
"Nggak, Vin! Gue nggak mau masuk penjara! Gue cuma mau caper sama Meta! Gue nggak tahu kalau ini semua bakalan berdampak sejauh ini! Gue mau minta maaf sama Meta, Vin!" ucap Jong Woo sambil memelas. Yang lebih ia takutkan adalah masalah dirinya dan sang ayah. Reputasi sang ayah hancur karena masalah yang Jong Woo ciptakan.
Marc menoleh pada Vin. "Nggak ada kata terlambat buat minta maaf, Jong. Tapi waktu buat bikin lo sadar, lumayan lama. Sampai semua masalahnya nyebar ke mana-mana," ucap Marc.
"Gue benar-benar nggak nyangka ini semua bakalan kayak gini, Marc! Gue cuma berusaha caper sama Meta. Itu doang, nggak lebih!" ucap Jong Woo.
"Kan dah dari awal, gue sama Marc bilang, kalau cara lo itu udah kelewatan! Tapi lo yang nggak mau ngaku! Lo juga nggak mau minta maaf sama Meta dari hal sekecil kata-kata lo yang nyakitin perasaan dia sampai masalah segede ini terjadi!" omel Vin.
"Gue takut ditangkap polisi, Vin! Bantuin gue!" ucap Jong Woo hendak menangis.
"Ya, secepatnya lo harus minta maaf ke rumahnya Meta. Mungkin orang tuanya mau jalan damai. Tapi lo harus kuat mental. Mereka pasti marah sama lo! Ya, lo mikirnya. Mana ada orang tua yang tega lihat anaknya digituin?" ucap Vin.
"Tapi gue takut," ucap Jong Woo.
"Lebih takut lagi kalau lo nggak bisa kelarin masalah lo, Jong," ucap Marc.
"Nah, ayah gue juga bilang gitu. Berani berbuat, berani bertanggungjawab. Itu baru namanya Laki. Anggap aja semua ini cara buat ngedidik lo," ucap Vin.
"Tapi lo berdua mau 'kan bantuin gue selesaiin masalah ini?" tanya Jong Woo.
"Kita masih temenan kok, Jong. Saling mengingatkan dan saling support!" ucap Marc menyenggol pundak pria berdarah campuran tersebut.
"Kirain lo berdua nggak mau temenan sama gue lagi," ucap Jong Woo.
"Kita cuma nggak suka sama sikap lo yang kemaren," ucap Vin.
"Huaaa!! Temen-temen gue!" jerit Jong Woo dengan nada menangis sambil memeluk Marc.
"Dih apaan sih lo?! Geli gue!" balas Marc sambil berusaha membebaskan diri.
"Gue usah kepikiran buat berhenti sekolah aja. Soalnya gue dijauhin dari lo berdua!" jerit Jong Woo lagi.
"Terus lo mau bokap lo ngamuk gegara lo berhenti sekolah?!" balas Vin.
"Ya, itu semua gegara lo berdua nggak mau temanan sama gue!" bantah Jong Woo.
"Enak aja! Lo yang punya masalah, kita yang diseret!" omel Marc.
"Kam kita temenan!" bantah Jong Woo lagi.
"Ya temenan sih temenan, nggak gitu juga!" omel Marc lagi.
***
Malam ini, Jong Woo, Marc dan Vin datang ke kediaman keluarga Regi. Mereka bertemu dengan William di depan pagar. Pria itu baru saja hendak pergi dengan motornya.
"Vin!" panggil William.
"Bang! Tante Debi ada?" tanya Vin. Mencoba untuk mencari alasan.
"Ada di dalam. Mau ngapain?" William balik bertanya.
__ADS_1
"Ada urusan dikit. Abang mau ke mana?" tanya Vin mengalihkan topik pembicaraan.
"Mau ... biasalah!" jawab William sambil memainkan alisnya.
"Cewek ya?! Uuh, gue bilangin Om Regi!" ancam Vin.
"Eh, jangan! Lo ember banget! Gue 'kan cowok! Gue bentar lagi lulus. Sebagai pria normal, sehat dan baik hati. Gue 'kan juga pengen pacaran!" bantah William.
"Wuih, pacaran!" ucap Vin.
"Gue udah gede! Lo semua masih bau kencur, jangan pacaran-pacaran! Gue laporin Om Rafa lo kalau ketahuan pacaran!" ancam William dan melajukan motornya dengan cepat.
"Itu siapa?" tanya Marc.
