Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Bab 43_tikus mati keracunan tapi bukan karna diracuni


__ADS_3

Anastasya merasa keheranan yang tiba-tiba Kaisar Alex melamun, tanpa memakan hidangannya.


Sudah beberapa kali ia memanggil nama Kaisar Alex namun tidak di gubris.


"Yang Mulia," Anastasya memanggil kesekian kalinya seraya menepuk bahu Kaisar Alex.


"Ah, iya, ada apa Permaisuri?" jawab Kaisar Alex secara terbata-bata.


Anastasya mengernyit, "Yang Mulia kenapa melamun? apa makanannya tidak enak?" tanya Anastasya.


"Eh, tidak-tidak." jawabnya dengan gugup. Tanpa sadar Kaisar Alex menatap Permaisuri Anastasya tanpa berkedip sedikit pun. Tatapan Kaisar Alex beralih ke bibir ranum itu, ia ingin sekali mencobanya bahkan ingin sekali ********** dengan rakus.


"Hah," Anastasya beranjak berdiri ia mendekat ke arah Kaisar Alex yang mengikuti pergerakannya hingga tepat di sampingnya tanpa sepatah kata pun Kaisar Alex langsung mencium bibir Anastasya. Kaisar Alex memejamkan matanya, ia ******* bibir itu dengan rakus.


Sementara di depan pintu, terlihat wanita cantik menatap tajam ke arah mereka. Melihat adegan itu amarahnya meluap. Ingin rasanya ia mencakar wanita itu yang menikmati ciuman Kaisar Alex.


Lain halnya dengan Anastasya, ia melirik dengan senyum penuh kemenangan. Ia ingin dia merasakan apa yang Permaisuri Anastasya rasakan dulu.


Permaisuri Anastasya mendorong Kaisar Alex, "Apa Yang Mulia lakukan?" tanya Anastasya melihat ke arah Elisha yang masih dalam keadaan marah.

__ADS_1


"Lihatlah, Elisha ada di sini. Apa Yang Mulia tidak bisa menjaga hatinya." bentak Anastasya dengan pura-pura bersalah.


Anastasya menuju ke arah Elisha, sesampainya di depan Elisha. Ia menggenggam tangan Elisha dengan mengeluarkan air mata beningnya.


"Maafkan aku Elisha, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku tidak akan merebut yang bukan hak ku," ucap Permaisuri Anastasya yang menangis sesegukan.


Elisha menahan amarahnya, tidak mungkin dirinya memaki Permaisuri Anastasya di depan Kaisar Alex. Ia tau jika Permaisuri Anastasya hanyalah berpura-pura sedih. Maka dari itu ia akan mengeluarkan senjatanya.


"Tidak Permaisuri, Permaisuri juga berhak mendapatkan Yang Mulia." ucap Elisha seraya tersenyum lembut. Ia harus mengeluarkan hati lembutnya untuk menarik hati Kaisar Alex.


"Maaf, aku merasa bersalah kali ini." ucap Anastasya seraya memeluk Elisha.


Anastasya melepaskan pelukannya, ia melihat bibir Elisha yang bergetar.


Elisha paham apa yang dimaksud Permaisuri Anastasya. Permaisuri Anastasya menganggapnya se ekor tikus maka dari itu Permaisuri Anastasya akan membuatnya merasakan keracunan tapi bukan karna racun.


Anastasya batinnya merasakan geram seraya meremas gaunnya dengan tangan gemetar.


Sementara Kaisar Alex menghampiri kedua istrinya, ia sudah berjanji dalam hatinya akan berbuat adil pada dua istrinya itu.

__ADS_1


"Elisha apa kamu bisa memberikan waktu untuk ku bersama Permaisuri?" tanya Kaisar Alex dengan nada memohon.


"Tidak Yang Mulia, sudah cukup disini. Hamba mohon jaga sikap Yang Mulia." timpal Anastasya berlalu pergi dengan senyum kemenangan.


Setelah kepergian Anastasya Kaisar Alex menatap ke arah Elisha dengan mata berkaca-kaca.


"Maaf Elisha untuk kali ini kamu harus mengerti perasaan ku," ucap Kaisar Alex seraya mengelus pipi Elisha dengan lembut. Lalu keluar dari ruangan itu bermaksud mengejar Permaisuri Anastasya dan meninggalkan Elisha dengan hati hancur.


Saat Kaisar Alex menyusul Permaisuri Anastasya dari arah berlawanan ia berpapasan dengan Pangeran Gabriel.


"Yang Mulia," Pangeran Gabriel tersenyum licik ke arah Kaisar Alex. "Aku juga berhak memilikinya,"


"Tutup mulut mu Pangeran Gabriel. Kau tidak berhak memilikinya. Kau hanya bayangan ku saja tanpa hak yang jelas," bentak Kaisar Alex yang tersulut emosi mendengarkan ucapan Pangeran Gabriel. Walaupun nyatanya dulu kesalahannya sendiri, ia tidak akan rela melepaskannya begitu saja. Lebih-lebih perasaan itu sudah tumbuh sedikit demi sedikit.


"Ck, ck," Pangeran Gabriel menggelengkan kepalanya. "Jangan lupakan perjanjian Yang Mulia dengan Ayahanda dulu. Yang Mulia sudah menyakitinya dan sekarang aku berhak memilikinya."


Kaisar Alex yang sudah tidak tahan, ingin melayangkan tinjunya ke arah Pangeran Gabriel. Namun di tahan oleh salah satu pengawalnya.


"Yang Mulia tahan amarah Yang Mulia," ucapnya.

__ADS_1


Kaisar Alex menghempaskan tangannya yang di tahan, ia pergi menerobos badan Pangeran Gabriel.


__ADS_2