
Setahun kemudian.
Seorang wanita tengah sibuk dengan berkas-berkas di tangannya. Sesekali ia mengangguk melihat semua hasil laporan keuangan yang memuaskan yang tak lain si cantik dari Kekaisaran Matahari, Permaisuri Anastasya.
Selama tiga Bulan itu dia mencari sosok suaminya di seluruh Kekaisaran Emerald yang di bantu oleh Kaisar Emerald sendiri dan tentunya dia juga mencari di seluruh pelosok Kekaisaran Matahari. Bahkan sering kali Kaisar Emerald datang Kekaisaran Matahari hanya demi menjalankan bisnis ekonomi dan di bidang persenjataan. Dan selama satu Tahun itu pula Kekaisaran Matahari dan Kekaisaran Emerald berdamai. Tentunya tentang kedamaian itu memperoleh debat dari para bangsawan ada yang menerima demi kemajuan ekonomi dan ada yang menolak.
Dan Anastasya pun menyalurkan pendapatnya tentang kemajuan di bidang ekonomi, bahan pangan dan sandang. Dengan penjelasannya itu, membuat para bangsawan menyetujuinya sekaligus mempercayakannya pada Anastasya. Merekapun bersyukur, Permaisuri Kekaisaran Matahari langsung turun tangan sendiri, bahkan mereka juga pernah melihat Anastasya langsung ke lokasi pembuatan nabati.
Tak hanya itu pula, Kekaisaran Matahari telah merancang gaun yang pas di hati para Bangsawan. Hingga gaun itu banyak di minati oleh para Bangsawan Kekaisaran Emerald.
Setelah sekian lama bertekuk lutut di depan berkas. Akhirnya dia menyelesaikan berkas itu. Anastasya merenggangkan kedua otot lengannya. Sesekali ia menepuk pelan bahunya yang terasa sakit.
Terkadang ia menangis jika mengingat pengorbanan Kaisar Alex. Namun hal itu tidak membuatnya harus larut dalam kesedihan. Dia yakin jika Kaisar Alex masih hidup dan kembali ke istananya.
"Hormat hamba, Permaisuri." ucap Hector menunduk hormat.
"Di luar ada Duke Erland Yang Mulia."
"Jika Ayah datang kesini, bawa saja ia masuk dan ya bagaimana perkembangan sekolah Enzo dan Enzi?" tanya Anastasya. Selama ini ia menyuruh Hector memeriksa langsung keadaan kedua anaknya itu.
"Kedua Pangeran sangat hebat Yang Mulia. Bahkan tahun ini kedua Pangeran akan lulus." jelas Hector.
Selama masa perubahan itu pula Enzo dan Enzi resmi di angkat menjadi Pangeran dua Bulan lalu. Jujur saja Anastasya belum menyetujui pengangkatan Pangeran karna Kaisar Alex belum di temukan. Tapi semua desakan dari para bangsawan yang telah mendengar kecerdasan Enzo dan Enzi memaksa Anastasya segera mengangkatnya menjadi Pangeran dan mereka berharap dengan hadirnya kedua Pangeran itu, bertambahnya kesejahteraan Kekaisaran Matahari.
__ADS_1
"Baiklah setelah mereka pulang, aku akan membuat pesta penyambutan mereka." ucap Anastasya seraya mengibaskan tangannya, pertanda jika Hector boleh meninggalkannya.
Semenit kemudian, Hector mempersilahkan Duke Erland menemui Anastasya.
"Hormat hamba, Permaisuri."
"Hem, Ayah tidak perlu seperti itu." ucap Anastasya yang tampak kesal. Karna selalu saja setiap kali Duke Erland bertemu dengannya harus memberikan hormat.
"Walaupun kau Putriku tapi sekarang kau adalah Ibu Negeri ini. Jadi sudah sepatutnya Ayah memberikan rasa hormat."
"Ayah," Anastasya tetap kesal dengan alasan yang sama.
Duke Erland terkekeh, "Baik, baiklah. Aku tidak akan menggoda Putriku."
"Emm, bagaimana dengan urusan istana? apa ada yang sulit?"
