Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Bab 69_Kehilangan


__ADS_3

Kini giliran Kaisar Emerald berlari ke arah Kaisar Alex. Kaisar Alex pun menangkis pedang Kaisar Emerald.


Kaisar Emerald melirik ke arah junjungannya, ia menatap tajam Kaisar Alex. Namun tatapannya memiliki arti lain.


"Tusuk dia tepat di arah jantungnya atau kau harus mengeluarkan semua kekuatan mu untuk membunuhnya dan aku akan membantu mu." bisik Kaisar Emerald membuat Kaisar Alex terkejut.


"Aku tidak percaya pada mu." ucap Kaisar Alex.


"Terserah kau mempercayainya atau tidak, yang jelas aku hanya ingin Anastasya bebas." jawabnya santai. Selama ini ia selalu berusaha mendekat ke hati Anastasya. Namun Anastasya sering menolaknya. Rupanya ia tau, jika Anastasya tidak pernah lepas dari bayang-bayang Kaisar Alex.


Semenjak satu tahun itu pula Kaisar Emerald menyusun rencana dengan matang yang hanya di ketahui oleh Tetua, Alban dan Arnod. Merekapun menyetujui pendapat Kaisar Emerald yang tak ingin lagi bersekutu dengan Iblis.


Kaisar Emerald sangat yakin Anastasya mencintai Kaisar Alex. Saat ia merindukan Kaisar Alex, maka dia akan menangis. Tapi sejujurnya hati Anastasya juga merindukan Pangeran Gabriel dan keluarganya.


Anastasya hanya menangis, dirinya tidak menyangka Kaisar Alex akan mempertaruhkan nyawanya demi dirinya.


"Yang Mulia,"


Kaisar Alex menoleh, melihat Anastasya yang mengenaskan. Hatinya merasa sakit dengan sekuat tenaga ia mengeluarkan semua kekuatannya.


"Untuk kali ini aku percaya padamu," ucap Kaisar Alex dengan tekad yang kuat. Entah mengapa hatinya percaya begitu saja, yang penting baginya sekarang adalah keselamatan Anastasya.


Kaisar Emerald memberikan celah pada Kaisar Alex, Kaisar Alex memutar pedangnya dengan pedang Kaisar Emerald. Lalu ia meninju perut Kaisar Emerald dengan kaki kanannya. Setelah itu, Kaisar Alex melayangkan pedangnya. Hingga pedang itu melukai dada Kaisar Emerald.


Ah.


Kaisar Alex tersenyum sinis, ia berlari menuju ke arah sang Iblis. Dengan sekali melayangkan tangan kanannya. Kaisar Alex terhempas ke pot. Hingga pot itu pecah.


"Yang Mulia." teriakan Anastasya.

__ADS_1


"Sial !"


"Kau membuat ku marah," geram sang Iblis, ia mengarahkan tangannya ke tubuh Anastasya dan


bruk


Kaisar Alex mengorbankan tubuhnya sebagai tameng untuk melindungi Anastasya.


"Yang Mulia, kenapa Yang Mulia melakukan ini?" tanya Anastasya dengan mata berkaca-kaca.


Kaisar Alex tersenyum, "Karna aku sangat menyayangi mu. Aku mencintai mu Permaisuri. Aku akan melakukan apapun demi dirimu. Mungkin diriku tidak pantas untuk mu, tapi aku akan berusaha memantaskan diriku untuk mu." Kaisar Alex mencium kening Anastasya.


Segera ia melepaskan rantai di kaki Anastasya, "Jika terjadi sesuatu kau harus pulang dan bangkitkan kekuatan mu. Di ruangan ku terdapat buku suci, Permaisuri bisa mempelajarinya mantranya." ucap Kaisar Alex.


Ia mencoba berdiri, lalu melangkah kan kakinya dengan langkah lebar dan berhenti tepat di samping Kaisar Emerald.


Merekapun saling menatap dan mengangguk, sama-sama mengeluarkan kekuatan.


Sang Iblis pun mengepalkan tangannya, lalu munculah kabut hitam dari kedua tangannya dan membuka kedua tangannya, kabut hitam itu mengarah kepada Kaisar Alex dan Kaisar Emerald.


