Hipotalamus

Hipotalamus
Ga Semua Cowok Harus Kenal Sama Lo!


__ADS_3

Yura mengejar Kayuki di kantin dan berdiri di hadapan pria yang sedang makan bersama Jesika itu. Kayuki melirik sebentar dan kembali makan. Ia benar-benar bertingkah seolah tak mengenal Yura.


"Lo kenapa sih, Kay?!" omel Yura.


"Lo kenapa sih?! Emangnya gue pernah ada masalah apa sama lo?!" Kayuki balik bertanya.


Vin dan Kim Tae Young yang melihat kejadian itu, ikut menghampiri mereka.


"Nggak masuk akal!" teriak Yura.


"Emangnya kenapa sih, Ra?" omel Vin.


"Kalo lo nggak suka sama dia, harusnya lo biasa aja, Ra," ucap Kim Tae Young.


"Ini bukan masalah suka atau nggaknya! Tapi kenapa Kayuki nggak ingat gue?!" omel Yura.


"Nggak semua cowok harus kenal sama lo!" ucap Jesika.


"Lo diam!" tegas Yura menunjuk wajah Jesika.


Kayuki malah menepis tangan gadis itu. "Lo siapa dan mau apa?! Kenapa lo gangguin gue?!' Kayuki mempertegas kalimatnya.


"Gue ganggu?" tanya Yura dan terdiam sejenak. Yura membuang pandangannya ke arah lain. "Lo pura-pura ilang ingatan?" tanya Yura lagi.


"Lo siapa sih?!" omel Kayuki yang merasa terganggu jam makan siangnya.


Yura menatap lurus ke kedua bola mata Kayuki dari kiri ke kanan dan bergantian.


"Udah, Ra!" ucap Vin menarik tangan Yura kembali ke kelasnya.


"Masa dia hilang ingatan? Nggak mungkin, Vin!" bantah Yura sepanjang jalan.


"Ya terus kenapa kalo dia ilang ingatan? Pentingnya apa buat lo?!" omel Vin.


"Ya nggak bisa gitu dong, Vin! Lo tahu sendiri kalo gue sama dia itu ...." Yura tak melanjutkan kalimatnya.


"Lo tuh sadar nggak sih, Ra?!" bentak Vin pada gadis itu. "Dia nggak pernah suka sama lo!" lanjutnya.


"Jelas-jelas dia suka sama gue, Vin! Dia yang bawa gue buat ketemu sama orang tuanya! Sekarang dia pindah ke sini. Buat apa?!" bantah Yura.


"Lo tahu dari mana kalo dia suka sama lo?!" teriak Vin.


"Gue tahu! Gue bisa rasain itu! Gue bisa rasain yang mana orang suka sama gue, yang mana orang benci sama gue! Nggak mungkin tiba-tiba sekarang dia nggak kenal sama gue!' Yura ikut berteriak.


"Tapi kenapa ke gue nggak berlaku?!" tegas Vin.

__ADS_1


Yura terdiam karena bingung saat mencerna kalimat Vin. "Berlaku apanya?" tanya Yura.


"Lo bisa ngerasain yang mana orang suka sama lo dan yang mana orang benci sama lo?" Vin balik bertanya. "Ngelawak lo?!" tegas Vin dan meninggalkan gadis itu begitu saja.


Lo bisa rasain itu, Ra?! Khusus buat Kayuki doang?! Terus gue kenapa, nggak?! Kenapa lo nggak bisa rasain itu?! jerit Vin dalam benaknya sambil menghempas langkah menuju kelasnya.


Sedangkan Yura terdiam duduk di bangkunya.


"Lo kenapa, Ra?" tanya Vio yang baru saja memasuki kelas.


"Nggak tahu tuh si Vin! Marah-marah nggak jelas!" balas Yura.


"Lo ada masalah sama dia?" tanya Vio.


"Nggak ada, Vi! Gue cuma berusaha buat mastiin Kayuki itu pura-pura nggak kenal gue atau dia ilang ingatan atau apa. Tapi Vin malah marah-marah! Si Jesika juga sok ganjen banget sama Kayuki. Iiiihhhh pengen gue pukulin rasanya tuh cewek!" jelas Yura dengan penuh geram.


"Sabar, Ra. Kalo soal Kayuki, mungkin dia pura-pura nggak kenal aja sama lo. Soal Jesika, 'kan lo tahu sendiri Jesika kayak gimana. Semua cowok dideketin. Dia mau jadi saingan lo! Kalo soal Vin, 'kan Vin emang suka ngomel-ngomel!" jelas Vio.