"Baguslah Putri Ayah," ucap Duke Erland, lagi-lagi dia menggoda Anastasya. Semenjak hilangnya Kaisar Alex Duke Erland sangat sering ke istana menemani Anastasya. Ia berharap Anastasya tidak terlalu larut dalam kesedihan. Walaupun hatinya tau, jika Putrinya hanya tersenyum dari luarnya saja tapi bukan dari hatinya.
Tidak semudah itu pula melupakan seseorang yang pernah singgah di hati kita. Walaupun orang itu menggoreskan luka.
"Bagaimana dengan kabar Elisha? apa kamu berniat terus menghukum Elisha?" tanya Duke Erland.
Anastasya menghela nafas, "Aku tidak tau Ayah. Selama ini aku selalu mengawasi Arnoz dan Tuan Kendrix yang sering ke istana gelap. Aku melihat di dalam diri Arnoz wajahnya sudah ceria Ayah." jelasnya.
__ADS_1
"Apa mungkin dia sudah berubah?" tanya Duke Erland.
"Besok aku akan mengunjunginya untuk memastikan hal itu Ayah. Setidaknya aku akan memberikan kesempatan padanya. Tuhan saja memberikan kesempatan bagi orang banyak dosa. Lalu kita yang hanya hambanya, pantaskah kita tidak memberikan kesempatan. Setidaknya dia harus berubah menjadi orang yang lebih baik lagi Ayah."
Perkataan Anastasya membuat Duke Erland terharu dan mengingatkan Istrinya yang telah lama meninggal. Sifat pemaaf Aanastasya tidak pernah jauh dari sifat Ibunya. Mereka pun berlanjut berbincang-bincang sesekali Anastasya dan Duke Erland tertawa lepas.
Sementara di tempat lain..
Seorang laki-laki berdiri melihat ke arah luar jendelanya dan memakai topeng. Setelah kejadian itu, tubuhnya di penuhi luka bakar kecuali separuh wajahnya yang sembuh secara perlahan-lahan, begitupun kekuatannya harus pulih secara pelan-pelan dan kedua jiwanya telah menjadi satu. Kini sifat arogan, kejam dan lembut telah bersatu. Sebelum menjadi satu keduanya telah berjanji akan menjaga Anastasya dari dekat mau pun jauh. Tapi rasa itu keluar, ia tidak mungkin menemui Anastasya dengan keadaan yang mengerikan. Ia takut Anastasya jijik melihatnya. Ia juga terharu mendengar Anastasya yang tidak pernah berhenti mencarinya. Padahal dirinya berada dalam satu atap, hanya saja dia memiliki ruang rahasia lainnya yang hanya di ketahui oleh dirinya sendiri dan Ketua di sampingnya yang telah menolongnya.
Ketua itu telah di beri amanah oleh Tetua sebelumnya untuk menjaga Keluarga istana. Namun hal yang tak pernah dia duga harus terjadi. Padahal dirinya sudah yakin Kaisar Alex akan menyelesaikan masalah itu. Dia pun tidak turun tangan sendiri, hanya bermaksud menyadarkan Kaisar Alex yang telah mengabaikan sang Permaisuri.
"Yang Mulia, Permaisuri akan mengadakan pesta menyambut kedua Pangeran." tuturnya kembali.
"Hah, rupanya aku masih kalah dengan kedua bocah ingusan itu." ucapnya, menampilkan raut kecemburuan tingkat atas.
"Lalu bagaimana dengan Kaisar Emerald?" tanya lagi.
"Kekaisaran Emerald sering mengunjungi Permaisuri, tapi hanya membahas masalah.."
"Itu hanya alasannya saja, aku tau dia menyimpan rasa terhadap Permaisuri." potongnya dengan hati geram.
"Yang Mulia apa tidak ingin bertemu dengan Permaisuri?" timpal ketua itu.
__ADS_1
"Aku akan diam-diam mendatangi istana," ucapnya tersenyum. Hatinya tidak sabar melihat wajah Anastasya langsung. Walaupun harus berada jarak beberapa meter.
#maaf kak banyak banget babnya, padahal author dah taksir tidak sampai 60 bab ke atas🤧 maaf jika ceritanya bertele-tele