Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Bab 80_terobosan ikan piranha Kaisar Alex


__ADS_3

Ke esokan paginya, terlihat seorang wanita yang masih tertidur pulas dengan dekapan kedua suaminya itu. Ia pun mulai mengerjapkan matanya, badannya terasa remuk. Tubuhnya dulu bisa berguling kanan kiri tapi sekarang ingin menggaruk pun tidak bisa.


Anastasya mulai membuka matanya, pertama kali yang ia lihat senyum cerah kedua suaminya itu.


"Selamat pagi istriku," kedua suaminya kompak mencium kedua pipinya.


"Uh, kalian," Anastasya mendengus, "Bisakah kalian bangun, badan ku remuk semua." ucapnya dengan nada kesal.


"Bagaimana jika aku memijat Permaisuri?" ucap Pangeran Gabriel seraya memijat tangan Anastasya. Sementara Kaisar Alex memijat kaki Anastasya.


Huft enak bener batinnya


Lima belas kemudian..


Anastasya sudah merasa nyaman dengan tubuhnya, Ia segera beranjak duduk. Tidak enak jika ketahuan Mery atau Ana, "Cepatlah bersiap-siap kita tidak boleh terlambat ke pesta."


"Hemz, baiklah Permaisuri." Merekapun turun secara bersamaan. Kaisar Alex menuju ke kamar mandinya. Setelah selesai Kaisar Alex di bantu Anastasya memakai bajunya, kemeja berwarna putih, dasi berwarna biru dan jubah abu-abu. Lengkap sudah, Kaisar Alex mengkedipkan matanya, ia inngin menggoda Anastasya.


Anastasya yang di goda pun hanya terkekeh geli, ia menggeleng kepalanya pelan.


Cup


Kaisar Alex mendaratkan bibir merahnya ke bibir Anastasya, menciumnya dengan lembut. Anastasya membuka mulutnya, membiarkan lidah Kaisar Alex bergerilya di mulutnya itu.


Tangan Kaisar Alex meraba paha mulus Anastasya, pelan namun pasti. Tangan Kaisar Alex mulai menelusuri tubuh Anastasya di mulai dari perut kemudian mendarat di kedua benda kenyal itu.


Ah

__ADS_1


Lenguhan mulai keluar dari mulut Anastasya. Kaisar Alex semakin tidak tahan, juniornya mulai mengeras.


"Permaisuri,"


Bibir Kaisar Alex turun, mencium leher Anastasya.


Anastasya segera sadar apa yang dia lakukan akan membuat para tamu menunggu, "Yang Mulia jangan sekarang. Nanti malam saja."


"Oh, shit !" Kaisar Alex kesal, ia harus menahan birahinya itu.


"Baiklah, nanti malam Permaisuri harus membuatku puas. Anggap saja itu adalah hukuman Permaisuri." ucap Kaisar Alex berlalu pergi.


30 menit kemudian.


Anastasya telah siap, dia memakai gaun berwarna putih hanya sebatas siku dan rok lebar. Di bagian perut terlihat ikat pinggang kecil yang terbuat dari emas. Di bagian dada terdapat rendra putih yang saling menyilang.


Anastasya keluar dari kamarnya, di depan kamarnya terlihat Kaisar Alex dan Pangeran Gabriel yang sedang menunggunya. Anastasya melihat Pangeran Gabriel memakai kemeja putih dengan jubah merah. Anastasya merasa bersalah, seharusnya dia juga menyiapkan untuk jubah untuk Pangeran Gabriel.


"Tidak masalah," Pangeran Gabriel merasa senang. Anastasya mau memikirkannya. Walaupun hatinya masih ada ke cemburuan. Merekapun jalan bergandengan tangan.


"Yang Mulia, Permaisuri, Pangeran Gabriel telah tibaa." teriakan yang menggema membuat para bangsawan menoleh. Jujur saja mereka iri dengan keharmonisan keluarga Kekaisaran. Biasanya laki-laki akan bertengkar bahkan ada yang saling membunuh untuk merebut hati perempuan, tapi tidak dengan Kaisar Alex dan Pangeran Gabriel yang sangat akur.


