Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Bab 62_penculikan


__ADS_3

Sesampainya di istana gelap, Kaisar Alex menatap tajam ke arah Elisha yang menundukkan wajahnya.


"Kenapa kamu melakukannya Elisha?" tanya Kaisar Alex dingin.


"Hamba melakukan apa Yang Mulia ? maafkan hamba Yang Mulia, hamba tidak sengaja." ucap Elisha seraya mengeluarkan air mata beningnya.


"Hector bawa Kendrix dan Arnoz kesini dan kau Isak geledah kamar pelayan Ana dan kamar Elisha," perintah Kaisar Alex membuat Elisha dan pelayan Ana pucat pasi. Pelayan Ana memejamkan matanya ia meremas bajunya, keringat dingin mulai keluar dari telapak tangannya. Sementara Elisha menelan salivanya susah payah.


Kaisar Alex diam saja, ia berjalan mondar mandir seraya menyilangkan tangannya di pinggang belakangnya. Derap kaki Kaisar Alex membuat suasana hening dan sunyi, lebih tepatnya seperti hantu yang siap menerkam mereka kapan saja.


Sesaat kemudian datanglah Kendrix dan Arnoz di ikuti Hector. Mereka segera memberikan hormat dan melihat ke arah Elisha.


"Yang Mulia, mereka hanya ingin membuat nama hamba buruk. Mana mungkin hamba berani berbohong pada Yang Mulia,"


"Elisha," bentak Kaisar Alex membuat Elisha terkejut.

__ADS_1


"Apa Yang Mulia mempercayainya? mereka hanyalah orang asing yang di pungut oleh permaisuri." seru Elisha.


"Ibu boleh mengelak kami, tapi apa Ibu masih bisa mengelak ketika Ibu berencana meracuni Permaisuri." timpal Arnoz.


"Yang Mulia hamba menemukan ini di kamar pelayan Ana," Isak yang baru sampai lalu memberikan sebuah botol ke Kaisar Alex.


"Hector bawa botol ini ke dokter istana, cepat !"


"Yang Mulia," isak Elisha, hancurlah semua harapannya. Sebisa mungkin ia harus meyakinkan Kaisar Alex.


Selang beberapa saat, Hector datang seraya membawa Dokter istana.


"Semua bukti telah mengarah pada mu Elisha. Aku menyesal memperlakukan mu istimewa dan membawa mu ke kesini. Mulai hari ini kau bukan istriku dan aku Kaisar Alex memberikan hukuman pancung." ucap Kaisar Alex membuat suasana di ruangan itu menegang. Elisha menjatuhkan badannya ke lantai. Ia menatap punggung Kaisar Alex yang mulai menjauh. Sementara Hector dan Isak segera menyeret Elisha. Lain halnya dengan Kendrix dan Arnoz mereka menangis, bagaimana pun juga Elisha orang yang pernah ia cintai. Mau melawan pun mereka tidak memiliki kekuatan. Sekalipun memiliki kekuatan, perbuatan Elisha tidak bisa di benarkan.


Setelah kejadian tadi Kaisar Alex merenungkan dirinya, is sungguh malu membawa Elisha ke istana. Ia kira Elisha tidak akan menjadi wanita serakah. Padahal dirinya sudah memperlakukan Elisha dengan baik dan sering mengabaikan Permaisurinya.

__ADS_1


Tak terasa waktu menunjukkan pukul 12 malam. Kaisar Alex masih berdiri di depan jendela menatap ke arah langit.


"Kau menyadarinya," Kaisar Alex menoleh.


"Aku menyesal, apa dia sudah tidur?" tanya Kaisar Alex seraya membalikkan badannya.


"Ya, dia sudah tidur nyenyak. Aku baru saja keluar dari kamarnya."


"Kau beruntung bisa dekat dengannya sementara aku,"


Pangeran Gabriel tersenyum, "Aku adalah Kau, dan Kau adalah Aku. Cobalah berusaha meyakinkannya."


"Hah,"


"Yang Mulia, Yang Mulia.." teriak seorang wanita dengan menangis tersedu-sedu. Hector dan Isak yang masih menatap lurus kedepan dan siap siaga seketika menoleh. Mereka melihat seorang wanita berlari dan menangis.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Hektor menatap wajahnya.


"Permaisuri, Permaisuri.." wanita itu menggeleng pelan, "Permaisuri tidak ada di kamarnya.." ucap pelayan Mery membuat kedua pengawal itu membulatkan matanya seakan meloncat dari tempatnya.


__ADS_2