Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
season 2_menjodohkan


__ADS_3

#Gini dah nanti aku ubah tu umur Duke Rachid🤭


"Te, terimakasih," jawab singkat anak itu. Ia ingin segera pergi dari tempat itu, bukan karna ia tidak suka, tapi ia takut akan mati karna serangan jantung.


"Pangeran dia Putri Viola dengan Adiknya Putri Maya," timpal pelayan Mira.


"Apa dia Pangeran Abigail?" tanya Putri Viola, melihat ke arah Mery.


"Benar Putri,"


"Salam Pangeran Abigail, Saya Putri Viola De Lexius dan Saya Putri Maya De Lexius."


Pangeran Abigail semakin gugup, "Ma, maaf Saya Pangeran Abigail, Sa, Saya permisi dulu."


Saat Abigail melangkah kan kakinya melewati salah satu vas bunga, lagi-lagi ia mau terbentur ke arah vas bunga itu. Dengan sigap Putri Viola menahan tubuhnya, ia melingkarkan tangan kanannya ke perut Pangeran Abigail, seakan Putri Viola memeluknya.


"Te, terimakasih." ucap Pangeran yang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Mari Pangeran,"


Gadis yang sedari tadi hanya diam, ia langsung mengambil alih Pangeran Abigail, lalu menuntunnya ke ruang tamu, yang bermaksud memberi salam kepada Permaisuri Anastasya dan Kaisar Alex.


"Acak, sepeltinya dia idak uca ama Acak." Seru Putri Maya, karna dirinya dari tadi hanya melihat ke wajah gadis kecil dengan tatapan geram yang seumuran dengan Pangeran Abigail.

__ADS_1


"Tidak boleh seperti itu, mungkin Adik hanya salah lihat."


Awas saja jika berani mengganggu Kakak Ku, Aku akan mengadukan ke Duke supaya gadis itu di masukkan ke kandang kucing batin Putri Maya, ia mengingat Duke Rachid yang membuatkan kandang kucing untuknya, karna ia menyukai kucing.


Disisi lain..


"Pangeran, sebaiknya Pangeran tidak usah berdekatan dengan Putri Viola," seru Anak kecil di sampingnya.


Pangeran Abigail menghentikan langkah kakinya, "Memangnya kenapa Emma?"


"Hah, Pangeran kan tau sendiri, dia Putri Viola, Putri Kekaisaran Matahari. Bisa saja sudah Putri Viola sudah ada yang punya. Hamba tidak ingin Pangeran di ledek atau pun dijahatin." tutur Emma.


Sejenak Pangeran Abigail berfikir, benar yang di katakan Emma, mungkin dirinya yang buta dan bertubuh buruk harus menjauh dari Putri Viola, ia tidak cocok berteman dengannya.


"Ayo," Pangeran Abigail melanjutkan langkah kakinya.


krek


Pintu ruangan itu terbuka, semua orang pun melihat ke arahnya.


"Apa dia Pangeran Abigail?" tanya Anastasya.


Permaisuri Flavia tersenyum mengangguk, ia berdiri, lalu menjemput Putranya untuk memberi salam.

__ADS_1


"Hormat hamba, Kaisar Matahari dan Permaisuri Matahari. Hamba Pangeran Abigail memberikan salam. Semoga Yang Mulia Kaisar Matahari dan Permaisuri Matahari betah di istana Kekaisaran Emerald."


"Wah, ternyata Pangeran Abigail sangat tampan." ucap Anastasya, ia mengelus pipi gembul anak di depannya itu.


Ah, semoga saja aku memiliki anak laki-laki, aku tidak peduli dengan rengekan Yang Mulia, bisa-bisanya dia takut kalah saing ketampanannya batin Anastasya.


"Baiklah, hamba Permisi Permaisuri dan Kaisar Alex, Ibunda dan Ayahanda." ucap Pangeran Abigail di ikuti gadis di sampingnya.


"Permaisuri gadis kecil itu siapa?" tanya Anastasya yang penasaran, karna gadis kecil di samping Pangeran Abigail tidak merasakan jijik, bahkan kelembutannya itu ketika melihat tatapannya terhadap Pangeran Abigail.


"Dia Emma, dia anak yang Aku temukan saat pulang dari sana. Ke dua orang tuanya di temukan meninggal di tengah jalan, menyisakan Anak kecil yang menangis. Lalu Aku membawanya ke istana, Aku menyuruh kepala pelayan mengasuhnya. Aku takut suatu saat nanti Pangeran Abigail tidak memiliki teman. Sebenarnya Aku bermaksud menjodohkan mereka." jelas Permaisuri Flavia.


"Sepertinya dia sangat menyayangi Pangeran Abigail," ucap Anastasya yang menyetujui rencana Permaisuri Flavia.


"Ternyata mereka meninggal karna di rampok, Aku sudah memberikan pelajaran bagi perampok itu. Dan Aku juga sudah menjelaskan dari mana asal usulnya." timpal Kaisar Alex.


"Padahal Aku ingin menjodohkan Pangeran Abigail dengan Putri Ku, Viola."


Seketika Kaisar Emerald dan Permaisuri Flavia menatapnya, Ke dua orang itu pun saling melirik ada rasa senang dan ada rasa takut.


"Ya, sudahlah. Jangan menatap Ku seperti itu, Aku tidak akan merusak rencana kalian." Anastasya menggelengkan kepalanya. Sementara Kaisar Alex hanya diam saja, toh itu demi kebahagian Putrinya, ia akan mengikuti semua keputusan istrinya dan juga anaknya.


Sementara di depan pintu ruangan itu, Pangeran Abigail tertegun saat dirinya ingin di jodohkan dengan Emma, hatinya biasa saja, tapi saat Permaisuri Anastasya bermaksud menjodohkannya dengan Putri Viola ada rasa hangat di hatinya.

__ADS_1


Ia bukan orang munafik yang tidak ingin di jodohkan dengan Putri Viola, selain wajahnya cantik memiliki bola mata biru. Ia juga merasakan kelembutan akan sikapnya.


Sedangkan Emma yang mendengarkannya, ia mengepalkan tangannya. Apa pun yang menjadi miliknya tidak boleh di rebut orang lain. Ia akan berusaha mempertahankan Pangeran Abigail, lagi pula dirinya lah selama ini yang menemani hari-hari Pangeran Abigail.


__ADS_2