"Abangnya Meta," jawab Jong Woo.
"Yuk masuk!" ajak Vin dan mereka semua memasuki rumah mewah tersebut.
Di dalam rumah terdapat Debi yang sedang mengobrol dengan Yura.
"Yura?!" teriak Vin mengejutkan semua orang yang berada di rumah tersebut termasuk gadis yang disebut namanya itu.
"Ini Yura?!" pekik Vin tak percaya dan langsung menghampirinya.
"Iih apaan sih lo?! Berisik tahu nggak?! Suara lo itu bergema!" omel Yura.
"Lo kapan balik?! Kok nggak bilang-bilang ke gue?" tanya Vin.
"Emangnya lo siapa? Dan ngapain gue harus lapor ke lo?!" omel Yura lagi.
"Vin kangen sama lo, Ra!" ucap Marc.
"Sorry ya, Vin. Gue udah punya cowok," ucap Yura.
Vin malah menyentil jidat gadis itu seperti hal yang sering dilakukan oleh Itachi pada Sasuke dan Sasuke ke Sakura.
"Sakit, sialan!" teriak Yura memegangi jidatnya yang memerah.
"Lo nggak boleh pacaran!" omel Vin.
"Lah kenapa?! Kok lo yang ngatur!" bantah Yura.
"Karena gue nggak bisa berantem sama lo kalau lo punya cowok!" tegas Vin.
"Bilang aja lo jeles, Vin," ucap Marc.
"Nggak! Gue serius! Kalau lo punya cowok! Pastinya cowok lo bakalan lindungin lo! Kalau gue mau gangguin lo, pastinya nggak bisa!" omel Vin.
"Ya bagus! Lagian cowok gue juga jago berantem. Bisa 'kan gue ngelihat lo berantem sama dia! Pasti seru!" ucap Yura.
"Dih, siapa cowok lo?" tanya Vin.
__ADS_1
"Jangan jeles, Vin," ucap Marc memanaskan suasana sambik terkekeh.
"Kepo lo!" bantah Yura.
"Udah jangan berantem. Ini ada apa Vin? Kok malam-malam ke sini?" tanya Debi.
"Ini Tante, Jong Woo mau minta maaf soal Meta yang kemaren," ucap Vin.
Jong Woo tertunduk takut akan dimarahi oleh Debi. Tapi, bukan itu yang akan Debi lakukan.
"Oh, duduk dulu sini!" ucap Debi mempersilakan mereka semua untuk duduk.
"Meta kenapa emangnya?" tanya Yura.
"Lo nggak tahu?" tanya Marc.
"Gue aja baru sampai di sini!" bentak Yura.
"Ya, santai dong!" balas Marc.
"Ngomong, Jong!" perintah Vin sambil menyenggol pundak temannya tersebut.
"Tante, saya mau minta maaf soal Meta. Saya nggak tahu kalau dia trauma tenggelam. Saya juga nggak niat buat jahatin dia," ucap Jong Woo.
"Meta tenggelam? Kapan?" tanya Yura.
"Lo bisa diem dulu, nggak?!" bentak Vin membuat Yura mengatup mulutnya dan tak bersuara lagi.
"Iya, Tante maklumin kok, cuma kayaknya Meta masih takut. Tante juga bingung mau mengatasi masalah ini dengan cara apa," ucap Debi.
"Ya, lo harus tanggungjawab, Jong! Lo harus bikin Meta nggak takut lagi! Lo sih segala bikin dia tenggelam!" omel Yura.
"Bisa diem bentar nggak, Ra?" tanya Vin.
"Dia bikin Meta tenggelam!" bantah Yura.
"Iya, ini 'kan kita mau nyari jalan keluar dari masalah ini! Bukan nambah masalah!" bentak Vin.
"Ya, lo santai dong!" teriak Yura.
"Hei hei! Udah! Jangan berantem mulu," omel Debi pada kedua keponakannya tersebut.
"Jadi gimana, Tante?" tanya Jong Woo.
"Ya, kalau Tante minta kamu buat bikin Meta nggak takut lagi, gimana? Apa kamu sanggup?" tanya Debi.
"Tapi, Meta takut sama saya," jawab Jong Woo.
"Gue bantuin lo kok, Jong!" ucap Vin.
"Gue juga!" ucap Marc.
__ADS_1
"Dih, so sweet ya lihat lo bertiga," ucap Yura.
"Rese banget!" ucap Vin.