Ketiga insan itu duduk di singgasanah masing-masing. Kaisar Alex yang telah mengumumkan penyambutan kedua Putranya dan ucapan terimakasih. Kini acar pesta telah sampai ke acara berdansa. Kaisar Alex melihat ke arah Pangeran Gabriel, meminta persetujuannya untuk berdansa dengan Anastasya. Pangeran Gabriel hanya mengangguk tersenyum.


Kaisar Alex menghampiri Anastasya dan membungkukkan badannya. Tangan kanannya ia ulurkan untuk menyambut tangan Anastasya.


"Maukah Permaisuri berdansa dengan ku?"

__ADS_1


Anastasya diam ia melirik Pangeran Gabriel yang hanya mengangguk.


Setelah mendapatkan persetujuan, Anastasya menyambut tangan Kaisar Alex. Merekapun berdansa di tengah-tengah para bangsawan.


Pangeran Gabriel hanya diam tersenyum melihat mereka yang begitu serasi.


Aku tidak menyangka, diriku sangat serasi dengan Permaisuri batinnya melihat dirinya sendiri pada tubuh Kaisar Alex.


Acara pesta pun telah usai dari berbagai acara, tak terasa jam telah menunjukkan pukul 09.15.


Anastasya dan Kaisar Alex kini bergandengan tangan menuju kamar Kaisar Alex seraya bercanda kecil. Sesampai di kamarnya, Kaisar Alex sedari tadi yang sudah tidak sabar, ia memeluk tubuh Anastasya dari belakang. Mencium lehernya, memberikan jejak Kiss Mark. Kaisar Alex begitu rakus mencium leher Anastasya memberikan jejak keunguan di leher putihnya itu


Kaisar Alex membuka resleting gaun Anastasya dan gaun putih Anastasya lolos terjatuh kelantai, memperlihatkan tubuh putih mulus tanpa cacat dan lekukan tubuh Anastasya.


Kaisar Alex membuka bungkus kedua benda kenyal itu, lalu membalikkan tubuh Anastasya. Mencium rakus bibirnya itu, turun ke lehernya. Lagi-lagi Kaisar Alex memberikan Kiss Mark. Ciuman itu turun ke kedua benda kenyal itu, Kaisar Alex mencium rakus arena hitam itu dengan tidak sabarnya Kaisar Alex menggendong tubuh Anastasya ala Bride Style. Perlahan-lahan Kaisar Alex membaringkan tubuh Anastasya.


Anastasya yang telah luluh belaian Kaisar Alex pun desahan lolos keluar dari mulutnya, darahnya berdesir rasa hangat mulai menjalar di tubuhnya.


Kaisar Alex membuka pakaian dalam Anastasya yang berbentuk segitiga itu. Dengan sigap Kaisar Alex membuka bajunya. Alhasil kedua insan itu telah polos tanpa benang sehelai pun. Kaisar Alex meraba arena yang ia hujami yang mulai basah, ia membuka kaki Anastasya dengan lebar. Ikan piranha itu pun masuk secara perlahan dengan kekuatan dorongannya.


"Sakit," Anastasya merasakan kesakitan yang hebat di bagian bawah perutnya.


Kaisar Alex tidak tega, ingin rasanya dia urungkan tapi kehangatan listrik mulai menjalar ke tubuhnya melalui ikan piraha itu.


"Aku mohon bertahanlah Permaisuri," Kaisar Alex membungkam mulut Anastasya dengan mulutnya. Ikan piranha itu perlahan masuk, dalam sekali hentakan. Ikan piranha Kaisar Alex lolos masuk, merobek penghalang tubuh Anastasya.


Kini desahan demi desahan keluar dari mulut keduanya, Kaisar Alex menghentakkan dengan cepat tapi lembut, membuat keduanya terbuai terasa melayang di atas langit. Entah berapa kali Kaisar Alex menghujami tubuh Anastasya hingga mencapai pelepasan pertamanya.

__ADS_1


Dan


kenikmatan author yang sudah capek ngetik dan ingin tidur😓


__ADS_2