Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Season 2_perpisahan


__ADS_3

Setelah kejadian itu, kini tinggallah Putri Viola, Permaisuri Anastasya dan Kaisar Alex.


"Putri, berbaliklah, buka baju mu lepaskan sampai di bawah bahu saja?"


Putri Viola keheranan, untuk apa Ibunya memintanya melepaskan baju. Ia pun hanya menuruti kemauan Ibunya itu.


Permaisuri Anastasya sekaligus Kaisar Alex terkejut, lalu tersenyum. Simbol bunga tulip biru itu masih samar. Tapi anehnya kenapa Putri Viola memiliki simbol itu, bukankah dia sudah tidak memiliki simbol. Anastasya menggeleng, ia tak banyak waktu untuk memikirkannya, yang terpenting dia tau.


"Sayang besok kita harus kembali ke istana, Ayah tidak mungkin meninggalkan pekerjaan Ayah terlalu lama." seru Kaisar Alex.


"Baiklah Ayah, Mery akan membantu ku untuk bersiap-siap." ucapnya tersenyum.


"Ya, sudah. Beristirahatlah." ucap Anastasya seraya mencium kening Putri Viola.


Ke esokan paginya.


Terlihat Kaisar Alex memeluk Kaisar Emerald, mereka saling menyambut kehangatan pelukan persaudaraan itu, Kaisar Emerald melepaskan pelukannya, ia tersenyum.


"Terimakasih," ucapnya tersenyum.


"Putri Viola biarkan dia sering kesini," seru Permaisuri Flavia.

__ADS_1


"Jika ada waktu luang mungkin dia bisa kesini," ucap Permaisuri Anastasya seraya melepaskan pelukannya.


Sementara Pangeran Abigail ia masih memeluk Putri Viola, begitu enggannya dia yang tak ingin melepaskan Putri Viola.


Derheman Kaisar Alex menyadarkan kedua orang yang masih memeluk erat itu.


"Ibunda," Pangeran Abigail mendongakan wajahnya, melihat ke arah Ibundanya. Ia berharap Ibundanya menolak untuk membiarkan Putri Viola pergi.


"Pangeran sudah waktunya Putri Viola pergi, jika Pangeran merindukan Putri Viola. Pangeran bisa mengirimkan surat untuknya."


"Benar Pangeran, kita masih saling berkomunikasi." timpal Putri Viola ia menghapus butiran bening di pelupuk mata Pangeran Abigail.


"Tunggulah umur Putri Viola yang ke 17 tahun. Maka kalian bisa hidup bersama. Kalian juga harus belajar, negara ini juga membutuhkan sosok kalian." sanggah Permaisuri Anastasya.


Untung calon menantu, kalau bukan, sudah aku ceburin ke laut batinnya menahan rasa kesal.


"Putri Viola aku minta maaf atas semua perlakuan buruk Ku," ucap Emma dengan nada sedih, ia berpura-pura menangis.


Aduh Nenek garang ini bikin drama lagi batin Putri Maya memutar bola matanya, ia jengah melihat kepuraan Emma.


"Tidak masalah, lagi pula aku tidak ambil hati." ucap Putri Viola, ia memeluk Emma begitu erat.

__ADS_1


Tunggu saja, aku akan membuat mu sadar siapa diriku untuk Pangeran. Setelah ini tidak akan ada lagi yang mengganggu Ku bersama Pangeran batinnya tersenyum licik.


Usai sudah perpisahan itu, Kini kereta telah keluar dari pintu gerbang istana.


Pangeran Abigail yang tidak tahan, ia berlari menuju kamarnya. Menumpahkan rasa sakit di hatinya. Ia tidak ingin berpisah, ya tidak ingin berpisah. Separuh nafasnya telah pergi.


"Pangeran buka pintunya, jangan bersedih." seru Emma seraya mengetuk pintu kamar Pangeran Abigail.


"Tinggalkan aku sendiri, Emma." teriaknya.


Emma pun merasa geram, ia menghentakkan kakinya. "Apa sih bagusnya Putri Viola?" Ia melipatkan kedua tangannya. Tanpa dia sadari Mira mendengarkan umpatannya sedari tadi.


"Tentu saja Putri Viola cantik dan juga baik hati."


Emma menoleh, ia menggertakkan giginya dan berlalu pergi dengan tangan mengepal kuat.


"Emma berhentilah berharap, jangan menyiksa diri sendiri." sindir Mira.


Emma menghentikan langkah kakinya, "Kita lihat saja nanti."


"Seharusnya hati mu memiliki rasa berterima kasih, bukan malah tidak tau berterima kasih." ucap Mira yang semakin kesal.

__ADS_1


Emma mengabaikanya, ia melanjutkan langkah kakinya.


__ADS_2