Yura lagi dan lagi.

__ADS_1


Kayuki menunjuk ke arah sebuah keran air yang nampak sudah berdebu di sudut ruangan itu.


"Aargh!" gerutu Yura frustrasi pada ini semua. "Mau makan aja ribet banget!" omelnya yang kini sedang menunggu air yang ia masak mendidih.


Saat hendak menuang mi yang telah siap ia masak. Yura mulai bingung. "Ini mi kuah apa mi goreng?" tanyanya.


"Nggak ada gambarnya ya?" gerutu Yura lagi.


Tiba-tiba Kayuki mengambil alih untuk menyiapkan makanan tersebut. Ia juga merasa risih saat melihat gadis itu tak bisa menyiapkan makanan dengan cepat, dan mereka menikmati makan malam bersama aroma debu di dalam ruangan tersebut.


"Dih, sampai kapan gue bakalan di sini? Pasti ayah sama nenek nyariin gue! Can't I go home now?" tanya Yura.


"You can go home if you wanna die," jawab Kayuki.


"Ya, gue nggak mau mati! Mana ada sih manusia di muka bumi ini yang mau mati! Gue masih terlalu durhaka sama mama! Gue belum sempat minta maaf! Gue juga udah banyak nyusahin dia! Gue juga belum lulus sekolah! Gue belum nikah! Gue belum punya anak! Gue terlalu muda untuk mati!" omel Yura sambil berbaring di tempat yang tadinya Kayuki tiduri.


Kini, pria itu tengah fokus menatap layar ponselnya.


"Woi, tuli! Lo dengerin gue nggak?!" bentak Yura namun Kayuki masih tetap fokus pada ponsel yang ia genggam.


"Ya ampun, kenapa sih hidup gue kayak gini? Di Indonesia, masalah sama mama! Di sini, masalah sama mafia! Nggak bisa apa hidup gue tuh lempeng aja nggak ada masalah gitu? Ya datar-datar aja! Gue maunya berangkat sekolah, pulang, istirahat, trus berangkat sekolah lagi, pulang, istirahat lagi. Gitu aja tiap hari! Kenapa mesti ada masalah di mana-mana? Apa mama bener ya? Gue emang biang masalah! Gue yang suka bikin onar! Dih, jadi kangen sama mama," ucap Yura.


Kayuki melempar sebuah selimut padanya dan membuat gadis itu berhenti mengoceh. Yura menghela napasnya dan menggunakan selimut tersebut. Tiba-tiba Kayuki ikut berbaring di sebelahnya.


"Woi woi! Mau ngapain lo?! What are you doing?!" teriak Yura sambil mendorong pria itu menjauh.


"I wanna sleep!" jawab Kayuki.


"Sleep, your head! Gue 'kan tiduran di sini. Kenapa lo nggak tiduran di tempat lain aja?! Ya kali tidur berdua! Lo kira gue ini bini lo?!" bantah Yura.


"I only have one bed and one blanket. I intend to share it with you. If you don't want to, feel free to sleep somewhere else!" tegas Kayuki membuat Yura menghela napas jengkel.


"So, maksudnya kita tidur berdua?! Wah benar-benar gila nih orang!" omel Yura.


Yura memilih untuk mengalah dan berbagi selimut serta kasur dengan anak mafia tersebut. Ia juga tak berani ke luar dari ruangan itu jika jaminannnya adalah nyawa. Yura yang semakin terhimpit dinding sampai terpaksa memeluk pria itu demi menghemat ruang di saat ia tertidur.


"Yura! Get up! Yura!" ucap Kayuki dengan bisikan pelan namun tetap terdengar kasar.


Yura tersadar dari tidurnya dan mempererat pelukannya tersebut. "Apaan sih, Vin!" bentak gadis itu.

__ADS_1


Kayuki memaksa Yura untuk melepaskan pelukan tersebut namun Yura mengunci tangannya agar tak bisa dilepaskan.


"Yuraaaa! Get up, now!" tegas Kayuki sambil memutar badan menghadap gadis itu. Yura malah membenamkan wajahnya di dada bidang hangat yang Kayuki miliki di balik selimut. "If you don't wake up, I will kiss you again!" ucap Kayuki.


__ADS_2