Istri Jaminan

Istri Jaminan
Episode 39


__ADS_3

Nirmala bertanya-tanya dalam hati ketika tangannya terus ditarik menuju halaman belakang. Sesampainya di sana, Vano memerintahkan Farhan untuk membukakan pintu. Tentu saja Nirmala tidak mengerti, ia tidak melihat ada pintu di sana.


Farhan berjalan menuju pohon besar lalu memutar ke belakang pohon. Entah apa yang dilakukan oleh Farhan di sana. Tak lama kemudian tanah di sekitar sana bergetar. Bersamaan dengan itu Nirmala membelalakkan matanya sambil menutup mulut dengan telapak tangan.


"Pintu rahasia di bawah tanah?"


Nirmala terkejut melihat petakan rumput sekitar dua meter bergerak ke samping dan menunjukkan lubang dengan tangga menuju ke bawah.


"Vano, i-i-ini--"


"Katanya kamu mau lihat Raisa? Kita lihat dia sekarang."


Vano menarik tangan Nirmala dan berjalan masuk melewati lubang kotak tersebut. Tempat itu sangat gelap. Vano menyapa dinding di sekitarnya lalu tempat tersebut tidak gelap lagi. Nirmala pikir bisa langsung melihat Raisa, ternyata tempat itu cukup luas dan terdapat beberapa pintu.


Vano berbelok ke kanan, sampailah mereka di depan sel. Di dalam sel itu ada seorang wanita yang meringkuk sambil menangis. Wanita itu berpenampilan acak-acakan, mulai dari rambut, makeup, dan pakaian.


"I-ibu."


Nirmala menghampiri sel dan memegang jeruji besi dengan kedua tangannya. "Vano, apa yang telah kau lakukan? Mengapa kau kejam begini?"


Vano memasukkan kedua tangan ke saku celana. Ia menghela nafas sebelum berbicara. "Kau tidak tahu apa-apa, Nirmala. Semua ini sangat pantas untuk ia dapatkan. Seharusnya aku memasukkan dia ketempat ini sedari dulu."


Nirmala berbalik dan menatap Vano. Air mata sudah mengalir di matanya. "Apa yang kau lakukan ini sangat kejam. Ibu Raisa pasti sangat ketakutan dan akan mengalami trauma berat."


Vano tersenyum sinis. Ia tidak menyalahkan ucapan istrinya. Orang yabg yang tidak tahu cerita masa lalunya pasti akan berbicara seperti itu. Akan jika tahu betapa kejam dan liciknya Raisa, mungkin hukuman ini belum cukup.


"Kau harus mendengarkan cerita ini."


Dua puluh tahun yang lalu. Ada seorang pria bernama Yuda Ravaldi, pria itu memiliki istri cantik yang lembut dan perhatian. Nama istrinya itu adalah Viana Gutari. Dengan istri cantiknya itu ia memiliki anak berusia 7 tahun yang bernama Govano Ravaldi.

__ADS_1


Yuda Ravaldi adalah pengusaha sukses yang memulai usahanya dari nol. Jatuh-bangun, untung-rugi, semua sudah tidak aneh lagi bagi seorang tuan besar Yuda. Pada suatu hari, karena perusahaan semakin besar dan banyak urusan di luar kota, akhirnya Yuda harus pergi dan tinggal di luar kota selama tiga bulan.


Viana yang sangat mencintai dan mempercayai suaminya setiap hari berdoa untuk kelancaran suaminya selama berada di luar kota. Ia juga selalu merawat Govano kecil dengan tangannya sendiri tanpa bantuan para pelayan.


Hingga tiga bulan berhasil dilalui, Yuda Ravaldi kembali ke rumah. Akan tetapi ia tidak datang sendiri, ada wanita muda berpenampilan seksi yang menggandeng tangannya. Dengengan ringannya Yuda memperkenalkan wanita itu pada Viana. Ia berkata selama tiga bulan, melakukan sesuatu tanpa istri itu sangat sulit, maka dari itu ia menjadikan wanita yang baru ia kenal sebagai istrinya. Wanita itu bernama Raisa.


Dengan ikhlas Viana menerima kehadiran madunya di rumah itu. Walaupun memiliki istri muda, kaaih sayang Yuda pada Viana tidak pernah berubah. Ia tetap menjadikan Viana sebagai nyonya besar, sedangkan Riasa hanya sebagai nyonya biasa.


Akan tetapi, seiring berjalannya hari, kasih sayang Yuda semakin terbagi bahkan semakin tidak adil untuk Viana. Yuda sering bermesraan dengan Raisa di depan Viana. Bahkan sering pula ia memerintahkan Viana untuk mengatur persiapan malam penuh kasih antara ia sedang Raisa.


Semakin hari Yuda dan Raisa semakin tak tahu malu. Mereka sering melakukan hubungan intim di tempat terbuka seperti di ruang tengah atau di pinggir kolam. Tentu saja hal itu sering dilihat oleh Viana, bahkan tak jarang Govano kecil memergoki kelakuan ayah dan ibu tirinya itu. Jika sudah kepergok, Yuda akan marah besar. Sering kali Vano dipukuli hingga demam.


Merasa diperlakukan istimewa, Raisa semakin melunjak. Jika Yuda tidak ada di rumah, ia memperlakukan semua orang dengan semena-mena. Tak jarang ia menyakiti Viana dan Govano kecil.


