
Hening menyelimuti mereka ketika keduanya merasakan detak jantung masing-masing. Terutama Reno, detak jantungnya berdegup kencang diluar batas normal. Bagaimana tidak, ini kali pertamanya ia tertawa. Ini juga kali pertama ia merasa bahagia dan nyaman bersama seorang wanita.
"Ara, kau memang hebat. Aku tidak pernah tertawa di depan orang lain, kecuali kau. Aku juga tidak belum pernah menemukan arti bahagia yang sesungguhnya, kecuali saat bersamamu. Ternyata ini yang namanya cinta. Ara, aku mencintaimu."
Reno melepaskan pelukannya. Kembali jarinya mengangkat dagu Ara. Sebuah pandangan dalam memandang mata indah milik Ara. Keheningan masih menyeruak dalam, hingga suara nafas mereka terdengar.
"Ara."
Akhirnya ada satu kata yang keluar di keheningan itu.
Ara menatap mata Reno juga. "Hm?"
"I love you." Dan .... 'Cup'
Mata Ara benar-benar membulat, jantungnya berdegup dengan sangat cepat, pipinya merona merah. Ada rasa terkejut tak percaya dan ada pula rasa bahagia.
"Apa? Reno mengatakan mencintaiku? Tidak-tidak, itu pasti bohong. Pria ini sudah mahir mengerjaiku."
Ara memundurkan kepalanya. "Kau pikir aku akan terjebak oleh permainanmu? Tidak, tidak akan pernah lagi."
Reno tersenyum. Ia memaklumi sikap Ara ini. Mereka sudah sering mengerjai satu sama lain, jadi wajar jika Ara belum bisa percaya.
"Butuh pembuktian?" tanya Reno.
Ara mengangguk. "Seorang pria dingin dengan hati beku sepertimu mana mungkin jatuh cinta. Apalagi selama ini kau kasar dan tidak peduli padaku. Aku tid--"
Reno menarik kepala Ara lalu mengecup kening, pipi, dan dagu. "Aku akan buktikan perlahan-lahan sampai kau percaya."
Ara mematung, seluruh tubuhnya seakan kaku. Kecupan yang diberikan oleh Reno benar-benar lembut dan sampai ke hatinya. Sekarang ia mulai percaya.
"Ara, apakah kau menyukaiku?" tanya Reno.
Seharusnya Reno tidak perlu bertanya. Dengan melihat Ara menangis dan marah hanya karena foto ibunya, seharusnya ia sudah tahu jawabannya.
Ara diam saja. Untuk mengatakan 'Ya' dan 'Tidak' saja sangat sulit. Lidahnya begitu kelu.
Reno kembali mendekatkan wajahnya. "Aku sudah tahu jawabannya dari matamu," bisik nya kemudian kembali mencium Ara.
__ADS_1
Ia mendorong Ara kembali berbaring di tempat tidur. Sambil tersenyum manis ia mengungkung Ara. "Aku akan membuktikan salah satu bukti yang pertama."
(Aaaaa.... Author tutup mata dulu🙈 sampai pagi nanti. Gak boleh ngintip, dosa.)
* * * *
"Apakah kau jadi membunuh Afid?" Ara mendongak untuk melihat wajah suami yang tengah memeluknya.
Reno menunduk untuk melihat sang istri. "Tidak. Justru aku akan berterima kasih pada nya. Jika bukan karena rencana dan keusilannya, aku tidak akan menikahi mu dan tidak akan menyadari cintaku."
Ara tersenyum malu lalu menyelusupkan kepalanya di dada suaminya. "Aku tidak menyangka pria dingin seperti mu bisa berbicara manis."
Reno mengusap kepala istrinya. "Sudah-sudah, kita tidur saja. Besok aku masih banyak pekerjaan."
* * * *
Pagi-pagi sekali Ara bangun. Selesai mandi wajib, ia langsung memakai pakaian, menjepit rambut depan jepitan rambut yang besar, mengoleskan lipstik ping setipis mungkin, kemudian langsung turun ke dapur.
