
Setelah bergelanyut seharian bersama Kaisar Alex. Anastasya terbangun dari tidurnya, ia terusik dengan semilir angin malam yang melewati jendela. Ia menoleh, melihat Kaisar Alex yang masih tertidur pulas di sampingnya dan memeluk erat tubuhnya.
Dengan hati-hati Anastasya bergeser dari tubuh Kaisar Alex. Ia tidak ingin mengganggu tidur pulas sang suami.
Setelah memungut pakaiannya yang berserakah di lantai, Anastasya keluar menuju kamar sang Putri.
Sesampainya disana Anastasya melihat Putri Viola masih bermain dengan kedua pelayannya itu.
"Apa Putri Viola belum tidur?" tanya Anastasya, kedua orang itu yang sedang menemani Putri Viola menoleh.
"Maaf Permaisuri, hamba tidak menyadari keberadaan Permaiasuri."
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin menyusui Putri Viola," ucap Anastasya seraya mengambil putri Viola dari keranjang bayi.
"Sayangku, maaf ya, Ibunda harus memanjakan Ayah mu dulu," ucap Anastasya terkekeh kecil, lalu mencium kening putri Viola.
Anastasya duduk di sofa, ia kemudian membuka salah satu benda kenyal itu. Namun tatapannya tertuju ke arah sekitar benda kenyal itu yang terlihat keunguan.
"Lihatlah, ayah mu ganas sekali," gumam Anastasya.
Selesai memberikan ASI, Anastasya menaruh kembali Putri Viola di keranjangnya yang telah terlelap tidur.
"Mery, siapkan makan malam. Antar lah ke ruangan Yang Mulia,"
"Baik Permaisuri," Mery pun bergegas pergi melaksanakan semua perintah junjungannya itu.
"Ana, apa seharian ini dia rewel?" tanya Anastasysa seraya mencolek pipi gembul sang putri.
"Tidak Permaisuri,"
__ADS_1
Anastasya mengangguk, ia mencium kening sang putri dan berlalu pergi.
"Hormat hamba Permaisuri, hidangan telah siap." ucap Mery di depan pintu.
Anastasya mengangguk kemudian menuju ke tempat tidurnya, rupanya Kaisar Alex masih tidur.
"Kalian keluarlah," perintahnya.
Anastasya mengambil satu piring nasi beserta lauk pauk dan sayurnya. Kemudian ia menaruh di atas nakas yang tak jauh dari tempat tidurnya.
"Yang Mulia bangun, Yang Mulia harus makan malam dulu," ucap Anastasya seraya mencolek pipi Kaisar Alex.
Kaisar Alex menggeliat, ia membuka matanya dan tersenyum melihat wajah sang istri.
"Permaisuri,"
"Iya, bangun sayang."
Anastasya membelalakkan matanya, "Bukanya Yang Mulia yang sangat bersemangat dan tidak pernah lelah." sangkal Anastasya.
"Selama dua bulan tidak menyentuh Permaisuri rasanya aku bisa gila." ucap Kaisar Alex seraya beranjak duduk, "Baiklah, suapi aku." ucap Kaisar Alex.
Anastasya mengambil piring di nakas itu dan mulai menyuapi Kaisar Alex, "Apa Permaisuri sudah makan?" tanya Kaisar Alex.
"Belum Yang Mulia, sebaiknya Yang Mulia makan lebih dulu." ucap Anastasya kembali menyodorkan sendoknya.
Kaisar Alex menggeleng, ia mengambil alih sendok di tangan Anastasya, lalu menyuapi Anastasya dengan tangannya sendiri.
"Makanlah, kita makan bersama," ucap Kaisar Alex yang di balas anggukan oleh Anastasya. Mereka pun saling menyuapi hingga tak terasa nasi di dalam piring itu telah habis.
__ADS_1
Selesai makan Anastasya menyuruh Mery membersihkan kembali hidangan di meja kecil itu.
Sedangkan Kaisar Alex belum memejamkan matanya, ia masih menunggu Anastasya.
"Yang Mulia, kenapa belum tidur?" tanya Anastasya sembari menyikapi kelambu tempat tidurnya.
"Masih menunggu Permaisuri," Kaisar Alex menggeser badannya agar menempel ke tubuh Anastasya, ia memeluk Anastasya dan menenggelamkan kepalanya di ceruk lehernya.
Anastasya mengelus lembut kepala Kaisar Alex lalu mencium keningnya.
"Permaisuri terimakasih telah menerima ku kembali." Kaisar Alex mendongakan wajahnya, menatap lekat Anastasya.
Cup
Sekilas Anastasya mencium bibir Kaisar Alex, "Lupakan masa lalu Yang Mulia, yang terpenting masa depan kita."
Tanpa sadar Kaisar Alex mengeluarkan air matanya, segera Anastasya menghapus air mata yang telah membasahi pipinya.
"Kenapa Yang Mulia menangis,"
"Aku bahagia Permaisuri, dulu aku yang..."
Anastasya menutup mulut Kaisar Alex dengan jari telunjuknya, "Sudah hamba bilang jangan mengungkitnya lagi. Bagaimana jika besok kita piknik,"
"Baiklah, Permaisuri."
"Baiklah sekarang Yang Mulia harus tidur," ucap Anastasya, ia mengecup kening Kaisar Alex dan mengelus kepalanya. Hingga terdengar nafas teratur dari Kaisar Alex.
Sedangkan Anastasya masih terjaga, ia melihat wajah Kaisar Alex yang tertidur pulas.
__ADS_1
Selamat tinggal dunia novel, inilah jalan ku sekarang.