***


Sepulang sekolah. Vio dan Yura bertemu dengan Vin dan kawan-kawannya di depan pagar sekolah. Mereka mendapatkan berita bahwa Jong Woo akan pindah sekolah ke Korea.


"Lo seriusan mau pindah, Jong?!" tanya Yura.


"Iya, soalnya bokap gue buka cabang bisnis di Korea. Jadi, seluruh keluarga harus tinggal di sana. Gue sih maunya nginep rumah nenek gue aja, tapi nggak dibolehin soalnya ini 2 semester terakhir. Bokap gue nggak mau nyusahin nenek," jawab Jong Woo.


"Lo nggak pamitan sama Meta?" tanya Vio membuat semua orang terdiam.


Jong Woo sempat berpikir sejenak. "Kayaknya nggak usah deh. Soalnya kata Vin, semenjak Meta terapi, dia udah mulai bisa ngontrol rasa takut. Gue nggak mau bikin dia kayak dulu lagi," jawabnya.


"Dih, gue nggak mau kangen sama lo, Jong!" omel Yura.


"Yang nyuruh lo kangen sama gue, siapa?!" balas Jong Woo.


"Ya, mau nggak mau pastinya gue bakalan kangen. Satu-satunya Oppa Korea rasa lokal di sekolah ini!" balas Yura.


"Sebelum gue berangkat ke Korea. Gue punya satu permintaan sama lo semua," ucap Jong Woo.


"Lo mau apa, Jong? Lo mau ajak gue ke Korea?!" Marc bertingkah seolah menolak ajakan Jong Woo.


"Nggak!" teriak Jong Woo di hadapan temannya itu. "Gue mau dibikinin suprise kayak Yura pas mau ke Jepang," ucap Jong Woo memelas.


"Dih," umpat Vin.


"Minta suprise? Emamg suprise boleh minta ya?" tanya Yura.

__ADS_1


"Ya, gue 'kan juga mau gitu dikasih suprise woi dari lo semua! Nggak peka banget! Gue mau pergi ini! Nggak tahu kapan bisa ketemu sama lo lagi, Ra!" omel Jong Woo.


"Dih," umpat Vin lagi.


"Lo dih-dih mulu, gue smack down juga nih!" omelnya lagi.


"Diiihhh, minta supriseee, diihh!" ejek Vin membuat semua temannya tertawa.


"Vin! Gue 'kan juga mau punya kenang-kenangan sebelum pergi! Lagian kita nggak tahu kapan bisa ketemu lagi!" rengek Jong Woo.


"Lo mau suprise kayak gimana?" tanya Vio. Tak bisa ia pungkiri bahwa rasa untuk kakak kelasnya itu masih ada hingga saat ini.


"Gue mau—"


"Itu mah Request! Bukan Suprise!" bantah Yura memotong kalimat Jong Woo.


"Lah, biarin aja kenapa sih, Ra?! Dendam apa sih lo sama gue?!" omel Jong Woo membuat mereka semua terkekeh.


"Gue mau lo semua bikin gue kaget. Ada kuehya kayak Yura kemaren. Ada balon-balon!" lanjut Jong Woo.


"Pesen yang itu aja. Yang tukang dekor ultah bocil! Biar kita nggak ribet!" ucap Yura membuat teman-temannya kembali tertawa.


Jong Woo menatap datar ke wajah gadis itu.


"Bener juga sih, Jong. Mending order yang dibilang Yura itu. Mau lo pasti sama balon semalaman juga nggak masalah," Marc menimpalinya.


"Woi! Kita ini kawan! Gue mau mengenang lo semua sebelum gue punya kawan baru yang ganteng dan cakep di Korea!" ucap Jong Woo.


"Maksud lo?!" bantah Yura.


"Bikinin gue suprise!" teriak Jong Woo.


"Ya elah! Iya-iya! Kalo dah pergi ke Korea, jangan balik lagi ya!" ucap Yura.


"Jahat bener mulut ini cewek!" umpat Jong Woo.


"Nggak gue bikinin suprise nih!" ancam Yura.


"Iya, Ra. Yura yang cantik, yang baik. Bikin suprise, ya?" ucap Jong Woo.


"Dih!" teriak Vin yang merasa geli akan tingkah Jong Woo.


***


Malam ini, Yura kembali menatap pesan yang dikirimkan oleh Vin kepadanya.

__ADS_1


[Gue udah di Gibi]


__ADS_2