Kedua orang itu terpental kebelakang. Membuat Duke Rachid, Hector, Isak, Alban dan Arnod berlari ke arah mereka. Namun beberapa langkah saja, tubuh mereka sudah terpantal jauh dan mengeluarkan darah. Tubuh mereka terasa kaku dan lemas.


"Aku akan membunuh kalian," teriak sang Iblis mengeluarkan aura hitamnya.


"Cih, kau tidak akan berhasil." ucap Pangeran Gabriel seraya mengeluarkan auranya. Matanya pun telah berubah menjadi warna ke emasan.


Kaisar Alex dan Kaisar Emerald berdiri, mereka membnatu Pangeran Gabriel. Kini terbentuklah bola hijau dan merah dari kekuatan mereka. Kaisar Alex dan Pangeran Gabriel mengeluarkan kekuatan hijau sedangkan Kaisar Emerald mengeluarkan warna merah.


Anastasya memejamkan matanya, "Jika aku memiliki kekuatan, keluarkanlah kekuatan itu Tuhan. Aku hanya ingin melindungi orang yang aku cintai," sekejap bayangan Duke Erland, Enzo dan Enzi sekaligus Pangeran Gabriel, Kaisar Alex dan Mery membuat tubuh Anastasya mengeluarkan sebuah cahaya ke emasan. Bola matanya pun kini berubah berwarna hijau.

__ADS_1


Semua orang pun terkejut, mereka tidak menyangka dengan sebuah tekad yang kuat, tanpa halangan apapun dan tidak membutuhkan waktu satu bulan sudah bisa mengeluarkan simbol dari jdalam dirinya. Biasanya untuk mengeluarkan simbol harus melalui latihan dan tentunya juga harus menunggu sampai satu bulan.


Anastasya mengeluarkan auranya, kini warna ke emasan itu menuju ke arah kekuatan berbentuk bola itu. Dengan hadirnya kekuatan Anastasya, memperkuat kekuatan itu.


"Satukan jiwa kita Yang Mulia." ucap Pangeran Gabriel tanpa menoleh ke arah Kaisar Alex. Ia masih fokus ke arah Anastasya dan beralih ke sang Iblis.


"Tidak, kau harus selamat dan menjaga Permaisuri." ucap Kaisar Alex dengan wajah pasrah.


"Jangan bodoh, kita harus mengalahkan Iblis ini. Aku yakin kita akan selamat." ucap Pangeran Gabriel meyakinkan Kaisar Alex.


Kaisar Alex diam, perkataan Pangeran Gabriel ada benarnya. Tapi dia takut jika Pangeran Gabriel juga ikut terluka.


Kaisar Alex menghembuskan nafas, kemudian ia membacakan sebuah mantra. Dalam sekejap mata tubuh Pangeran Gabriel menghilang.


Kini tubuh itu telah menjadi satu dan menambah kekuatan hijau.


"Permaisuri," Kaisar Alex menoleh ke arah Anastasya.


"Aku minta maaf atas perlakuan ku dulu. Jujur aku sangat menyesal dan aku sangat mencintai mu." Tanpa terasa Kaisar Alex mengeluarkan air beningnya.


"Tolong jaga dirimu dengan baik, jika aku mati tolong berbahagialah dengan Pangeran Gabriel." ucap Kaisar Alex seraya berlari dan mendorong bola kekuatan itu menuju ke arah sang Iblis.


Duar


Ledakan pun terjadi di ruangan itu lalu memunculkan api di iringi kabut hitam yang berbau Anastasya mengibas-ngibaskan tanganya agar asap hitam berbau itu tidak masuk ke hidungnya. Setelah asap itu hilang Anastasya, melihat sekeliling namun tidak ada Kaisar Alex maupun Pangeran Gabriel begitu pun tubuh sang Iblis.


"Yang Mulia."


Air mata turun dari pelupuk indahnya, ia terduduk lemas.

__ADS_1


"Tidak mungkin dia masih hidup, ini bukan jalan ceritanya. Ya, benar." Anastasya mencoba tersenyum. Namun hatinya tidak bisa di pungkiri jika dirinya khawatir. Ia berusaha meyakinkan dirinya jika Kaisar Alex masih hidup.


"Yang Mulia." teriak Anastasya di iringi tangisan. Ia memukul dadanya yang terasa sesak. Semua orang termasuk Duke Rachid dan kedua Kesatria jatuh ke lantai dengan tubuh lemas.


__ADS_2