
Maaf Kak salah ngetik nama😌🤭🤭 aithor inget ke pangeran😌
"Ana, apa kamu suka dengan bom ku?" tanya Putri Maya melihat ke arah Ana yang kebingungan.
"Sebenarnya Putri memberikan apa pada Nona Ingrid?" tanya Ana.
"Ulat, dia kan ulat tempel. Udah aku kasik temannya malah bagus." ucap Putri Maya yang langsung tertawa di ikuti pelayan Ana.
"O, iya Putri kemana Duke Rachid."
Seketika Putri Maya melihat kanan kiri mencari Duke Rachid di kerumunan orang, "Nah itu." Putri Maya menunjuk Duke Rachid yang sedang berbicara dengan seorang laki-laki. Putri Maya melangkahkan kakinya menuju ke sana dan tampa sadar ia menabrak seseorang.
"Maaf, maaf tidak sengaja." ucap Putri Maya sambil memungut buah tomat yang berserakah di tanah.
"Ti, tidak apa Nona." ucap laki-laki itu melihat ke arah Putri Maya tanpa berkedip.
"Cantik." Gumamnya pelan
"Tuan," Putri Maya melambaikan tangannya di wajahnya, hingga laki-laki di depannya sadar.
"Eh, maaf Nona saya tidak sengaja."
"Lain kali berhati-hatilah Tuan." timpal pelayan Ana, ia tidak terima Putri Maya meminta maaf terlebih dulu.
"Sudahlah Ana, ayo kita pergi." ucap Putri Maya menoleh ke arah pelayan Ana, "Dan Tuan sekali lagi maaf ya,"
__ADS_1
Putri Maya menarik lengan Ana menuju ke arah Duke Rachid.
"Arnoz, apa yang kamu lakukan. Ayo cepat !" ujar seseorang laki-laki, membuat Arnoz menggeleng pelan kepalanya seraya tersenyum melihat ke arah punggung Putri Maya.
"Paman," panggil Putri Maya. Lalu memberikan hormat dengan meletakkan kaki di belakang yang lain, meletukkan lututnya sedikit dan menunduk sedikit. "Saya Putri Maya De Lexius. Senang bertemu dengan anda." ucap Putri Maya tersenyum.
"Saya Viscount Emi, senang bertemu dengan Putri." jawabnya sambil tersenyum dan menunduk hormat.
"Tidak heran jika Putri keluar, apalagi dengan Duke Rachid." ucap laki-laki itu yang umurnya sejajar dengan Duke Rachid.
"Em, dimana istri mu?" tanya Duke Rachid.
"Biasalah para wanita pasti seperti itu." balasnya seraya melihat ke arah Putri Maya tanpa membawa apa pun di tangannya. "Putri bukankah tadi Duke Rachid bilang, Putri ke toko gaun. Kenapa Putri tidak membawa apa-apa?" tanya Viscount Emi.
"Kenapa Putri harus mengalah, bukankah Putri lebih dulu yang membelinya." Seru Duke Rachid dengan amarah yang mulai naik pitam.
Putri Maya hanya menunduk dengan mata berkaca-kaca, tapi di dalam hatinya bersorak senang.
"Dimana Nona Ingrid?"
"Itu Duke, Nona Ingrid baru keluar." timpal pelayan Ana melihat Nona Ingrid dewan rambut acak-acakan yang sedang memarahi pelayan di sampingnya.
Duke Rachid pun langsung menuju ke arahnya, ia tidak terima Putri Maya harus mengalah hanya karna dirinya, siapa dia yang berani membuat calon istrinya terlihat murung. Padahal dirinya selalu berusaha membuat Putri Maya senang.
"Nona Ingrid," Panggil Duke Rachid menatapnya tajam.
__ADS_1
Nona Ingrid menoleh, ia tersenyum melihat kedatangan Duke Rachid. Sudah pasti dirinya bisa menghabiskan waktu bersama lagi.
"Duk.." Saat Nona Ingrid ingin menyapa, Putri Maya muncul dari belakang tubuh Duke dengan menundukkan kepalanya.
"Paman, ayo kita pulang. Kita cari yang lain saja."
"Dimana gaun yang Putri Maya inginkan? memangnya siapa dirimu? membuat Putri Maya bersedih." bentak Duke Rachid melotot tajam.
Sialan beraninya Putri bar-bar ini mengadu.
"Maaf Duke, saya tidak tau. Putri Maya sedih." cicitnya merasakan tengkuknya merinding. Badannya gemetar tak karuan.
"Benar Duke, Nona tidak jadi membelinya." timpal wanita di sampingnya.
"Itu bukan urusan ku, yang jelas ! jangan pernah membuatnya bersedih, aku bisa saja menghancurkan kalian. Aku bisa membelokkan nama kalian karna membuat seorang Putri menangis. Namun aku tidak akan melakukannya." Duke Rachid menjeda membuat Nona Ingrid sedikit lega.
"Tapi aku yang akan melakukannya sendiri untuk menghancurkan keluarga mu." ucapnya dingin dan tajam.
Seketika sambaran petir membuat tubuh Nona Ingrid dan pelayan di sampingnya mengering. Tubuh mereka seperti terbakar hidup-hidup. Dalam hati Nona Ingrid ia tidak akan menyerah begitu saja.
"Lihat saja nanti malam, aku akan membuatmu menangis," ucapnya seraya mengepalkan tangannya.
Tanpa sadar ucapannya di dengarkan oleh pelayan Ana.
#kalua di pikir2 alurnya kayak sinetron ikan terbang🤣
__ADS_1