
#hai kakak, maaf udah bikin naik darah tinggi😂 kalok di sini kagak ada pelakor gak bisa berjalan donk kak novelnya, gak ada konflik gak seru kak. Author saja baca komik lok MC cweknya lemah greget, alhasil gak baca lagi. Tapi lok bikin konflik di novel suka sih😌
Selamat membaca, dinginkan hatiðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤..
....
Sesampainya di kamar, Putri Viola menjatuhkan bokongnya ke kasur empuknya dengan kasar, ia menggigit bibir bawahnya.
Sedangkan Putri Maya menatap lekat ke arah Putri Viola, "Apa Kakak mempercayainya?" tanya Putri Maya.
Putri Viola menggeleng, "Tidak, tidak sama sekali."
Jawaban Putri Viola membuat Putri Maya mengkerutkan alisnya, "Lalu kenapa Kakak tidak memarahinya." seru Putri Maya berfikir keras.
"Sekali pun Kakak menenggelamkannya ke laut, sekali pun Kakak memenggalnya. Semua itu sama saja, bahkan para Bangsawan akan merasa kasihan pada Emma. Bisa saja sekarang dia masih terbang tinggi. Sungguh aku tidak menyangka dia berbuat nekat seperti ini." jelas Putri Viola, ia tidak habis pikir dengan Emma yang sudah menerima kebaikan Kaisar Emerald dan Permaisuri Emerald.
"Oh, benar juga ya." ucap Putri Maya menyetujui perkataan sang Kakak.
"Panggilkan pelayan Mira kesini dan kau carilah seorang pelayan."
Walaupun Putri Maya merasakan kebingungan akan perintah Kakaknya, tapi tetap saja dia menjalankan perintah sang Kakak.
__ADS_1
Selang beberapa saat, Putri Maya telah membawa salah satu pelayan dan pelayan Mira.
"Hormat hamba, Putri.."
"Langsung saja, aku membutuhkan bantuan kalian, tapi siapa nama mu?" tanya Putri Viola melihat ke arah satu pelayan di samping pelayan Mira.
"Hamba, Clara Putri."
Putri Viola mengangguk, mengerti. "Begini Clara yang paling penting disini yaitu dirimu. Aku ingin kamu menyelidiki Emma, dan kamu Mira. Aku ingin kamu mengecoh Emma, sehingga Clara tidak di curigai oleh Emma. Dia itu wanita yang licik, baru saja aku kesini dia sudah membuat drama."
"Jadi maksud Kakak, Kakak ingin Clara mencari bukti yang kuat untuk menjatuhkan Emma, terus si Mira ini, membuat Emma tidak mencurigai pelayan Clara."
"Benar," jawab Putri Viola dengan tegas.
"Hamba akan melaksanakan perintah Putri," ucap mereka secara kompak.
"Emma aku titip Pangeran, mungkin rencana ini Pangeran lah yang di korbankan." Putri Viola pun menghela nafas, hatinya begitu sakit, harus mengorbankan perasaan Pangeran. Tapi inilah jalan yang harus dia tempuh. Demi membuktikan semua kebenaran ini.
"Sungguh mulia hati mu Putri. Jika orang lain, mungkin sudah meninggalkannya." Sanggah pelayan Mira, ia tersentuh akan kebaikan Putri Viola.
"Terimakasih atas kebaikan kalian."
__ADS_1
"Hamba bersyukur, Putri menikah dengan Pangeran. Semenjak Pangeran terkena kutukan, Permaisuri Emerald sering menangis, meratapi nasib Pangeran Abigail." tutur
"Maka dari itu, aku sangat membutuhkan kalian."
"Baik, Putri. Kami akan berusaha semampu kami." ucap pelayan Mira dengan penuh semangat.
"Kalian boleh istirahat,"
Kedua pelayan itu memberikan hormat kemudian berlalu pergi. Putri Viola beranjak berdiri, ia melangkah kan kakinya menuju balkom kamarnya. Butiran salju turun ke tubuhnya, rasa dingin itu tidak mampu mendinginkan hatinya yang terbakar.
"Kakak bagaimana jika Ibu dan Ayahanda tau?" seru Putri Maya seraya melangkah kan kakinya menghampiri Putri Viola.
"Tentu saja aku harus menjelaskannya, aku tidak mungkin meninggal Pangeran Abigail hanya karna sebuah kesalahpahaman."
"Hem, aku mendukung semua rencana Kakak."
"Putri," teriak seseorang dari arah pintu.
"Keluarlah, tenangkan dia. Aku tidak bisa menemuinya." desah Putri Viola dengan wajah lesunya.
Putri Maya menaikkan salah satu alisnya, ia heran dengan Kakaknya, tadi bilang tidak marah, kenapa sekarang tidak ingin menemuinya. "Tadi Kakak bilang tidak marah, tapi kenapa sekarang Kakak malah tidak ingin menemuinya?"
__ADS_1
"Itu karna dia terlalu cerdas, sampai jatuh ke rencana licik Emma. Dari dulu aku memang menaruh curiga, tapi aku diam karna aku menghargai Pangeran." Putri Viola menuju ke arah pintu, ia memberikan kode pada Putri Maya agar menyuruh Pangeran Abigail berhenti untuk mengganggunya.