Jika Viana melawan demi putranya, Raisa akan memasukkan Viana ke dalam ruang bawah tanah yang gelap dan dipenuhi hewan-hewan kecil yang menggelikan dan menjijikan. Tidak ada satupun pelayan dan pengawal yang berani melawan perintah Raisa karena wanita itu selalu menggunakan jabatannya sebagai istri yang paling dicintai oleh Yuda.


Mengetahui ibunya disiksa, Vano kecil tidak tinggal diam. Hampir saja ia membunuh Raisa dengan sebilah pisau dapur. Karena keadaan di dalam rumah besar Ravaldi semakin memburuk, Farhan pun membentuk kelompok kecil untuk membawa Vano dan Viana kabur dari rumah yang seperti neraka.


Akan tetapi semuanya terlambat, Viana yang terlalu depresi dan stress pun menjadi gila. Satu tahun menjadi orang gila, Viana melarikan diri ke sebuah danau. Vano kecil mengikuti ibunya ke danau.


Akan tetapi sesuatu yang tidak pernah dapat terlupakan oleh Vano kecil terjadi. Ia melihat ibunya menceburkan diri ke dalam danau tersebut. Vano tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa berteriak memanggil ibunya dan menangis serta berteriak minta tolong.


Sejak meninggalnya Viana, Farhan mengurus Vano di rumah kecilnya dengan bantuan sang ibunya. Sedangkan Yuda, mengetahui istrinya gila dan meninggal, kasih sayangnya pada Raisa mulai berkurang. Setiap hari ia hanya menangis menyesali perbuatannya.


Ia menjemput Vano dan Farhan kembali ke rumah besar. Vano yang masih kecil tidak bisa menolak, ia hanya bisa mengikuti arah air mengalir.


Waktu terus berjalan tanpa kebahagiaan sedikitpun. Vano tumbuh tanpa senyuman, tanpa kehangatan keluarga dan kasih sayang orang tua. Maka dari itu Vano menjadi remaja yang tidak pernah bergaul dengan teman-temannya. Ia menjadi remaja dingin tanpa kisah cinta monyet.


Pada usia 21 tahun, Yuda yang bertahun-tahun terlalu stress akhirnya menjadi gila. Dan entah mengapa, setiap bulan kondisi kesehatannya semakin memburuk padahal Raisa selalu memberikan obat tepat waktu dan teratur. Hingga akhirnya, kondisi terakhir Yuda adalah menjadi pria gila yang lumpuh. Hanya berjarak beberapa bulan dari itu, rumah sakit mengabarkan bahwa Yuda telah meninggal dunia.

__ADS_1


Sepeninggalan Yuda, dua bulan kemudian Raisa mengatakan bahwa ia yang akan menjadi nyonya besar. Ternyata ia berniat untuk menguasai seluruh kekayaan keluarga Ravaldi. Untunglah Farhan bukan orang yang bodoh. Sejak Vano berusaha 17 tahun, diam-diam ia sudah membalikkan 90% harta kekayaan Yuda menjadi milik Vano.


Vano yang sudah menjadi orang cerdas, ia tidak pernah mengambil keputusan yang gegabah. Ia selalu bersabar menunggu waktu yang tepat untuk membalas dendam pada musuh, termasuk Raisa.


Vano menarik nafas setelah selesai menceritakan kisah kelam yang telah lalu. Kemudian ia menatap Raisa yang masih menangis.


"Karena Raisa memiliki orang yang ahli, sangat sulit membalikkan kepemilikan harta yang 10% lagi. Dan untungnya sebulan yang lalu semuanya berhasil menjadi milikku. Kesibukannya yang ingin menyingkirkan dirimu membuat ia lengah. Sekarang sudah saatnya menjadikan hidupnya berakhir seperti ibuku."


Walaupun menangis, ternyata Raisa masih mendengarkan ucapan Vano. Ia duduk lalu merangkak ke sisi Sel.


"Vano, aku mohon ampuni aku. Aku menyesal, aku sangat menyesal. Tolong keluarkan aku dari sini. Aku sangat ketakutan. Di sini banyak tikus, kecoa, laba-laba. Di sini dingin, sangat menyeramkan. Hiks." Raisa terus bersujud memohon belas kasihan dari Vano.


Vano tersenyum kecut. "Hanya dalam mimpimu. Inilah hal yang paling tepat untuk menghukumu." Vano berbalik badan. "Ayo kita pergi, Nirmala. Biarkan wanita ini membusuk di sini."


"Akh! Vano!"


Vano berbalik. "Nirmala!"


Darah mengalir dari perut Nirmala. Ternyata pelakunya adalah Raisa. Diam-diam ia masih memiliki pisau di balik bajunya.


"Nirmala!" Vano menangkap tubuh Nirmala sebelum istrinya itu jatuh ke lantai. "Pengawal!"


Dua orang pengawal dan Farhan segera memasuki ruangannya. Mereka semua membelalakkan matanya ketika melihat darah dari tubuh Nirmala.


"Nyonya Besar!" Teriak mereka.


"Cepat siapkan mobil. Dan untuk si iblis ini, cambuk dia sepanjang hari."


Tenang, hari ini Sely up dua episode sore atau nanti malem. Tapi Sely gak berani janji, takutnya kayak beberapa hari yg lalu๐Ÿ˜˜. Jangan nanya dulu 'Kapan sih mereka bahagia? Kok ada-ada aja masalahnya'๐Ÿ˜Š. Takdir kepalsuan dari author, Kak. Hahaha, tenang aja. Mereka akan bahagia kok.

__ADS_1


__ADS_2