Ini adalah hari pertamanya di rumah Reno. Sebagai istri, ia harus menyiapkan segala keperluan suami sebagaimana ibunya mempersiapkan segala keperluan ayahnya.
"Wow, ternyata Reno dan pak Tua selalu sedia bahan makanan."
Ara mengeluarkan selada, telur, sosis, mayonaise, saos tomat, tomat, keju, dan terakhir roti. Untuk pagi ini ia tidak akan membuat makanan berat seperti nasi atau semacamnya. Ia akan membuat sandwich sosis dan juga telur.
Saat akan meletakkan semuanya di atas meja dapur, ia melihat ada segelas susu yang masih hangat serta selembar kertas. Ara mengambil kertas kecil itu dan membacanya.
Minum susu hangat ini. Aku tahu kau lelah dan akan memaksakan diri masak di dapur pagi ini. Maka dari itu, agar tenagamu cepat pulih, minumlah susu ini sampai habis. ~ Suamimu.
Pipi Ara langsung merona. Tidak disangka suaminya yang dulu dingin akan berubah manis secepat ini. Ia penasaran, dari mana suaminya belajar hal manis seperti ini? Sungguh, hatinya langsung meleleh bagai coklat terkena panas.
Dengan tangan kanan ia meraih gelas tersebut, kemudian ia meminumnya dengan hati berbunga-bunga.
Beberapa menit kemudian, sandwich dan susu hangat telah siap. Ara meletakkan beberapa sandwich di atas meja untuk pak Tua yang kelihatannya belum keluar dari kamar. Dan selebihnya ia bawa naik ke lantai atas menggunakan nampak.
'Ceklek'
Ara masuk kemudian menutup pintu dengan perlahan. Sejak tadi Ara tidak melepas senyum, pipinya masih merona.
__ADS_1
Dengan perlahan ia meletakan nampan itu di atas nakas, lalu duduk di tepi ranjang.
"Reno, aku tahu kau sudah bangun dari tadi. Ternyata kau pura-pura tidur sejak tadi."
Perlahan namun pasti, Reno berbalik pada istrinya. Ada sejuta senyum manis mewarnai wajah super tampan itu. Wah, wanita mana yang tidak akan meleleh melihat nya. "Kau sudah meminumnya?"
Ara mengangguk.
"Sudah bertenaga lagi?" tanya Reno.
Ara mengangguk lagi.
"Kalau begitu mari lanjutkan yang tadi malam," ucap Reno yang langsung sukses mendapat cubitan di lengannya.
"Jangan bercanda. Cepat minum susunya dan makan rotinya." Ara mengambil nampan yang ada di nakas.
Reno bangun dan duduk bersandar pada kepala ranjang. Kedua tangannya menerima nampan itu. "Terima kasih," ucapnya sambil tersenyum.
Begitulah hari-hari yang dilewati oleh pasangan suami-istri yang bernama Reno dan Ara. Sebelum menikah mereka tidak pernah akur, namun semenjak menikah, mereka bisa menerima satu sama lain, bahkan saling mencintai dan hidup bahagia.
Dan akhirnya mereka hidup bahagia untuk selamanya.
Tamat ...
Tapi Bohong 🤭 🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 🤣.
Reno : Enak aja main ditamatin. Baru 2 kali bercocok tanam udah diselesain aja. Aku juga kan pengen punya anak.
Author : Sabar dong, Reno Sayang. Kan cuma prank doank.
Reno : Awas aja kalau ditamatin betulan. Kan si Sain belum aku hajar habis-habisan.
Author : Memangnya ada dendam apa sih kamu sama dia? Gara-gara nyulik Ara? Ah, aku rasa enggak. Kan kamu sendiri yang waktu itu jerumusin si Ara ke si Sain demi buat si Ara berhutang budi sama kamu.
Reno : Pokoknya ada deh. Nanti aku ceritainnya sambil bisik-bisik, biar para readers gak denger.
Author : Asiapp👍
__ADS_1