
Ke esokan paginya,,
Kaisar Alex dan Anastasya telah siap, Anastasya menggunakan gaun berwarna hijau , semua perhiasannya berwarna hijau bahkan mahkota di kepalanya menggunakan Mutiara hijau. Sedangkan Kaisar Alex, ia menggunakan baju berwarna hijau dan jubah kebesaran berwarna merah bersulaman khas Kekaisaran Matahari.
Setelah selesai Kaisar Alex dan Anastasya keluar dari kamarnya seraya bergandengan tangan menuju ke istana halaman depan.
Kedua orang itu pun menghentikan langkah kakinya, ketika melihat pemandangan langka, dimana mereka harus melihat Duke Rachid sedang menasehati Putri Maya, tidak boleh ini, tidak boleh itu.
"Hah, apa dia memang Duke Rachid atau memang orang lain?" tanya Kaisar Alex yang tampak tertegun.
"Jika bukan Duke Rachid siapa lagi," jawab Anastasya.
Dengan penuh tekad yang kuat serta seulas senyum licik mulai keluar dari bibirnya itu. Kaisar Alex dan Anastasya menghampiri Duke Rachid dan Putri Maya.
Hem, hem
Derheman Kaisar Alex membuat anak kecil dan Duke Rachid tersadar. Jika mereka menjadi tontonan banyak orang. Duke Rachid pun berdiri, ia merasa canggung melihat Ana, Hector, Isak dan Sean yang melihatnya sedari tadi.
"Hormat hamba, Yang Mulia, Permaisuri." ucap Duke Rachid.
"Hem, untuk apa Duke sepagi ini datang ke istana? apa ada hal lain?"
Kaisar Alex melirik Duke Rachid yang tampak bingung ingin menjawab apa, "Hamba hanya .."
"Tidak ada laporan istana, Aku tau Duke datang kesini untuk Putri Ku." Sanggah Kaisar Alex.
__ADS_1
"Anu itu Yang Mulia," Duke Rachid ingin berkilah, tapi tidak mempan bagi Kaisar Alex karna ia sudah tau. Duke Rachid akan mengatakan alasan lainnya.
"Ayahanda, Ibunda maaf terlambat.." ucap Putri Viola dengan nafas naik turun, ia berhenti tepat di samping Anastasya, Kaisar Alex dan Duke Rachid.
"Huft, lelah." ucap Putri Viola, ia masih belum sadar ada Duke Rachid di depannya.
"Baiklah Ibunda, Ayahanda ayo kita per..." Seketika Putri Viola menghentikan niatnya untuk masuk ke kereta. "Untuk apa Duke datang kesini?" tanya Putri Viola dengan tatapan penuh penyelidik.
"Sudahlah Putri, ayo kita masuk ke kereta."
Putri Viola masuk di ikuti Putri Maya. Sedangkan Duke Rachid berniat menasehati lagi Putri Maya, tapi ..
"Hentikanlah nasehat mu Duke, apa kamu kira aku tidak bisa menjaga Putri Ku," Kaisar Alex berdehem.
"Jangan terlalu berharap Duke, kau tau kan, Biasanya daun muda tidak akan mau dengan daun tua, daun muda lebih suka dengan daun muda. Apa lagi di Kekaisaran Emerald, banyak sekali di sana daun muda." ucap Kaisar Alex, ia meninggalkan Duke Rachid yang masih mematung.
Putri Maya pun hanya mengangguk dan tersenyum sebagai jawabannya.
Kereta kuda itu pun perlahan menghilang dari gerbang istana. Kini dirinya tidak bisa melihat Putri kecil yang sering bersanda gurau dengannya. Butuh satu hari satu malam, hatinya harus merasakan kesepian. Ya, di istana seluas ini, hanya ada dirinya dan Sean yang tidak ikut.
Tak terasa perjalanan yang di tempuh rombongan Kaisar Alex telah sampai di perbatasan. Saat mereka lapar, mereka akan singgah di sebuah restauran yang Anastasya bangun dengan sendiri dan sekarang Restaurant itu telah berada di Kekaisaran Matahari dan Kekaisaran Emerald. Tidak jarang nama Anastasya banyak di kagumi oleh para rakyat dan bangsawan karna kecerdasannya di bidang berbisnis.
Kaisar Alex dan Anastasya melihat ke arah luar jendela, merak tersnyum mengingat tanah yang dulunya tandus, tanah yang dulunya gersang dan sering ada pertumpahan darah. Kini tanah itu telah berdiri berbagai macam toko, ada toko pakaian, Restaurant, dan rumah sakit yang di bangun oleh Kekaisaran Alex dan Kekaisaran Matahari. Sebagai tanda persahabatan dan kedamaian, dan di rumah sakit itulah banyak Dokter hebat dari Kekaisaran Matahari dan Kekaisaran Emerald.
Setelah melewati benteng Kekaisaran Emerald, Anastasya dan Kaisar Alex melihat lihat sekeliling benteng itu, yang sekarang sudah ramai dengan jajanan toko kecil para warga.
__ADS_1
Sementara di kereta kedua, ada perdebatan kecil antara Putri Viola dan Putri Maya, seringkali Putri Viola hanya menggeleng kepalanya, ia tidak tau apa itu namanya cinta? hingga Adik kecilnya sering menyatakan cinta.
"Adik apa kau tau artinya Cinta?" tanya Putri Viola.
"Inta, inta itu keperayaan, aling memiliki dan idak arus aling memilici." jawab Putri Maya seraya memakan camilan roti yang di olesi selai strowbery.
"Maksud Adik, kepercayaan, saling memiliki dan tidak harus memiliki."
"Keperayaan itu aling peraya ama pacangannya. Aling memiciki atinya caling mencintai, idak arus aling memilici atinya arus bercolban untuk eacih ita upaya bahacia."
"Kepercayaan itu saling percaya sama pasangannya. Saling memiliki artinya saling mencintai, tidak harus saling memiliki artinya harus berkorban untuk kekasih kita suapay bahagai, maksudnya begitu."
Dengan polosnya, Putri Maya mengangguk.
"Dari mana Adik tau kata-kata seperti itu?" Putri Viola curiga, mungkin Duke Rachid yang sudah meracuni Adik gembulnya ini.
"Adik ering mendengar Ibunda ama Ayahanda bicara aya icu."
Putri Viola, pelayan Ana dan Mery hanya melongo mendengarkan perkataan Putri Maya,
Sebaiknya aku harus menasehati Ibunda dan Ayahanda, aku saja tidak pernah tau apa itu artinya cinta. Lah ini Adik Ku yang masih bau kunyit sudah tau batin Putri Viola di iringi wajah lesu.
"Apa Adik melihat Ibunda dan Ayahanda melakukan sesuatu?" tanya Putri Viola penasaran.
"Emang Ayah dan Ibunda melacucan apa Akak?"
__ADS_1
"Oh, tidak apa-apa," jawab Putri Viola seraya mengalihkan pandangannya ke luar jendela kereta.
ðŸ¤ðŸ¤ðŸ˜³ author hanya pernah baca novel yang cowok umurnya 40 dan istrinya umur Dua puluh tahun ke atas.. jadi ya sudah Author buat kayak gitu😑