Istri Kontrak Kaisar Kejam

Istri Kontrak Kaisar Kejam
Bab 36_jangan samakan dirimu dengan Elisha, Permaisuri


__ADS_3

"Pangeran,"


Permaisuri Anastasya mendorong Pangeran Gabriel. Ia menaikkan salah satu alisnya. Permaisuri Anastasya merasa tidak suka apa yang di lakukan oleh Pangeran Gabriel.


"Ah, maaf Permaisuri. Tadi di bahu Permaisuri ada debu," kilah Pangeran Gabriel merasakan gugup sendiri. Debaran jantungnya mulai keluar seakan keluar dari tempatnya.


Dasar bodoh


Pangeran Gabriel merutuki kebodohannya sendiri. Pada dasarnya dia yang merasakan gugup sendiri. Sementara Permaisuri Anastasya menetralkan jantungnya yang berdetak kencang. Bahkan aliran darahnya seakan berhenti.


"Em, maaf Pangeran aku harus kembali dan ini jubahnya," ucap Permaisuri Anastasya seraya melepaskan jubah hangat itu.


Dengan sigap Pangeran Gabriel menghentikannya. Tanpa sadar tangan Pangeran Gabriel menggenggam tangan Permaisuri Anastasya.


"Tidak usah, Permaisuri bawa saja."


"Ba, baiklah. Nanti aku akan mencucinya dan mengembalikannya pada Pangeran." ucap Permaisuri Anastasya menarik tangannya dan berlalu pergi.


Anastasya berlari sekencang-kencangnya. Dirinya sudah gugup sedari tadi, bisa-bisa ia pingsan di depan Pangeran Gabriel.


Sementara Pangeran Gabriel hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, ia memegang dadanya yang berirama tak beraturan dan menatap kedua patung di depannya itu.


"Ayah, Ibu apa aku salah ingin memilikinya? bukankah yang menikah itu sama dengan diriku." ucapnya tersenyum.


Di sisi lain, Permaisuri Anastasya yang sudah sampai di depan kamarnya langsung di sambut oleh Mery di depan pintu.


"Permaisuri ada apa?" tanya Mery dengan wajah terkejut sekaligus khawatir.

__ADS_1


"Tidak apa-apa aku hanya lelah, aku mau istirahat." ucap Permaisuri Anastasya langsung membuka pintu lalu menutupnya tanpa menunggu jawaban Mery.


"Per, Permaisuri i, itu," Mery terbata-bata, ia ingin memberitaukan jika di dalam ada Kaisar Alex yang menunggunya.


"Hah," Permaisuri Anastasya melangkah kan kakinya menuju peristirahatan empuknya. Tubuhnya merasa lelah karna berlari.


Ia melepaskan jubah hangat itu. Sejenak dirinya ingin berendam air dingin. Bermaksud membersihkan tubuhnya.


Permaisuri Anastasya menuju ke arah lemari, ia mengambil jubah mandinya dan membalikkan badannya..


Hah


Permaisuri Anastasya menjatuhkan jubahnya, ia memegang dadanya. Jantung seakan copot melihat siapa di depannya, tatapannya tajam bak elang yang ingin memangsa dan bersendekap.


glek


Kaisar Alex melangkahkan kakinya menuju ke arah Permaisuri Anastasya. Tatapannya masih sama. Sedari tadi dia menunggu Permaisuri Anastasya. Setelah melihat kejadian tadi, hatinya ingin cepat-cepat menemui Permaisuri Anastasya. Ia ingin menghukumnya karna telah lancang memberikan sesuatu yang seharusnya menjadi miliknya.


Sementara Permaisuri Anastasya mundur beberapa langkah. Hingga tubuhnya bersandar di depan lemari.


"Permaisuri, kau tau ini sudah malam. Tapi kau malah keluyuran." ucapnya dingin.


"Saya hanya keluar mencari udara segar," ucapnya menaikkan salah satu alisnya. Akhirnya ia harus menetralkan kegugupannya. Ia tidak ingin di pandang remeh oleh Kaisar Alex.


"Keluar, mencari udara segar." Kaisar Alex mendekatkan wajahnya ke wajah Permaisuri. Sejenak tatapan mereka saling mengunci di iringi degupan jantung yang semakin kuat.


"Heh, mencari udara segar. Apa tidak mencari selingkuhan?" ejek Kaisar Alex kemudian memundurkan wajahnya.

__ADS_1


"Apa urusan mu Yang Mulia? kita sudah tidak memiliki urusan apa pun,"


Permaisuri Anastasya memutar bola matanya, ia kesal dengan tuduhan Kaisar Alex.


"Bertemu dengannya, lalu memberikannya." Kaisar Alex tersenyum sinis. Tangannya ia gerakkan untuk mencengkram dagu Anastasya.


Tanpa basa basi ia mencium bibir Anastasya. Darah Anastasya mulai berdesir seperti tersengat listrik. Matanya membulat sempurna. Bibirnya saja masih menutup. Sementara Kaisar Alex menggigit kecil ke bibir Anastasya. Hingga Anastasya membuka bibir itu karna kesakitan.


Sialan ! batin Anastasya.


Anastasya pun memukul dada bidang Kaisar Alex agar melepaskannya. Namun Kaisar Alex dengan rakusnya ******* bibir itu.


Kaisar Alex melepaskan ciumannya, melihat Anastasya yang kekurangan oksigen.


"Dengar sekecil apa pun tubuh mu, semuanya adalah milikku. Jadi jangan sembarangan memberikannya pada orang lain,"


plak


Tanpa sadar Anastasya melayangkan tangannya ke pipi Kaisar Alex. Ia menatap tajam Kaisar Alex. Dirinya tidak terima di berlakukan hina. Sedari dulu ia menjaga ciumannya bahkan tubuhnya untuk orang yang ia cintai.


"Kau berani menamparku," ucap Kaisar Alex menatap tajam ke arah Permaisuri Anastasya.


"Apa Yang Mulia pikir aku perempuan hina? Jangan samakan harga diriku dengan Elisha Yang Mulia. Jika Elisha mau mengemis cinta Yang Mulia, tapi aku tidak ! Aku bukan perempuan hina !" teriak Anastasya. Dadanya naik turun menahan amarah.


"Jangan samakan dirimu dengan Elisha, Permaisuri," ucap Kaisar Alex yang masih menahan emosinya.


"Apa ? tidak terima jika aku bilang Elisha perebut suami orang atau PELAKOR. mau menampar silahkan, ini, ini," Permaisuri Anastasya menunjuk pipinya.

__ADS_1


Kaisar Alex merasa geram ia tidak bisa melayangkan tangannya ke arah pipi Anastasya, ia tidak ingin kejadian lalu membuat hatinya hancur ketika menamparnya. Tangannya mengepal kuat. Ingin sekali ia memeluk Anastasya. Namun di urungkan ketika melihat bola matanya yang di penuhi amarah.


__ADS_2