Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Season 2_Ekstra Part


__ADS_3

Di tempat lain.


Putri Viola merasa khawatir melihat tubuh Pangeran Abigail panas dan keluar keringat. Di sampingnya terlihat Dokter istana yang sibuk memeriksa tubuh Pangeran. Sesekali ia menggeleng pelan, ia tidak menemukan penyakit bahaya apa pun.


"Putri, maaf. Hamba sudah memeriksa tubuh Pangeran, tapi tidak ada penyakit apa pun." tutur Dokter istana.


Putri Viola menggigit bibir bawahnya, ia tidak terima tentang pernyataan Dokter istana.


"Dokter macam apa kamu, hah? tidak bisa memeriksanya dengan benar." bentak Putri Viola.


"Aku tidak percaya, periksa yang benar." bentak Putri Viola.


"Hentikan," ucap Anastasya. "Kalian keluar lah." Anastasya yang di beri taukan oleh Mery, ia langsung ke kamar Putri Viola dan melihat Pangeran Abigail yang menggigil namun tubuhnya panas dan wajahnya memerah. Ia mengerti dengan keadaan tubuh Pangeran Abigail sekarang, mungkin kutukan itu kembali bereaksi.


"Tapi Ibunda Dokter istana belum memeriksa Pangeran dengan benar." ucap Putri Viola sambil menangis. Tangannya sangat erat menggenggam tangan Pangeran Abigail.


"Kamu lupa apa yang terjadi dengan Pangeran?" sambung Kaisar Alex.


Putri Viola menatap lekat Pangeran Abigail, "Apa mungkin kutukan itu?"


"Benar kutukan itulah yang membuat Pangeran menjadi lemah dan lebih lagi, kutukan itu akan kembali menyiksanya saat bulan purnama." jelas Anastasya.


Putri Viola menatap Pangeran Abigail dengan wajah memucat dan bibir membiru, hatinya tidak tahan melihat suaminya merasakan sakit. Seakan-akan dirinya juga ikut sakit.

__ADS_1


"Sayang bertahanlah, aku yakin pasti ada caranya."


"Hanya dengan bunga tulip mawar biru."


"Apa aku bisa memilikinya Ibunda?" tanya Putri Viola dengan penuh harap.


Anastasya dan Kaisar Alex saling memandang. "Kau memilikinya, lihatlah bahu kanan mu. Simbol itu sudah bercahaya." ucap Kaisar Alex tersenyum.


"Lalu Ibunda." Putri Viola menatap berbinar, ia memegang bahu kanannya.


"Teteskan darah mu,"


Tanpa berfikir apa pun, Putri Viola menggigit ujung jarinya. Ia menekan luka itu, hingga darah segar keluar. Putri Viola membuka sedikit mulut Pangeran Abigail, ia memasukkan jari yang berdarah ke dalam mulutnya. Selang beberapa saat cahaya keluar dari tubuh Pangeran Abigail, hingga ke tiga orang itu menutup matanya.


"Sayang bangun." ucapnya dengan lembut.


Pangeran Abigail membuka matanya, ia menatap Putri Viola, ekor matanya beralih melihat Kaisar Alex dan Anastasya yang tersenyum.


"Apa Pangeran merasakan baikan?" tanya Anastasya.


Pangeran Abigail hendak duduk. Dengan sigap Kaisar Alex melarangnya. Ia takut memakan waktu lama dan harus kehilangan jatahnya lagi, "Sebaiknya Pangeran istirahat dulu." ucap Kaisar Alex, ia menarik lengan Anastasya, karna malam ini dirinya harus melahap tubuh Anastasya dengan puas.


"Maaf Putri, aku merepotkan mu."

__ADS_1


Putri Viola mendekatkan wajahnya, ia mengecup singkat bibir Pangeran Abigail, "Selamat atas kesembuhannya sayang."


Pangeran Abigail masih diam, ia juga merasakan aneh, tidak biasanya ia sembuh begitu cepat. Biasanya ia akan kesakitan sepanjang malam, kadang sampai dua hari.


"Iya aneh, memangnya Putri memberikan aku obat apa?"


"Coba lihatlah dulu tubuh Pangeran baru aku jelaskan." ucap Putri Viola.


Pangeran Abigail mengangguk, ia duduk dan meraba. Ia tidak merasakan kulit yang kasar, Pangeran Abigail terus meraba, hingga ia membuka pakaiannya dan memperlihatkan tubuh putih dan mukus serta otot dan lekukan di perutnya.


"Pangeran semakin tampan."


"Putri aku sembuh, ini tidak mimpi kan." Pangeran Abigail menampar pipinya kanannya, ternyata ia merasakan sakit. Seketika ia memeluk Putri Viola.


"Putri aku tidak tau apa yang di lakukan Putri, tapi aku berterimakasih." ucap Pangeran Abigail menangis terisak-isak.


Putri Viola berderhem, ia mengacungkan jari telunjuknya yang terdapat tusukan jarinya.


"Pangeran membutuhkan darah Simbol Tulip Biru, jadi istri mu ini pemiliknya." tutur Putri Viola tersenyum.


"Jangan melukai tubuh mu Istri ku, cukup sekarang Istri ku. Biarkan saja, ini sudah biasa untuk ku." ucap Pangeran Abigail dengan mata berkaca-kaca.


"Iya, kan sekarang Pangeran sudah sembuh, besok kita akan mengirimkan surat untuk Kaisar Emerald dan Permaisuri Emerald. Sekarang Pangeran tidur dulu." Putri Viola membaringkan tubuh Pangeran Abigail, ia kembali mengecup keningnya dan menenggelamkan kepala Pangeran Abigail di dadanya.

__ADS_1


__ADS_2